Cukuplah Untuk Tahu


Jalan-jalan sendiri memang terasa beda bila ada ditemanin seorang teman atau kawan. Melangkah kaki dari sebuah pedepokan dengan suasana malam yang indah dan ramai tidak mengurung niat saya untuk bertamu ke toko buku di jalan Margonda.

Misi awal sih ingin mencari tas kecil slempangan, yang praktis dan ekonomis. Lalu, kenapa ke toko buku ya? emang di toko buka jualan tas apa?. Tepatnya kalau jalan-jalan ke toko buku seperti gramedia, gunung agung dan sebagainya pasti selain buku juga dijajal dengan aksesoris lainnya. Mulai dari yang kecil sampai perlengkapan anak-anak bahkan alat musik anak band juga ada.

Melewati lantai pertama, sekilas melihat tidak ada yang menarik. Muter-muter di lantai satu hampir lima belas menit, lalu target berubah mendingan baca buku deh di atas (lantai dua). Naik kelantai dua, mengitari buku-buku best seller yang terpampang di meja paling depan, ternyata tidak banyak yang baru.

Lalu mengitari lagi seputar best seller juga yang berada di dalam, wow ternyata disana lebih banyak. Melihat-lihat tentang buku daftar koruptor Indonesia dikarang seorang mahasiswa ternyata saya tidak jadi begitu bernafsu. Lalu membaca sekilas bukunya jubir SBY bapak Dino Patti Djalal yang berjudul Harus Bisa! tentang biographi seorang presiden Indonesia dalam kancah pemerintahannya dan sedikit bernafsu jadinya.

Tidak lama dari Harus Bisa! karangan Bapak Dino, saya melangkah ke samping ke area yang berjudul Dracula, eh ternyata dracula itu ada dan baru-baru ini saya juga baca pada sebuah thread yang diposting oleh rekan saya di forum AFC tentang keberadaan sang Vlad Dracul, namun saya tidak jadi begitu terpesona dengan buku tersebut dan cukuplah untuk tahu saja.

Berputar dua langkah kesamping saya akhirnya berada di deretan buku-buku agama Islam best seller dimana pasti terpampang buku yang sangat fenomenal mungkin yang berjudul Sang Dokter Cilik. Tak ketinggalan mencari buku yang lain, lihat dan mencermati ternyata ada menarik, masih terilhami juga dengan thread di forum tentang seorang yang bernama Dzulqarnen yang memiliki dua tanduk (sebenarnya bukan tanduk melainkan rambutnya yang berbentuk demikian). Lebih lengkap ulasannya baca saja di postingan teman-teman saya di sini.

Dan ditempat best seller itulah, pijakan saya selama hampir 40 menit untuk membaca uraian dari sang pengarang, yang intinya cukuplah untuk tahu dan memilih kebenaran di atas banyaknya penipuan dan fiktif belaka yang mewarnai kisah sejarah sang legendari kita Dzulqarnen yang memilik kekuasaan dari Barat sampai Timur dunia ini. Semoga Allah merahmati beliau dan termasuk dalam orang-orang Alim. Amiin. Wallahu’alam bish shawab

12 Responses

  1. hana deuh le lagoe…update!

    peu kaneuwoe u gampong?

    Nyang keuh menoe lah akhi, ka jareng deuh lawet nyoe. Bahkan kemungkinan lon tuan akan non aktif dari pergulatan dunia blogger dan forum untuk leubeh kureung selama si thon ukee nyoe dengan berbagai pertimbangan. Memang jinoe siat manteng di gampoeng😉

  2. oia…Nyan RSS atra detik ngen Tempo hana le goe? peu ta gantoe ngen RSS blog lontuan? hihiihihihi

    RSS mungken na bermasalah bacut, teurimong geunaseh atas pemberitahuannya akhi

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: