Hasan Tiro Pulang


Hari ini (11/10) Hasan Tiro alias HT jak saweu gampoeng (pulang kampung) halaman di Pidie yakni tepatnya di kampung Tiro. Jadi mari melihat sekilas biodata yang dirangkum oleh wikipedia Indonesia mengenai CV HT:

* Nama : Teungku Hasan Muhammad di Tiro
* Lahir : 25 September 1925, Pidie, Aceh
* Orangtua : Pocut Fatimah (Ibu), Teungku Muhammad Hasan (Ayah)
* Istri : Dora, keturunan Yahudi Amerika (Sebelumnya pernah masuk Islam, lalu cerai)
* Anak : Karim di Tiro (Doktor Sejarah dan mengajar di AS)
* Alamat : Norsborg, Stockholm, Swedia

Pendidikan
* Fakultas Hukum UII, Yogyakarta (1945)
* Ilmu Hukum International, Univesitas Columbia

Pengalaman Organisasi
* Pernah aktif dalam Pemuda Republik Indonesia (PRI)
* Pernah menjabat Ketua Muda PRI di Pidie pada 1945
* Staf Wakil Perdana Menteri II dijabat Syafruddin Prawiranegara
* Staf penerangan Kedutaan Besar Indonesia di PBB
* Presiden National Liberation Front of Aceh Sumatra
* Dinas Penerangan Delegasi Indonesia di PBB,AS, 1950-1954
* Ketua Mutabakh, Lembaga Nonstruktural Departemen Dalam Negeri Libya
* Pernah kuliah di UGM Yogya
* Dianugerahi gelar Doktor Ilmu Hukum University of Plano,Texas
* Lulusan University Columbia dan Fordam University di New York

Karya-karya
* Mendirikan “Institut Aceh” di AS
* Dirut dari Doral International Ltd di New York
* Punya andil di Eropa, Arab dan Afrika dalam bisnis pelayaran dan penerbangan
* Diangkat oleh Raja Feisal dari Arab Saudi sebagai penasehat agung Muktamar Islam se-Dunia (1973)
* mendeklarasikan Aceh merdeka pada 4 Desember 1976
* 1976-1979 untuk melawan pemerintah Indonesia
* Artikel berjudul The Legal Status of Acheh Sumatra under International Law 1980
* The Unfinished Diary
* Atjeh Bak Mata Donya (Aceh Dimata Dunia)
* Terlibat sebuah “federasi” 10 daerah di Sulawesi, Sumatra, dan Maluku perlawanan terhadap pemerintahan Soekarno
* Menggagaskan ide Negara Aceh Sumatra Merdeka,1965

Hampir semua media lokal dan interlokal, meliput berita kepulangan HT dari Swedia yang sempat menginap 5 hari di Malay. Kepulangan HT “No thing Special” buat Rakyat Indonesia kecuali Ureueng Nanggroe. Bahkan mungkin ada sebagian Ureueng Nanggroe sendiri yang menyebutkan No Thing Special Too.

Tidak ada pengawalan khusus dari Polri menurut beberapa surat kabar yang beredar, namun di Nanggroe sendiri malah sebaliknya sangat dikawal ketat. Why?

Sejumlah orang sibuk menulis di blog, di milis, di forum bahkan di koran-koran khususnya bagi mereka yang berprofesi wartawan. Karena berita ini mungkin diyakini lage lagot eh lam uroe tarek untuk saat ini. Tidak hanya hari ini saya, sudah H-7 semenjak berita itu di dapat dari Swedia. Dan saya sendiri pun menulisnya.

Anda berpikir, mereka yang berbuat. Sebuah sejarah dimana 30 tahun yang silam Aceh ‘terjajahkan’ oleh sebagian orang. Jangan mereasa euforia dengan berita ini, itulah harapan yang dilontarkan oleh mereka yang bersangkutan atas kedatangan HT ke Aceh.

Makajih kheun ureueng Aceh, Bek Gabuk! (Makanya orang Aceh bilang, Jangan Sibuk!) Wallahu’alam

13 Responses

  1. Bagaimanapun dia adalah sosok yang mampu mengendalikan pertempuran dari ribuan km…
    Secara teori manajemen dia orang hebat…
    Kalau kajian lain mungkin semua orang punya pendapat dan itu akan menghasilkan polemik yang tiada habisnya, sedang saya tidak tertarik untuk iukut didalamnya…

  2. ^^^
    Karena kita telah diposisikan apa adanya, ken nyoe meunan Tengku Puteh.

  3. Saatnya Aceh untuk berjuang merebut kemerdekaanya!!

    Aceh berbeda dengan RI, aceh tidak sekuler!

    Hidup Aceh Merdeka!!

    Tidak salah lagi hidup Nanggroe Endatu

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: