Dendam Sesaat Benbuntut Kematian


Masih ingat dengan kejadian semifinal Liga Indonesia Djarum Super (6/2) di stadion kebanggaan pecinta sepakbola Gelora Bung Karno. Mungkin kejadian yang menewaskan karyawan swasta pendukung JakMania Persija Jakarta dan bentrokan lainnya sudah menjadi saksi mati bagi stadion GBK ini. Banyak kalangan kini menyoroti kinerja PSSI selaku badan tertinggi dalam dunia persepakbolaan di Indonesia sampai ketingkat Menteri Pemuda dan Olahraga, namun apa sebaliknya yang bisa PSSI lakukan untuk menciptakan perdamaian dalam rangka kerja mengantisipasi supporter yang sering bertindak anarkis dan brutal tersebut?, Jawabannya bertindak tegas.
Kasus kematian supporter JakMania ini, diduga sarat dengan aksi balas sesaat berdasarkan informasi yang berhasil ditemukan oleh berbagai media cetak/elektronik, dendam ini terjadi saat pendukung Persipura Jayapura diejek oleh pendukung Persija saat mengalami kekalahan dari PSMS Medan dalam babak semifinal Copa Indonesia. Dan alhasil semua kalangan di Indonesia menilai persebakbolaan di Indonesia ajang hanya sebatas mengadu “sportisme” brutal bukan sportivitas dalam berolahraga untuk berkompetisi. Sungguh disayangkan bila hal ini terus menggrogoti tubuh badan PSSI dan BLI yang bertanggung jawab atas Sepak Bola Indonesia dan bersiap juga malu di mata nasional bahkan ke tingkat internasional (FIFA).
Semua itu butuh proses, banyak supporter yang membuat perjanjian untuk berlaku damai dalam menyaksikan pertandingan, namun sayang perjanjian tinggallah perjanjian sebatas di mulut dan kertas saja. Dan poin penting lainnya adalah bagi pemain, karena tidak semua supporter klub-klub di Indonesia bertindak anarkis melainkan pihak pemain sendiri juga sangat kuat dengan rasa gengsi dan emosional tinggi. Serta buat JakMania tetaplah waspada jangan sampai timbul dusta di antara kalian berdua (Persipura Jayapura).
Karena efek ini bisa menjadi faktor-faktor lain yang akan menghancurkan persatuan bangsa. Tidak ada kata untuk Hidup Persepakbolaan Indonesia, melainkan Waspada Persepakbolaan Indonesia karena bisa jadi Sepak Bola Indonesia dihentikan.

One Response

  1. Salam Peace buat semua The Jak Mania…
    Walaupun gw anak Tangerang, gw tetep dukung Persija sampe gw mati…

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: