• Kicauan Terakhir

    • RT @ompian: Melek internet rupanya tak terbatas bagi penderita gangguan jiwa, paket internet lebih penting daripada makan, katanya. 7 hours ago
    • RT @iloveaceh: Gajah Sumatera yang hidup di Hutan Leuser, merupakan Satwa yang harus dilindungi agar tetap terjaga kelestariannya #CareLeus7 hours ago
  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Mesin oven on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on The Light of Aceh – Caha…
    mengejarmimp1 on The Light of Aceh – Caha…
    androidtechnicia on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Safprada on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Perang Tarif Never Die


Perang harga tarif telekomunikasi seluler di Indonesia hancur habis, mulai dari syarat dan ketentuan sampai tidak peduli “kasih”. Bayangkan saya mulai dari permainan awal XL dengan tarif Rp. 1/detik untuk pasca bayar dan meng-update diri dengan pra bayar dengan Rp. 0,1/detik. Lalu bagaimana dengan nasib Telkomsel yang lebih awal PeDe dengan simpatinya, ternyata masih tetap membanggakan diri dengan Rp. 0,5/detik. Ini pun tidak lepas dari masa berlakunya yang sempat dipajang sampai 31 Maret 2008. Saya yakin ini tidak hanya sebatas akhir Maret lagi melainkan terus akan diperpanjang.

Kalau melihat iklan yang konyol dan kocak abis, terbayangkan betapa gilanya manusia XL yang nekat kawin ama monyet, terus ternyata perkawinannya masih bisa dikalahkan dengan si IM3 yang berani angkat harga Rp. 0,01/detik. Memang Indosat tidak mau ketinggalan dengan si XL yang kawin ama monyet. Serta menancapkan harga matinya di Mentari dengan nominal NOL rupiah. Dasar semua operator cari “untung” yang gak bakalan buntung-buntungnya.

Bila melihat dari ilmu yang kita pelajari saat ini, berbisnis yang baik dan terarah adalah yang paling tidak mempunyai etika dan moral, namun dari penglihatan berbagai pengamat komunikasi menilai hal ini dalam mempromosikan produknya sungguh tidak ada “titik etikanya lagi”. Sebut saja blak-blakan dengan iklan yang satu ini maupun yang ce-esannya yang lain dengan frekuensi yang sama (CDMA – Teknologi Mobile bisa masuk juga kesini rupanya).

Perhatikan salah satu features berikut ini yang katanya lagi memimpin di berbagai klasemen operator dengan tingkat “kebohongan” publik yang bisa untung.

Bagi sesama bukanlah sebuah kebanggaan, namun bagi yang lain tentu bisa kebohongan yang “terselubungi”.

Nah, kelihatankan bohongnya. Jika anda ingin mencari sebuah riset yang bermartabat dan berharkat. Maka ikutilah riset masalah telekomunikasi operator di Indonesia, dijamin anda akan menjadi orang hueeeeeebat. Berikut bagi yang penasaran dengan nomor awal seluler Indonesia, saya sajikan biar ketahuan dari operator mana (Kamu Ketahuan).

One Response

  1. […] Perang Tarif Never Die […]

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: