Memaknai Bangkitnya Bangsa Ini


Setelah sekian lama, khutbah jum’at hari ini akhirnya bisa muncul juga. Dalam beberapa pekan bahkan hampir 3 bulan belakangan ini, postingan untuk khutbah jum’at tidak pernah diangkat lagi. Berhubung dengan berbagai macam alasan dan keperluan serta waktu yang kadang-kadang tidak memungkinkan.

Tema jum’at kali ini masih dengan isu kebangkitan nasional yang dikenal dengan 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Tidak lepas begitu saja, sang khatib juga mengingatkan bahwa momen dan peristiwa yang terjadi pada bulan Mei 2008 ini sungguh luar biasa banyaknya. Hal ini sudah pernah saya tulis pada postingan 21 Tahun Yang Lalu.

Berbagai kebijakan yang bermunculan kini harus dilimpahkan dengan semangat Bangkit, memang sudah sewajarnya kita menjadi sosok manusia yang terus mengkuti perubahan dimana setiap perubahan yang membawa dampak yang lebih baik bukan sebaliknya.

Sang khatib juga sempat memberikan 10 poin penting dimana manusia harus memilikinya, namun saya lupa poin-poin tersebut. Diantaranya adalah sikap toleransi, budaya malu, menghargai, kebebasan, jihad dan lain-lain sebagainya.

Melihat pergerakan budaya dan kultur dari moral bangsa sendiri, tidak dapat dipisahkan bahwa semua itu tergantung dari manusia yang berperan di dalamnya. Kebebesan ekspresi yang kini dipertentangkan juga malah membuat kita harus beradu argumen, kekebasan yang diatur dianggap memcekal daya imajinasi untuk berekspresi namun sayang kebebasan yang hakiki adalah hati yang bisa menjawabnya.

Terkait berbagai kasus Indonesia sangat rentan dengan hal yang berbau moral dan akhlak dalam berbudaya yang baik dan sopan. Teringat dengan aksi dari penayangan film yang mengumbar tayangan berbau pornografi dan pornoaksi seperti pada potingan saya ini. Juga tidak bisa begitu saja bisa ditolerir.

Bangsa yang kuat, tidak bisa maju dengan begitu saja. Terlebih lagi manusia yang ada di dunia ini semua harus berlaku untuk saling menghargai dan menghormati. Pesan sang khatib seperti yang tersurat dalam al hadis riwayat Muslim kalau tidak salah.

Ketika beliau sedang berkumpul dengan para sahabatnya, suatu ketika datanglah serombongan para pengusung jenazah lewat di depan Rasul dan para sahabatnya. Tahu adanya rombongan membawa jenazah lewat di depannya, Rasul berdiri untuk memberi penghormatan kepada jenazah yang lewat. Perilaku ini serentak diikuti oleh para sahabatnya.

Setelah rombongan jenazah itu lewat, salah seorang sahabat bertanya kepada Rasul. “Ya Kekasih Allah, mengapa engkau berdiri dan memberi penghormatan kepada jenazah yang lewat tadi? Padahal jenazah itu adalah jenazah kaum Yahudi.” Rasul pun menjawab dengan arif. “Bukankah ia juga manusia seperti kita?”

Banyak kisah dan pelajaran dari apa yang telah Nabi Muhammad berikan kepada kaumnya, namun kearifan untuk kita selalu menghargai orang lain ini semakin hari kian menyusut.

Semoga pesan singkat dari khutbah jum’at kali ini bisa memberikan sebuah acuan bagi kita kaum muslimin dan muslimat untuk selalu memberikan yang terbaik bagi diri pribadi dan juga bagi bangsa kita yang insya Allah akan terus bangkit dari segala macam keterpurukan. Amiin ya rabbal’alamin

5 Responses

  1. Ini benar2 orang yg mendengar dan menyimak khutbah jumat tanpa lambat seperti yg lain….

    Salut….
    Keep istiqamah

    Insya Allah doamu wahai saudara untuk kita semua di sini.

  2. bangsa ini g akan bangkit2 mas..

  3. di pelajaran manajemen saya diajarin untuk memanusiakan manusia..
    artinya mengerti manusia dan keinginannya
    insya Allah kita dapat menjadi orang yang dapat memahami manusia lainnya..
    agar terhindar dari segala konflik, beda pendapat, dsb

  4. > Okta SIhotang
    Bagaimana bisa ya? berarti bangsa ini telah mati dong.

    > Wahyu Reza Prahara
    Berbeda untuk kebersamaan.

  5. Jangan menghindari konflik tetapi mendeteksi kemungkinan konflik dan menyelesaikan kemungkinan konflik tersebut sebelum berubah menjadi konflik.

    Makna kebangkitan ini harus menjadi tolak ukur apakah kita negara kita sudah menjadi baik atau sebaliknya

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: