• Kicauan Terakhir

    • RT @ompian: Melek internet rupanya tak terbatas bagi penderita gangguan jiwa, paket internet lebih penting daripada makan, katanya. 7 hours ago
    • RT @iloveaceh: Gajah Sumatera yang hidup di Hutan Leuser, merupakan Satwa yang harus dilindungi agar tetap terjaga kelestariannya #CareLeus7 hours ago
  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Mesin oven on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on The Light of Aceh – Caha…
    mengejarmimp1 on The Light of Aceh – Caha…
    androidtechnicia on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Safprada on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Bermain Dengan Frekuensi


Mari berbicara mobile, hmm. Kali ini sang dosen memberikan tugas dengan format nomor soal yang baru, yakni memperhitungkan 2 digit terakhir dari NPM serta di module 15 (ada 15 soal maksudnya). Aneh dan aneh, tapi ya sudah mari kita berbagi ilmu sebagai catatan untuk hari depan. Dan ini adalah beberapa soal yang kebetulan saya mendapatkannya dari 2 digit terkahir NPM saya (79). Check this out!

Mengapa ITU-R (International Telecomunications Union – Radiocommunication) hanya mengatur frekuensi “rendah” (cuma beberapa ratus untuk GHz) dan mengapa tidak frekuensi tinggi (sampai jarak THz).

My Answer: Hal ini disebabkan karena frekuensi yang mempunyai jarak seperti THz misalnya infrared, biasa sangat mudah terhambat oleh penghalang, maka hal ini sangat mengganggu saat ada sebuah pengiriman data (transmission). Dengan demikian, untuk menjaga pengiriman data (transmission) digunakanlah standard keamanan seperti pemancaran laser yang berbahaya. Sebagian besar sistem radio tetap melebihi frekuensi 100 GHz dan ini tidak begitu tinggi dalam menghasilkan frekuensi bila dibandingkan dengan jarak frekuensi dari THz masih sangat rendah.

Terus lanjut ke pertanyaan selannjutnya: Coba anda lihat perubahan yang ada pada diagram gambar 2.29 (hal 52) dari representasi titik-titik tersebut terdapat bit pola-pola Phase Shift Keying (PSK). Bagaimana receiver dapat menentukan bit pola-pola yang dikirim ketika diterima oleh titik yang lain antara satu titik dengan titik yang lainnya di diagram tersebut?

My Answer: Receiver mungkin akan melakukan pengecekan jarak antara titik penerima dan titik yang berada disampingnya (neighbouring). Disini receiver juga akan memilih “tetangga” mana yang akan ditutup pengaksesannya bila data yang asli dikirim telah mewakili dari titik yang telah dipilih oleh receiver.

Mengapa sangat sulit kode ke kode lainnya dalam melakukan proses perpindahan?

Lasr Answer: Karena ada beberapa titik-titik lainnya juga yang menggunakan skema dari PSK yang mencoba mengganggu pengiriman dari perpindahan titik tersebut dengan titik yang lain di atasnya. Seandainya ada celah titik yang paling kecil antara celah-celah lainnnya maka akan terjadi gangguan selama data dalam pengiriman, kesempatan lain yang sangat tinggi kemungkinannya adalah saat data yang diterima melakukan pemetaan yang salah ke titik-titik di diagram sehingga mengakibatkan konstelasi (pengumpulan data disatu titik). Perlu diingat bahwa kode dalam PSK merupakan data, maka titik-titik yang terjadi konstelasi pada diagram merepresentasikan kode tersebut. Kode-kode tersebutlah yang akan mengirimkan datanya.

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: