Fitnah “Besar” Kembali Lagi


Di negara penghasil gandum terbesar di dunia, kabar duka membuat umat di hampir seluruh negara geram dan bersuara. Fitna, ya itulah sebuah nama film yang dibuat oleh seorang anggota parlemen dari Partai Kebebasan di Belanda, film yang berdurasi 15 menit seperti yang diperlihatkan dari awal film itu berlangsung membuat para umat-umat agama di negara ini mengelus-eluskan dada.

Film yang digarap sudah lama oleh seorang politikus ini ternyata baru dirilis hari kamis waktu setempat dan dipublis di media-media seperti internet pada hari jum’at waktu Indonesia. Tidak berlama pun isu itu telah tersebar bak air yang mengalir di sungai yang memasuki liku-liku bebatuan.

Sebelum film ini dirilis pada publik pada waktu setempat, perdana menteri Belanda telah meminta Geert Wilders si pembuat film dokumenter ini untuk tidak menyebarkannya di negara Belanda apa lagi ke negara-negara lain. Mengingat anggota parlemen termasuk PM Belanda tidak setuju terhadap isi dari film tersebut yang terlalu menyudutkan agama lain.

Ternyata harapan mereka dari parlemen, disia-sia oleh Wilders. Film tersebut dengan sangat santainya memasuki internet melalui situs-situs sharing video (youtube, live leak, dsb). Berbagai aksi kekerasan dalam film yang berdurasi 15 menit disampaikan Welders dengan menyandang berbagai ayat-ayat suci Al-Quran. Tak luput dari itu, Welders secara gamblangnya menerjemah ayat-ayat suci tersebut dengan “sebutan” yang anarkis, hal terlihat dari sudut pandang dia mengambil ayat-ayat berisikan tentang perjuangan atau jihadnya umat Islam.

Selain ayat-ayat yang dipaparkan dalam tanyangan tersebut, Wilders juga mengambil rekaman-rekaman orasi, eksekusi dari berbagai kalangan-kalangan pejuang Islam yang menggambarkan betapa semangatnya mereka meneriakkan (jihad, red) agama sambil menghunuskan pedang, dan lagi-lagi si Wilders melecehkan akan isi dari orasi tersebut.

Lalu apa yang terjadi sekarang ini di berbagai belahan dunia atas reaksi dari film yang berdurasi 15 menit tersebut? Jawabannya hanya satu yakni teriakan keras untuk menuntut Wilders dari perbuatannya yang dinyatakan sangat bersalah. Dan tentu teriakan-teriakan lainnya masih ada, namun itulah yang paling umum kita lihat dan dengar sekarang.

Berbagai media cetak dan elektronik kian gempar dengan berita tersebut, tidak ketinggalan suara-suara dari para ulama, pejabat, ormas dan lain-lain sebagainya terhampar di media. Mungkin bagi media ini adalah fokus utama dari memberikan rate/hit dalam berita. Namun, sebaliknya media internet seperti situs-situs sharing video tidak ketinggalan pun mengalami dilematis atas reaksi tersebut, youtube.com yang terkenal dengan media sharing salah satunya mendapat reaksi keras untuk ditutup dari berbagai pihak dengan adanya tanda flag video (video-video yang bernilai tidak layak publish) dari para penonton yang menilainya.

Bagaimana dengan si pembuat film saat ini? yang jelas dia telah dilepas (pecat) dari parlemen Belanda dari keanggotaannya. Memang Indonesia yang mayoritas muslim menilai hal ini adalah cobaan bagi agama dari serangan secara non physically melainkan metode baru dalam peperangan ghazwul fikri.

Kesabaran yang diuji merupakan salah satu jalan untuk bertaqarrub kita kepada Allah dari segala musibah dan cobaan. Memohon doa, jangan hanya teriakan saja. Allah cinta akan hamba-Nya ketika hamba-Nya selalu ingat dan selalu memohon ampun dengan penuh kerendahan untuk mendapat ridha Allah SWT.

NB: Tulisan ini sudah dipublikasikan di SeNat (Selembar Nasehat) FUKI tanggal 3 April 2008

9 Responses

  1. maaf, anda harusnya belajar bahasa indonesia lagi

  2. pelajari kembali tata bahasa indonesia

    Terima kasih atas masukan dan sarannya

  3. @ikssan
    wah km kayak DPR kita aja, ga’ mendalami isinya malah ngritik ttg formalitas bahasanya. (mungkin bentar lg km akan nulis kritikan buat aku ttg cara nulisku yg g’ sesuai EYD) haha
    @penulis
    aku setuju banget dg anda, umat islam tu sebenernya kn cm bereaksi atas agresi yg dilakukan. kalo mreka mengekspos tentang hukuman pancung thp musuh, lalu knp g’ diekspose jg peristiwa2 pemerkosaan thp sodara muslimah kita, penembakan thp anak-anak palestina yg tjd hampir tiap hr, ato mungkin hrs juga diekspose bagaimana agresor memperlakukan tahanan dan mengeksekusinya. mungkin kita terlalu sering nonton film Rambo sehingga mnganggap eksekusi yg dilakukan agresor dengan senapan lebih berperikemanusiaan drpd yg dilakukan pejuang kita dengan pedang.
    Belum lg tuduhan serangan 911 yg tnyata diungkap sendiri sm wartawan amerika bahwa ada konspirasi dan banyak keganjilan dlm serangan 911. (kebetulan saya sudah melihat cd uraian seputar keganjilan ttg kejadian 911).
    o ya. klo sempet ngasi komen jg ya di azzakky.wordpress.com thanx

  4. azzaki yang pintar, tau dari mana saya tidak mendalami isinya?

  5. @ikksan
    waduww saya bkn orang pinter (dukun kaléé) hehe.
    jangan-jangan pertanyaan retorik ya?! brarti ga’ perlu dijawab kn…😉 yach syukur kalo sampean juga mendalami isinya.

  6. @Ikksan
    Iksan yang baik kesalahan dalam diri manusia itu wajar apalagi tulisan saja, kalau memang salah tegurlah dengan kasih sayang jangan dingin banget gitu!

    Untuk saudara tata komentar anda sudah saya edit

  7. sorry ralat tadi @ Ikksan

    • ok, sudah di ralat…

  8. salam kenal semua….

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: