Belajar Untuk Menyempurnakan Ilmu


menyebarkan ilmuBELAJAR tidak lepas dari sebuah kegiatan mengasah pikiran dan memulai imajinasi untuk bisa memahami dasar dari ilmu yang kita pelajari. Ini hanya sebatas pandangan saya pribadi, merujuk pada Wikipedia tentang kata dasar belajar saya menemukan bahwa, belajar memiliki maksud yakni perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.

Dalam sebuah hal, kita selalu dituntuk untuk menuntut ilmu. Dimana pepatah awal mengatakan, “tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina”, begitulah kira-kira. Negeri Cina yang disampaikan disini beranekaragam makna yang tersirat darinya. Bisa jadi dikarenakan dulu sangat jauh, bahkan Cina terkenal dengan ilmu yang beranekaragam.

Setiap aktivitas yang kita lakukan, baik sekarang maupun yang telah lewat tanpa kita sadari, tentu menginginkan sebuah kesempurnaan. Memang tidak heran, manusia itu tidak akan pernah mendekati akan sempurna, karena yang berhak atas sesuatu yang sempurna itu adalah Allah SWT.

Namun, belajar menjadi orang yang bisa menelaah akan arti sempurna sungguh bisa dikatakan mulia. Allah menciptakan manusia sungguh dalam keadaan sempurna dan sangat jauh beda dengan mahkluk lain ciptaan-Nya, ini menandakan diri kita untuk bisa melihat banyak pelajaran dari hasil ciptaan-Nya tersebut.

Melihat banyak hal yang ada disekitar, merupakan modal awal dari upaya untuk melakukan pembelajaran diri terhadap lingkungan tentunya. Ilmu yang kita dapat memang sangat bervariasi adanya, ilmu bisa didapat dengan sangat mudah bagi mereka yang menganggap itu mudah dan sebaliknya ilmu itu sangat susah untuk ‘diterjemahkan’ dalam artian kata sulit untuk bisa berkembang.

Tidak ada kata dalam menyerah ketika kita dihadapkan dalam sebuah masalah, karena masalah yang kita pikul tentu dalam ketahanan jiwa sebagaimana telah banyak dijelaskan dalam berbagai ayat Al Quran dan juga hadist, bahwa tidak akan dibebankan kepada seorang hamba dengan beban yang berat sebagaimana ia sendiri tidak bisa memikulnya.

Melihat kecanggihan yang ada sekarang dan mungkin akan sangat luar biasa canggih kedepannya membuat ilmu itu bisa sebatas klik mouse (kitikus) untuk mencarinya. Alangkah susahnya bila ini dibandingkan dengan kehidupan yang dulu pernah ada tanpa adanya teknologi yang kita kenal waktu ini. Anda yang membaca bisa sangat mudah menerawang kemana-mana (blogwalking, dsb) dengan sekalian ketukan saja (maksudnya suara kitikus saat di klik).

Lahirnya ilmu bukan hal yang baru, sejak Bapak Manusia –Nabi Adam as– ada dibumi ini, banyak hal yang telah diajarkan oleh Allah untuk mengenal dunia alias bumi ini. Maka dari itulah ketika sebuah ilmu itu ada, kita dituntut untuk mencarinya dengan berbagai hal dan salah satunya belajar dalam menyempurnakan ilmu yang ada. Tidak berhenti putus asa, karena kesempurnaan manusia hanya bisa mendekati kewajaran yang ada sebatas langkah dan perbuatannya di dunia ini.

Negeri akhirat bukan lagi saat mencari ilmu, dunia yang ada di tangan ini dibidikan mata adalah seumpama ladang keberkahan untuk meneruskan dan mengamati segala masalah dan hal yang masih tersembunyi oleh yang Maha Menciptakan-Nya Allah SWT. Dimanakah segitiga bermuda berada? Dimanakah tanah berlumpur? Dimanakah penjara Ma’juj & Ya’juj? dan sebagainya-sebagainya merupakan tanda bukti itu adalah ilmu yang tersembunyi dari pandangan kita.

Sudah seyogyanya kita belajar dalam segala hal, dunia dan akhirat merupakan sisi yang saling dibutuhkan oleh tubuh dan raga ini. Jangan hanya membiarkan dunia menjadi raja bagi kita dan jangan berlakukan akhirat tanpa peduli dengan sesama manusia.

Hablumminallah wa hablumminannas, akhir kata kita memohon apa yang kita dapat sekarang ini menjadi bekal untuk diakhirat nanti dengan semua tanggung jawab yang berhak bagi mereka selama hidup dalam dunia ini. Belajarlah untuk menyempurnakan ilmu, karena tanpa kesempurnaan yang ada ilmu hanya sebatas logika dan catatan saja. Wallahu’alam

11 Responses

  1. Yupz. Memang kita harus belajar sampai ke ujung-ujungnya. Salam kenal.

    Iya benar apa yang mas bilang, salam kenal juga ya🙂

  2. belajarlah, apa yang belum bisa

    Nah, itu dia masih banyak hal yang belum bisa kita lakukan. Maka dari itu berbuatlah untuk melakukan sesuatu yang belum kita kuasai

  3. Nabi muhammad juga berpesan bahwa belajarlah sampai akhir hayat

    Jika itu adalah pesan mulia dari baginda kenapa kita tidak memulainya, bukan begitu kawan?

  4. aku renungi segenap jiwaku atas tulisan abangku ini.

    tetap semangat ya,bang
    salam hangat selalu

  5. >>> bluethunderheart
    Bisa ja saudara ku yang satu ini. Doa kan semoga semangat ku bisa terus ku kobarkan di blog ini dan di kehidupan nyata.

  6. menuntut ilmu itu, dengan kerendahan hati….

  7. >>> tengkuputeh
    Nyan beutoi that tengku, kerendahan hati adalah awal dari kita untuk melakukan sesuatu demi mencapai ridha-Nya.

  8. selalu ingatlah!!!
    firman Allah:
    “dan Allah mengangkat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi Ilmu dengan beberapa derajat”

    terima kasih kawan atas nasehatnya

  9. gw jadi semangat tuk belajar dan terus belajar nih ,setelah tau blog abang satu ini…

    untuk adek ini misterius, kalo gak kan sudah ketahuan (ooo kamu ketahuan…)

  10. Benar bang.. ilmu terus berkembang dan harus terus diupdate
    Tapi mengamalkan ilmu juga perlu bgt biar gak vuna jadi pengetahuan aja

    • Karena mengamalkan ada proses memuliakan ilmu itu sendiri🙂

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: