Budaya Blogging


blogging

DALAM berkehidupan dan berkebangsaan, sejak kecil kita sudah berada dalam sebuah tatanan hidup yang penuh dengan etika dan budaya. Sejalan dengan zaman, budaya yang berkembang pun kian hari kian mewarnai berbagai ragam dan corak kehidupan manusia.

Indonesia yang terkenal dengan negara yang memiliki beranekaragam budaya, menjadi salah satu negeri yang masih bisa bertahan sampai saat ini di muka bumi sejak mempereloh kemerdekaan 63 tahun yang silam. Tidak heran pengaruh zaman globalisasi pun telah membawa bangsa ini kian carut marut dengan pemerintahan yang makin ‘memanas’ untuk saat-saat ini.

Blogging seakan beberapa tahun belakangan ini menjadi booming di seantero bumi jajahan Belanda dan Jepang ini. Bahkan banyak orang yang rela berkorban untuk membawa nama blogging dalam semua kesempatan yang ada, baik di tempat kerja, rapat, tempat pendidikan bahkan sampai ke tingkat pemerintahan.

Semua atas nama blogging orang berani bertarung untuk masa depan, dimana budaya ini diakui bukan memberikan sebuah trend yang bisa memisahkan antara hidup manusia dengan komunitas atau pun masyarakat sekitar.

Kita kobarkan semangat “blogger”, sebarkan virus-virus-nya ke seantero nusantara. Bentuk missionaris blogger, ustadz blogger, motivator blogger, guru blogger, dokter blogger, parlement blogger, bahkan presiden blogger.

Kalimat di atas merupakan sebuah bentuk dimana, sang penulis mencoba menerapkan nilai budaya agar anak bangsa bisa menghargai akan sebuah kemajuan dari segi teknologi informasi.

Saya sendiri mungkin sangat merasakan hal tersebut dengan lahirnya blog, ketika muncul ide saya dan kawan-kawan dimana membuat sebuah wadah komunitas blogger khususnya bagi blogger Aceh yang tergabung dalam Aceh Blogger Community yang membawa dampak sangat realistik dimasa akan datang.

Sebagai contoh makna dari komunitas ini adalah bisa melahirkan sebuah negara virtual dimana langkah ini akan terus disusul untuk sebuah perbaikan yang tepat guna dalam mencirikan negara yang bisa menyumbang ide dan pikiran mereka untuk para generasi mendatang. Negara virtual mungkin adalah sebuah bualan belaka, namun itu yang kami lakukan di tanah Serambi Mekkah dengan memberikan apresiasi untuk lahirnya Nanggroe.com.

Namun, kita tidak hanya bisa berbangga dengan hal kecil tersebut yang kini ada di permukaan. Budaya yang kita mainkan sekarang adalah sebuah makna penting dimana dengan Blog bisa saja dunia ini di ubah, barang tentu bukan sesuatu yang mudah untuk dibayangkan.

Banyak hal kecil yang bisa kita lakukan dalam menjaga budaya bangsa ini, namun dari itu tidak lepas bahwa ketika budaya yang satu muncul dan melupakan budaya yang sudah ada sebelumnya. Semoga ini bisa menjadikan tekad anak bangsa untuk bisa menghargai dari sebuah ide-ide yang kian hari kian menguat dalam tiap pecinta blogger. Selamat bagi anda Blogger, salam hangat selalu dan teruslah berjuang untuk kemerdekaan dalam menguasai ilmu yang ada.[]

Ilustrasi dari afghanpenlog-en.blogspot.com

22 Responses

  1. >>> action
    Aktualiasasi penting untuk kehidupan sosial dan masyarakat kita.

    >>> Ecko
    Nanggroe dimana kami mewujudkan negara virtual dan Insya Allah pertama di dunia ….😀

    >>> SAMAN UI
    SAMAN UI be the best Community

  2. […] pula dengan budaya blogging, salah satu profesi mungkin bisa disebut juga hobi dalam menulis di blog. Memang kini gencarnya […]

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: