PB Yang Telah Lalu


Saya Telah Pergi PB08

Edited by hack87

Yang telah berlalu kini berlalu, seperti pada judul postingan disitus resmi PB2008 adalah Cerita Pesta Blogger, akhirnya saya postingkan juga sebagai bentuk dari apresiasi untuk para blogger semua dalam melihat, merasakan, bercerita, berbagi bahagia, duka bahkan kritik pun dan segala macam jenisnya.

Ini juga mewakili dari sekian banyak tanya dan permintaan dari teman-teman, khususnya untuk mereka yang selalu saya rindukan di Nanggroe Endatu tercinta Aceh Blogger Community yang insya Allah kemarin sabtu (22/11) bisa tampil juga di Profil Komunitas Blogger daerah yang ditayangkan oleh panitia pb08.

Sebenarnya banyak yang mau saya tulis tentang PB08 pertama saya ini, selain mewakili dari aneuk-aneuk Nanggroe na jauh disana juga terkait isu-isu beberapa kalangan blogger yang mengurungkan niat untuk tidak ikut dalam PB kali ini karena beberapa alasan tertentu. Hal ini juga sempat saya sampaikan pada teman saya saat mengitu PB yakni M. Ilman Akbar yang kebetulan juga telah ikut PB untuk kedua kalinya.

Namun, dari sekian banyak yang perlu saya sampaikan. Alangkah lebih baiknya saya fokus pada satu tema saja lah yakni mengenai acara Breakout Sessions (paralel) dalam mengangkat isu tentang Etika Blogger. Bagi yang ingin berbagi dan share pengalaman lainnya juga bisa anda tulis di bagian komentar nantinya.

Etika Blogger
Dalam sesi yang pararel (Breakout sessions), khususnya di bagian Kebebasan Nge-Blog Di Dunia Maya – Batasan Dan Etika yang dipandu oleh Budi Putra (mantan wartawan TEMPO) dan Pepih Nugraha (Kompas.com) mengangkat isu-isu publik yang kini berkembang ditengah dunia para blogger baik nasional maupun luar negeri.

Hal yang menarik dalam diskusi interaktif tersebut yang disampaikan oleh mas Budi dan mas Pepih, banyak poin penting yang sebenarnya perlu diperhatikan oleh seorang blogger dalam menampilkan tulisan di publik atau mem-publish berita-berita yang menyangkut dengan pembaca.

Dalam konteks menjadi seorang blogger layaknya jurnalis memang berbeda baik dalam penyampaian berita-berita atau tulisan lainnya. Tidak menutup kemungkinan seorang blogger juga harus lihai-lihai membaca UU mengenai Pers, Jurnalistik, bahkan Penyiaran sekalipun sebagai bahan pertimbangan.

Walaupun taraf blogger tidak sekuat jurnalis yang berada di mainstream media besar, namun kontribusinya dalam menyebarkan informasi yang berguna untuk khalayak ramai juga bisa menjadi bahan pertimbangan penting. Mas Budi sendiri mengatakan bahwa, setiap blogger hendaknya memberikan informasi yang bermanfaat dari setiap berita yang dipublish-nya baik itu pendapat pribadi, pengalaman atau sebagainya.

Menyangkut berita yang baru-baru ini heboh dikalangan blogger tentang munculnya blog yang mendeskriminasi agama tertentu, memang sangat disesalkan. Namun, berkat kerja keras dari blogger semua dengan sikap yang tenang menangkapi berita tersebut akhirnya bisa diselesaikan dengan baik serta atas kerjasama pihak yang berwenang-penyedia blog-juga merespon dengan baik.

Hal-hal seperti itulah, sebenarnya yang membuat tersudut kalangan blogger. “Karena blogger yang mempublish tulisan dengan isu kontroversi (SARA, -pen) sering ditemui pada pemula (newbie) blogger dimana mereka tidak bisa mengerti kebebasan kita sebagai seorang blogger juga dibatasi oleh kebebasan orang lain,” tutur mas Budi.

Selain itu, UU ITE yang sekarang berlaku ternyata bisa menjadi sebuah pandangan tersendiri bagi para blogger. Menjadi blogger tidak sama dengan menjadi wartawan, ketika seorang wartawan memuat tulisannya kolom/media atau blog sendiri tentu dengan mempertimbangkan draft/sumber yang dimilikinya terlebih dahulu dan ini berbeda dengan tulisan yang dipublikasi oleh seorang blogger yang hanya bersifat sharing atau berbagi pengalaman.

“Setidaknya, informasi yang blogger publikasi merupakan apa yang diketahuinya dan fokus pada hal apa yang dialaminya–pengalaman pribadi, teman, sahabat–atau pun sekedar pendapat yang ingin diungkapkan dan tidak menggangu kenyamanan orang lain,” ungkap Redaktur Kompas.com Pepih Nugraha.

Mas Pepih juga menambahkan, bermunculannya blogger diibaratkan dengan boomingnya musik belakangan ini yang memiliki dua jenis antara musik indie dan musik produksi. Blogger itu sendiri merupakan bagian seperti musik indie, yang berdiri sendiri dan tidak mendapatkan income dari mana pun atas apa yang dipublikasinya.

Hubungan yang selaraskan pun antara media dan blog sudah sepatutnya di rangkul untuk menjadi sebuah wadah yang bisa saling berbagi, bukan sebaliknya yang harus dijauhi dan lepas begitu saja. Kendati yang dihadapi blogger tentu lebih ke arah bawah yang harus was-was tentang kondisi hukum dengan ‘ranjau-ranjau’ kebebasan yang harus diperhatikan. Apa yang dikatakan oleh Bapak M. Said Budairy (Ombudsman dari Pantau) juga bisa menjadi bagian tersendiri, dimana blog yang dimiliki oleh para blogger juga bagian dari produk jurnalistik.

Dalam sesi ini pun, beberapa audien yang kebanyakan dari para citizen journalism dan blogger juga menyatakan pendapatnya atas berbagai pandangan yang kini dihadapinya sejalan dengan arus demokrasi di Republik. Mas Iwan Piliang contohnya yang mengungkapkan tentang apa yang dihadapinya sekarang menyangkut keberadaan pasal 27 dari UU ITE.

Adanya sikap was-was dari blogger yang selama ini dihadapi juga mencuat dari interaktif yang dipandu oleh mas Budi dan mas Pepih, terlebih tentang hak mengambil gambar yang tidak jelas asal usulnya bahkan copyright dari tulisan seseorang yang dimuat tanpa alasan tersendiri seperti yang dialami oleh teman-teman aktivis.

Selain itu, ternyata blog yang sering dikomentari oleh berbagai orang dengan menyandang nama asli atau menggunakan inisial anonym juga bisa menjadi bahan tersendiri. “Ada baiknya untuk masalah isu politik dan agama tidak dibenarkan untuk menggunakan inisial anonym,” tegas mas Budi.

Masih banyak pandanga-pandangan lainnya yang ada dikalangan audien yang ingin berbagi, karena waktu akhirnya sesi tentang Kebebasan Nge-Blog Di Dunia Maya – Batasan Dan Etika berakhir juga. Hal penting yang diangkat untuk Pesta Blogger 2008 adalah mengenai statemant terakhir yang patut dipertimbangkan oleh panitia yakni dukungan serta support untuk blogger yang ‘tersandung’ dalam masalah.

Demikian yang mungkin bisa saya sampaikan dan berbagi untuk teman-teman semua. Ada kalanya saya juga harus menulis lagi di kolom Post ABC News untuk teman-teman lainnya. Semoga diskusi masih bisa kita buka dari para pembaca semua. Bila ada salah kata dan tulisan bisa anda konfirmasi langsung, karena ini bukan media cetak, jadi ralat bisa dilakukan secepatnya.

Sebagai selingan dan kenangan PB Yang Telah Lalu, berikut saya sajikan juga foto-foto yang bisa anda ambil atau apalah. Sedikit melepas jeritan jari ini dalam menulis, sekedar cepretan orang awam yang sangat tidak berseni.

Profil Blogger Aceh

Aceh Blogger Community Tampil di PB2008

Profil Blogger Aceh

Kegiatan Aceh Blogger Community baru-baru ini

Suasana PB2008

Ada foto anggota Aceh Blogger Community yang dipajang di PB08

Suasana PB2008

Pembawa acara PB08: Panji-Kena Deh-dan temen ceweknya

Suasana PB2008

Suasana di dalam Auditorium BPPT saat acara PB08 berlangsung

Suasana PB2008

Suasana di luar Auditorium BPPT

Suasana PB2008

Foto Bersama; Saya, Enda, Ilman, Leni

Suasana PB2008

Foto Bersama di depan papan PB08

Photocontest PB

Foto Anggota ABC terpajang di deret paling atas PB2008

Foto lainnya bisa anda lihat di Flickr atau di tag pb2008.

24 Responses

  1. Thank.. atas perjuangannnya………

    sama-sama om….

  2. Saleum meuturie
    Sang hayeu that ABC!
    di bna pusatnya dmana?
    pengen gabong donk?
    samperinja ke email lon beuh!
    taqabbalallahuminna waminkum! selamat IDUL ADHA 1429 H!
    tukeren link ya?

  3. foto-foto nya mungil-mungil ya?
    ka lage artis-artis terkenal!
    tapi, sayang goh terkenal lom!
    hahaha!
    give me a hand for blogging friend!
    thanks beuh!

  4. >>> Rifyal
    ABC di BNA itu bisa menghubungi +62 812 697 0717 (a.n Fadli Idris)

    Semangat blogger ya buat rifyal, bila ada kendala main-main ke milis ABC (acehblogger@yahoogroups.com)

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: