Tiga Tahun Tsunami


Peringatan TsunamiTIGA tahun yang lalu tepatnya tanggal 26 Desember 2004, musibah yang menimpa lebih dari 200 ribu nyawa manusia hilang diterjang ombak besar di ujung barat pulau sumatera. Kesedihan yang tiada terkira mengisi semua jiwa manusia di bumi ini, tak mengenal tua dan muda, dalam dan luar negeri. Semua mata tertuju padanya, Aceh dan Nias.

Kilas balik cerita 3 tahun yang lalu, saya sangat bersyukur sampai saat ini musibah tersebut telah membuat memori terindah selama hidup di dunia ini. Walaupun kenangan itu terasa pahit dan duka, namun tidak membuat rasa syukur saya kepada Allah SWT kurang dari segalanya. Hidup dan nyawa yang telah Allah berikan, bukan sesuatu yang biasa-biasa saja. Hanya dalam 3 menit, ratusan jiwa manusia telah pulang ke hadirat-Nya. Kadang kita lupa akan perjalanan hidup ini, kadang pula kita kurang bersyukur atas nikmat-Nya.

Betapa dahsyat peristiwa yang dinamakan tsunami ini bisa “membunuh” sekalian manusia, Aceh, Nias, India, Thailand dan negara-negara lainnya. Namun, satu berkat yang sangat terlihat ketika semua orang menilai tsunami adalah sebuah ujian untuk Aceh yang selama ini dikenal Serambi Mekkah. Kenapa harus Aceh yang menjadi pilihannya? apakah orang Aceh pada waktu itu telah ingkar kepada Allah SWT seperti kaum-kaum yang terdahulu ataukah Aceh sudah luar biasa maksiatnya? Wallahu’alam.

Belajar dari pengalaman musibah yang saya alami bukan menjadi sebuah titik balik untuk bisa selalu dikenang, melainkan sebuah momen yang bisa membuat hidup ini lebih dari kemuslihatan umat. Bukan topeng belaka yang hanya dikenal orang sebagai daerah yang penuh dengan teriakan-teriakan “Syariat Islam” dan juga satu lagi mereka para “WH (Wilayatuh Hisbah)”.

Pergi Untuk Selamanya

Teringat dulu ketika masih dikelas tiga SMA, beberapa waktu yang lalu ketika membuka-buka file tentang masa SMA terlintas dengan mereka para teman-teman yang selalu menemani hari demi hari sampai waktu perpisahan sesungguhnya memisahkan kami. Ada sebuah file dokumen ketika saat itu saya dipercayai untuk membuat daftar piket kelas. Inilah hasil rekapan dan insyaAllah muka-muka mereka masih selalu terbayang.

Amiruddin, Andi Saputra (Alm), Dedi Oktaviadi, Reza Fahlevi, T. Munazar Fadhli, Teuku Ferry Fadly, Yulia, M. Rizki, Rizki Hariadi (Alm), Raudatul Ulva, Ulfah Fadillah, Erna Muliana, Dewi Susanti, Eka Mardiana, Desy Maulida, Fera Annisa, Neta Suryani, Siska Masnanda, Rina Maya Sari, T. Fachnuzal, Farid Saputra, Mirza Wijaya, Stevan Riza, Syifaul Qalbi, M. Ravsanjani, Sudirman, Suwardi, M. Yasin, Asmaniar, Sri Ayu, Efrina Lestari (Alm), Susianti, Meilinda, Putri Rizky, Sheila De Tiroina, Merlinta Anggilia, Jurtawani, Yurika, Vinda Puri Orchianda (teman-teman kelas 1).

Vivi Novalia, Nurhasanah, Rahmawati, Putri Risda Juwita, Dwi Septi Asih Fitri, Cut Yunita Sari Nur (Alm), Mula Juliana, Eny Sahara, Fera Astriya, Rizfani, Eka Mardiana, Erna Muliana, Eni Andriani, Fera Annisa, Sheila De Tiroina, Aulia Fitri, Andi Saputra (Alm), Rizki Hariadi (Alm), Mirza Julian Saputra, Maimun Bahri, Rinaldy (Alm), Susianti, Merlinta Anggilia, Jurtawani, Oriza Sativa, Uly Hafnita, Mutia Salma, Dian Fitri Wahyuni, Mulya Rizkina (Alm), Cut Riza Alastri Putri, Sri Wahyuni, Misna Yanti, Fajrianti, Siti Nurhaliza, Opi Yanti, Putri Rizki, Andika Mismal J, Faaizin, Andi Saputra M, Hafidh Daiyana, Putra Hidayat, Zulfikri (teman-teman kelas 2).

Merekalah yang telah menemani saya selama dua tahun penuh di sebuah SMA daerah Kampung Mulia, saat kami kelas tiga mereka juga ada sebagian besar masih bersama disudut bangunan kelas paling ujung (kini sudah tiada). Kenangan ini sungguh luar biasa, layaknya masa-masa paling indah di SMA.

Selamat jalan pahlawan muda, semoga jiwa dan raga kalian mendapat kemuliaan disisi-Nya.Amiin. Do’a kami untuk semua jiwa yang telah pergi. Allahu Akbar.[]

9 Responses

  1. aulia,,,,
    i do miss all our moments in sumndoe with all our friends..

    masih ingat yah…syukur dah🙂

  2. aulia………….the story so sweet…
    ur the best friend…
    kpn2 qta kaum 1-1 reunian ya,,,,,,,,,
    kngen bgt ne………………….

  3. kangen lamno…..

  4. 3 tahun tsunami… Semoga kita dapat mengambil hikmah dari sebab dan akibat yang terjadi mengapa tsunami melanda Aceh ( berarti Tuhan masih memperhatikansayang dengan negeri Aceh )…..bukan Israel

  5. >>> merlinta
    Kenangan terindah yang tak pernah kulupakan

    >>> ocit
    where are u now sob?

    >>> lamno
    jadi pengen ke portugis alian Lamno

    >>> Baka Kelana
    Aceh Lon Sayang…

  6. hey…. bradeur…
    dulunya SMU dua juga?
    sama kita….
    aku letting 04. letting 05 ya?
    salam kenal bradeur..🙂

    • iya bro…
      salam kenal kembali🙂
      IPA berpa dulu ya?

  7. Mohon maaf saya mau tanya. Iyu temennya ada yg namanya Mirza Wijaya kan. Yang namanya Mirza Wijaya masih hidup kah? Punya kontaknya gak ya? Soalnya saya mencari teman SD saya di SD negeri 22 Banda Aceh bernama Mirza Wijaya. Klo ada info mengenai Mirza, saya minta tolong dikirim kw email saya di: dikosahaja@gmail.com

    Trims sbelumnya

    • Mohon maaf Diko, jika memang iya ini Mirza Wijaya yang dulu pernah tinggal di Lampulo (jika saya tidak salah) dan asal SMAN 2 Banda Aceh saya benar-benar juga “lost contact” hingga sekarang.

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: