• Kicauan Terakhir

    • RT @ompian: Melek internet rupanya tak terbatas bagi penderita gangguan jiwa, paket internet lebih penting daripada makan, katanya. 7 hours ago
    • RT @iloveaceh: Gajah Sumatera yang hidup di Hutan Leuser, merupakan Satwa yang harus dilindungi agar tetap terjaga kelestariannya #CareLeus7 hours ago
  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Mesin oven on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on The Light of Aceh – Caha…
    mengejarmimp1 on The Light of Aceh – Caha…
    androidtechnicia on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Safprada on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Hamba Yang Lemah


Hari ini adalah catatan sejarah dalam hidup seorang mahasiswa, mendapatkan sesuatu dorongan atau motivasi yang begitu “berkilau”. Tak heran bila hal ini menjadi sebuah makna tersendiri berharga, dimana tumpuan saya sebagai seorang manusia pasti memiliki titik kelemahan yang mungkin saya sendiri luput dan lupa atas hal tersebut.

Sekilas menbaca buku harian hari ini, sungguh menggetarkan dengan sebuah tulisan kecil yang tak pernah terpikirkan sebelumnya menjadi sebuah pembangkit untuk saat ini. Namun, bukan hanya sesaat melainkan ini bisa untuk selamanya.

Hari-hari saya dalam hampir 3 pekan ini memang sungguh suatu “permainan”, yang paling utama adalah waktu yang terlalu terburu dan sifat kemahasiswaan yang selalu sering menunda akan sesuatu pekerjaan. Ini terbukti dengan adanya sebuah refleksi dari orang lain yang ternyata masih sangat mengharapkan saya untuk menjadi yang terbaik di dunia ini dan terkecuali juga kasih sayang Allah SWT yang insyaAllah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya.

Suatu hal yang paling menjadi kebanggaan kita hidup di dunia fana ini adalah kasih sayang Allah, yang tidak akan pernah lepas. Hal ini juga tercantum dalam sebuah ayat Al-Quran surat Al Baqarah ayat 286 dimana Allah telah berjanji tidak akan memberikan beban yang lebih kepada hamba-Nya sungguh dari batas yang telah ditentukan.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Itu menjadi dasar sebagai sebuah keyakinan (haqqul yakin) untuk menjadi hamba yang terbaik disisi-Nya.

One Response

  1. assalamu’alaikum.salam kenal http://www.highspace.wordpress.com

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: