The Fitna


Semaraknya dunia perfilman di Indonesia ternyata berbuah kejutan besar sebut saja AAC yang sudah mencapai 3,5 juta penonton di Indonesia yang mengalah film-film bioskop lain sepanjang sejarah dunia lebar di Indonesia. Berbagai kalangan pun tidak luput dari tontonan AAC mulai dari masyarakat jelata sampai Pak SBY juga tidak ketinggalan.

Hari jum’at kemarin (28/3) ternyata kesemarakan tersebut membuahkan kemarahan bagi umat Islam seluruh dunia terhadap anggota parlemen Belanda yang bernama Geert Wilders. Hal tersebut mencuat dari isu adanya film Fitna yang akan dirilis jum’at tersebut, padahal pihak PM di Belanda sudah meminta untuk tidak merilis film tersebut karena terkait ancaman kemarahan umat Islam terhadap film tersebut.

Bukan saja umat Islam sebenarnya yang geram terhadap film tersebut, melainkan pihak-pihak agama lain juga melarang keras film itu untuk beredar di kalangan bebas. Sehingga efek emosi umat Islam tidak menjadi peperangan dengan pihak-pihak lainnya.

Apa sebenarnya isi dari film tersebut? bagaimana seharusnya hal ini disikapi oleh masyarakat muslim dunia. Untuk melihat film tersebut anda bisa mencari atau searching di google atau langsung di youtube.com. Isi dari film ini adalah sebuah kontroversi dari si pembuat film Geert terhadap kebenciannya pada umat Islam yang sudah sejak lama dipendam dan belum bisa di buat dalam bentuk media audio visual, apakah ini ada terindentifikasi dengan masalah politik juga?.

Dilihat dari latar belakangnya sendiri memang Geert adalah anggota parlemen (dewan) Belanda yang berasal dari fraksi Partai Kebebasan, sebelum film itu dirilis pada hari jum’at kemarin, PM Belanda dari partai Kristen Demokrat sendiri menolak atas tindakan Geert terhadap film tersebut yang menilai Islam sebagai umat “brutal” serta menampilkan ayat-ayat Al Quran yang tidak di dasari atas tafsiran yang benar.

Semoga dari kejadian ini yang diharapkan adalah umat Islam untuk menahan diri dan jangan terpancing dengan emosi, karena bisa jadi Geert Wilders adalah turunan raja Fir’aun laknatillah. Wallahu’alam

17 Responses

  1. ternyata fitna itu memang berasal dari fitnah yang bertujaan untuk mengadu domba muslim. bagaimana kinerja pemerintahan belanda, kenapa filem yang bertujuaan untuk mengadudomba itu bisa di tayangkan. dahulu dengan gambar karikatur nabi muhammad sekarang kaumnya.
    kita sebagai kaum muslim janganlah terlalu ditanggapi, film tersebut haruslah kita jadikan sebagai kritikan yang membangun supaya kita lebih baik lagi dikemudian hari. dan jangan menjadikan film tersebut, kaum muslim diseluluh dunia dipandang buruk atau pun dilecehkan seperti itu.

  2. Kelanjutan cerita dari film karya Geert Wilders adalah dia mendapat pemecatan dari anggota parlemen Belanda, dari reaksi dunia sendiri sampai saat ini masih marak dengan unjuk rasa oleh berbagai kalangan (muslim dan non muslim) termasuk di negara Belanda sendiri.

    Baca berita lainnya di alamat :
    (http://www.berita8.com/news.php?cat=1&id=333)

    ~Bisa jadi Wilders adalah sasaran DPO (Daftar Pencarian Orang) dari sebagian ormas.

  3. Orang yang salah dan kalah selalu menjelek-jelekkan lawannya. semakin dia menjelekkan semakin berkurang nilai nya. kasihan banget….. sudah dipecat dari anggota parlemen, dihujani kritikan dari penjuru dunia lagi. penasaran apa yang ada di fikirannya saat membuat film ini … penasaran lagi siapa back-up an nya.

    back-up dari ini semua kayaknya sudah kebaca deh

  4. tapi kalau menurut teman saya, film ini ada sisi positifnya yaitu setidaknya kita dapat menambah motivasi kita sbg umat muslim untuk bertindak lebih baik lagi…

  5. hmm oke…..
    fitna artikel

  6. LAGI-LAGI OKNUM POLISI YANG DI FPI MELAKUKAN KEBRINGASAN

    Wah ! Lagi terjadi kekerasan a la jaman kegelapan.

    Seharusnya bukan FPI yang dilarang di Indonesia, malah Islam seharusnya dilarang di Nusantara karena idiologi ini hanya menyulut kebencian dan membuat keonaran, kerusuhan, anarki yang membuat masyarakat Indonesia resah.

  7. Waduh om Rustan, bener ini maksud tulisan anda:

    Seharusnya bukan FPI yang dilarang di Indonesia, malah Islam seharusnya dilarang di Nusantara karena idiologi ini hanya menyulut kebencian dan membuat keonaran, kerusuhan, anarki yang membuat masyarakat Indonesia resah.

    Apa gak sebaiknya direhab dan diresap dulu…

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: