Tersungkurnya Umar


emas dinar

Ilustrasi dari tendaweb.com

RINTIKAN hujan yang mewarnai jum’at kali ini membuat suasana terasa lebih dingin, terlebih dari itu hujan kali ini menjadi rahmat dan berkah dari Allah SWT. Namun, seperti yang kita tahu hujan yang sejak malam tadi hingga kini telah menyebabkan beberapa titik di Jakarta pada hari awal bulan ini (1/2) tergenangi air setinggi 30 cm – 50 cm tepatnya di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan serta Istana Kepresidenan.

Kembali seperti jum’at-jum’at yang lalu, tema khutbah jum’at kali ini masih dalam rangka akhir dari bulan Muharram serta umur dari manusia (mungkin sang khatib masih terinspirasi dengan meninggalnya mantan Presiden Soeharto).

Adapun yang menarik dari khutbah jum’at hari ini adalah seperti pada umumnya mengingatkan kita pada arti hidup ini sebelum tiba saatnya kita berpulang ke alam barzah dimana ruh dan jasad akan terpisah. Serta sebuah kisah menarik di zaman pemerintahan Umar bin Khattab yang dikenal sebagai ulul amri yang penuh dengan kesederhanaan dalam menjalani sebuah kepemerintahan serta dalam kehidupannya sebagai orang tertinggi di sebuah negara.

Dikisahkan ketika Umar bin Khattab memerintah, pada suatu hari beliau mendapati anaknya yang pulang dari sekolah menangis tersedu-sedu. Umar bertanya pada anaknya, “wahai anakku kenapa kamu menangis?”. Anak Umar menjawab, “wahai ayahku kenapa aku menangis, disekolah aku diejek oleh teman-teman karena pakaian seragamku yang penuh dengan tampalan-tampalan sehingga aku tidak pantas sebagai anak seorang pemimpin negeri ini“.

Umar pun tidak tinggal diam, dengan sedikit usaha Umar melayangkan suratnya kepada bendaharawan negara untuk bisa meminjamkan uang senilai 4 dirham dan setelah tempo satu bulan dia akan mengembalikannya.

Kemudian setelah Umar menyurati kepada bendaharawan negara, beberapa waktu kemudian Umar mendapat balasan yang isinya, Wahai Umar bagaimana aku (baca: bendaharawan) bisa memberimu uang senilai 4 dirham dalam tempo sebulan nanti kamu akan mengembalikannya, sedangkan kamu sendiri tidak tahu kapan dirimu akan hidup di dunia ini, dan bagaimana nanti bila uang ini tidak ada yang mengembalikan lagi.

Saat itu juga Umar tersungkur mendapat jawaban seperti itu dan teringat akan wafatnya kelak belum tentu satu bulan kedepan apalagi besok hari pun dia belum tentu tahu. Ketika mendapat surat itu pula Umar menyampaikannya kepada anaknya, bahwa dia belum bisa menjamin kelak hidupnya sampai kapan untuk hidup di dunia ini.

Begitulah singkat cerita dari Umar yang sedikit memberikan gambaran kepada kita, bahwa kehidupan yang kita alami sekarang tidaklah lepas dari apa yang telah Allah tetapkan dalam ketetapannya (Lauhul Mahfuzh) kepada Malaikat Maut untuk setiap saat menjemput kita untuk meninggalkan dunia ini. Karena panjang umur yang sebenarnya kita miliki tidak lepas dari amal yang kita punya selama berada di dunia.

Sedikit menyimpang dari tulisan di atas, sebenarnya umur yang kita lewati ini bukanlah makna yang memiliki arti panjang umur seperti yang kita mohon pada Allah SWT. Melainkan disetiap umur yang Allah berikan, mari kita mohon keberkahan-Nya dalam setiap amal perbuatan yang kita kerjakan. Karena bisa jadi umur yang panjang diberikan Allah belum menjamin adanya keberkahan dari Allah sehingga hidup ini bisa jadi sebuah perjalanan yang tidak ada arti sama sekali untuk siap menjumpai batas waktu nanti. Wallahu’alam

Akhir kata dari sang khatib tidak lupa memohon kepada Allah SWT, agar semua kaum muslimin dan muslimat dapat menikmati hari akhir (sahkratul maut) dalam keadaan khusnul khatimah. Amiin yarabbal ‘alamin

3 Responses

  1. Kalo pemimpin sekarang kagak perlu pinjem uang sama kas negara, cukup nagih jatah proyek saja.😥

    itu mah sudah lumayan atuh, belum uang gono-gini (masyaAllah)

  2. jajan pucuk

    what is the maksud ifa?

  3. aminnnnnnn….
    lam kenal ya…

    Lam kenal juga deh

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: