Enam Perkara Soal Ilmu


Ilmu tanpa amalTAK terhitung minggu ke minggu sudah sampai ke jum’at lagi. Satu hal kewajiban setiap muslim laki-laki yang sudah akil baligh harus menjalankan perintah shalat jum’at berjamaah.

Hari ini topik jum’at yang dibawakan oleh sang khatib hanya satu kata yakni ILMU, dalam pikiran saya ini khutbah pasti panjang. Karena tema khutbah yang pendek bisa berbuah penjelasan yang lumayan panjang. Maksudnya paling panjang dalam hal ini adalah waktunya yang mungkin bisa menghabiskan 30 menit.

Diluar perkiraan ternyata untaian kata-kata dari khatib hanya berselisih 15 menit saja, ada beberapa poin yang bisa ditangkap khususnya mengenai kata ilmu ini. Merujuk pada apa yang diutarakan oleh Imam Ali r.a. dalam pesannya tentang 6 perkara untuk mencari ilmu.

Perkara yang paling utama adalah Cerdas, kenapa harus cerdas? karena setiap manusia yang diciptakan oleh Allah SWT, telah memiliki kecerdasaannya masing-masing walaupun itu mempunyai tingkat yang berbeda-beda.

Kemudian yang kedua yakni Serakah, serakah dalam hal ini dimaksud dengan mencari ilmu namun bukan dalam mencari harta. Keserakahan dalam mencari ini lebih lagi diutamakan pada ilmu agama. Sebagainya mana Nabi telah bersabda, “barangsiapa ingin memperoleh kebahagiaan dunia maka ia harus memahami ilmu. Barangsiapa menginginkan kebahagiaan akhirat ia harus mencarinya dengan ilmu. Dan barangsiapa ingin memperoleh keduanya, mereka juga harus mengejarnya dengan ilmu”.

Lanjut pada poin ketiga yaitu Sabar, ketika kita mencari ilmu pada hakikatnya membutuhkan yang namanya kesabaran. Barang tentu mencari ilmu itu bukanlah barang instan yang kini orang dengan sangat mudah mendapatkannya. Sang khatib memberi contoh bahwa untuk mendapatkan gelar S1, S2 bahkan S3 itu semua gampang bila diperoleh bukan dengan kesabaran. Toh gelar bisa dimainkan dengan segenap kemampuan, kenyataan bisa kita lihat sekarang ini.

Pada tahap ke empat yang dibutukan adalah Biaya, “memang pemerintah mencanangkan wajib belajar 9 tahun. Dimana pun sekarang terdengar dengan pendidikan gratis, gratis dalam arti apanya dulu”, pinta sang khatib. Ketika orang mencari yang namanya gratis belum tentu kepastian yang akan di dapat kedepannya lebih baik daripada yang diiming-imingkan. Namun, untuk sebuah ilmu yang benar-benar bernilai bagi kita pasti membutuhkan pengorbanan yang berarti juga.

Selanjutnya, sang khatib pun masuk pada pesan yang ke empat yakni Guru, jelas disini kita tidak bisa memperoleh ilmu tanpa ada yang bisa membimbing atau orang yang mengarah. Maka dari itulah pentingnya seorang guru yang bisa memberikan ilmu kepada orang lain.

Dan yang terakhir yang pasti tidak akan lepas adalah Lamanya waktu, ini sedikit banyaknya berhubungan dengan pesan yang ke tiga yaitu Sabar. Memang untuk memperoleh ilmu itu membutuhkan waktu, ketika kita ingin menjadi seorang ekonom yang profesional, pasti membutuhkan waktu yang lama untuk belajarnya sehingga tempaan kesabaran harus tetap terjaga.

Lamanya waktu ini bukan hanya pada ilmu duniawi saja, melainkan pada ilmu agama. Sebagaimana Rasul telah berpesan tuntulah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat. Ini menandakan bahwa ilmu itu sudah wajib bagi kita untuk terus mencarinya bahkan sekalipun raga ini telah berpisah dengan jiwanya.

Mungkin ilmu dunia akan terbatas pada satu bagian saja, tapi ilmu akhirat tidak ada batas untuk berhenti mencarinya. Contoh kecil ummul quran yang selalu kita baca setiap lima waktu, pasti membutuhkan ilmu tertentu dengan belajar makhrajal huruf, tajwid dan lain-lain sebagainya.

Maka sudah selayaknya bagi kita untuk terus mencari ilmu dan jangan hanya berhenti begitu saya, bangsa ini bisa maju dan cerdas dengan banyaknya ilmu yang bisa kita berikan untuk orang lain. Itulah pesan sang khatib di akhir khutbah singkatnya.

Demikian khutbah jum’at yang dapat saya utarakan hari ini (30/5) kepada kaum muslimin dan muslimat yang ada dimana pun berada. Semoga bisa bermanfaat bagi diri saya sendiri yang menulisnya dan bagi anda yang membacanya. Amiin ya rabbal’alamin

9 Responses

  1. AMiin ya rabba alamin

  2. Saah satu cara sederhana utk belajar adalah diskusi. Dg diskusi, kita bisa nambah pengetahuan dari mana aja. Apalagi dengan orang yang hobi baca buku..🙂

    Wah ide yang cukup brilian.

  3. Aulia makin keren

  4. > Muhammad Baiquni
    Ah, beben bisa ja deh…

  5. terima kasih kilas balik pelajaran masa kanak-kanak, yang tentu saja
    sebagai patokan kesuksesan mencari ilnmu dari sang bijak

  6. SERAKAH

    maaf kata yang tepat sebenarnya dari kata HIRSIN ( LOBA :JW),

    LEBIH BAGUS DIARTIKAN mencintai

    jadi syarat yang kedua adalah mencintai / senang

    Maaf, ya saya nambahi
    Sumber keterangan tsb di KITAB A LA LA , TAKLIMUL MUTAALIM, yang para santri sudah sangat hapal dengan nadhomnya

    salam

  7. Terima kasih atas masukannya wahai saudara ku…

  8. tinggal cara kita menerapkannya
    dan merubah pandangan
    insya Allah berhasil

    Nah, yang seperti ini lah yang kita harapkan untuk terus bisa menjadi yang lebih baik.

  9. […] Hot Posts FPI & Tragedi MonasFilm ‘ML’ MaluinCore 2 Duo atau Dual CoreHilangkan EgoisTerkait Penutupan YoutubeKenapa Dirimu Begitu Nak [NDPI]Pornografi dan PornoaksiBuat Apa 10 Tahun Reformasi?Ayat-Ayat Cinta The MovieDownloadsMemaknai Bangkitnya Bangsa IniIlmu […]

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: