Perjalanan Hari Ini


Perjalanan hari ini sungguh menjadi yang kedua kalinya dalam tahun 2007 ini. Dengan sedikit perbedaan waktu perjalanan sebelumnya, perjalanan ini sungguh memberi nuansa yang melelahkan.
Dimulai dari malam persiapan (packaging) sampai waktu penerbangan tiba (take off). Malam hari setelah menyelesaikan tugas dari Reni (Fisip Ilkom) sekitar jam 19.00 WIB, langsung saya bersama Ilman menikmati makanan ALO di Barel. Yang pasti hasil bayaran dari “upah” Bikin website tugasnya anak Fisip. Buah dari makan malam itu juga, kami berdua Ilman dapat kenalan teman baru anak-anak Ilkom 2005. Luar biasa.
Makan malam pun berlalu, hampir setengah jam. Tepat jam 21.00 WIB, saya dan Ilman come back ke kampus (tujuan shalat Isya dan ke ATM FIB). Cuaca mendung pun menyelimuti malam terakhir saya –untuk sementara– di Fasilkom kampus UI. Setelah dua tugas selesai (shalat Isya dan ke ATM). Langkah untuk pulang segera dilaksanakan. Tepat jam 22.00 WIB tiba di kosan, masyaAllah ternyata kain jemuran pun siap menanti untuk diluruskan (disetrika maksdunya) -dasar nasib anak kosan. Namun, tidak lama berselang setelah mengangkat jemuran dan mendung yang pekatnya malam, sang hujan dengan bergerombolan pun datang dengan cerianya.
Apa dikata malam hujan deras itu, terpaksa dilewati dengan indah sampai berbasah-basah kuyup. Dengan alasan bahwa uang yang tersedia ternyata tidak mencukupi qouta kelayakan seorang penumpang untuk mudik (pulkam). Akhirnya ATM psikologi jadi yang kedua kalinya untuk dikunjungi setelah tadi yang di FIB.
Berbasah-basahan pun berlalu, dan tiba waktunya packaging (berkemas). Jam pun tidak begitu peduli dan tahu-tahunya pukul sudah menunjukkan jam 3 pagi. Astagfirullah, belum istirahat satu jam pun, padahal setelah shubuh harus langsung bergerak ke bandara. Tidak lama setelah “pengemasan” dan bersih-bersih kamar, mencoba merebahkan badan walaupun hanya satu jam untuk bersiap-siap berangkat. Tidak terasa kelelapan sejenak pun berlalu, padahal mata sangat berat. Waktu shubuh pun akhirnya tiba, tepat jam 4.30 langkah pun diayunkan, waktunya musafir menjajaki tanah kelahirannya.

Di Bandara

Berbagai peristiwa menarik, kelinglungan bisa kita lihat di bandara. Ternyata pas lagi check in di loket Lion Air ketemu sama artis Jodi dan cs-nya. Lagi-lagi waktu menuggu kali ini sungguh terasa beda dua kali pindah pintu, jelas bila keberangkatan pagi suasana bandara penuh tersesaki oleh penumpang terutama di ruang tunggu. Berbagai peristiwa di ruang tunggu terjadi, ada penumpang yang keasyikan ngobrol (ngorbit) atau entah berantah lupa dengan penerbangannya, untungnya pihak Air Asia masih memberitahukan untuk beberapa kali, tapi sayang tetap saja sang penumpang lupa akan nama di tiketnya sendiri. Baru setelah panggilan terakhir jelas bahwa dirinya yang dipanggil (katrok-katrok).
Dan kini adalah waktunya untuk saya menunggu, jam 8.15 menjadi jam penerbangan kali ini bagi pesawat Lion Air. Namun, penungguan yang tertunda terjadi lagi, terdengar suara pengumuman “Bagi para penumpang Lion Air tujuan Medan, akan mengalami keterlambatan penerbangan sekitar 15 sampai 20 menit dari sekarang bla…bla”, langsung perasaan ketidakpuasan bermunculan dari raut wajah para penumpang. Namun, sayang seribu saya 20 menit yang menjadi waktu tunggu sia-sia saja, karena hasilnya baru jam 10 kurang 15 menit para penumpang dialihkan ruang tunggu dari sebelumnya Gate A5 menjadi Gate A2 untuk segera memasuki pesawat Lion Air boieng 737 MD9 (panjang pesawat kayak gerbong kereta Jakarta – Bogor).
Mungkin dari banyak penumpang sudah berpikir macam-macam tentang Lion ini, kenapa si singa kurang menepati janjinya? (#^00^#). Saya sendiri berpikir santai saja, pasti ini adalah sesuatu. Tepat setelah memasuki pesawat, pramugrasi beserta awak pesawat langsung menginformasikan permintaan maafnya kepada para penumpang dengan alasan bahwa pesawat ini terjadi kesalahan teknik di bagian hidrolik (penongkrak penerbangan).
Langsung saja rasa syukur terucap dari mulut ini, bayangkan saja bila pesawat sudah melaju cepat dilandasan pacu untuk take off bila hidroliknya gak bisa didongkrak untuk terbang (na’uzubillah) bisa masuk TV lagi. Akhirnya semua terbereskan dengan lancar, dan tepat jam 10 lewat penerbangan dimulai (selamat jalan Jakarta).

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: