Kisah Yang Tak Pasti


Dekan Cup 2007

Lagi-lagi sabtu pagi (1/12) harus pergi untuk mengurusi sebuah tradisi main bola voli dalam memperingati Dekan Cup kali ini. Tepat jam 07.50 WIB saya sudah berada di lapangan tanpa ada satu pun orang tim skuad voli dari 2005. Seperti biasa waktu menunggu pun kini berjalan lagi, satu persatu akhirnya tim 2005 datang juga. Walaupun diliputi dengan kekurangan orang, namun apa dayanya banyak para anggota yang harus absen hari itu. Hanya beberapa orang yang hadir dari perkiraan sebelumnya, yakni Chandra, Fandy, Haris dan saya sendiri tentunya.

Dengan rasa serba kekurangan mulai dari tim voli, akhirnya Vinky dan Adit diikut sertakan dalam tim voli (makasih yang bro). Bermain seru tanpa kawalan wasit tentunya benar-benar harus fair (wasit masing-masing tim hitung skor sendiri). Set pertama keunggulan masih berada di tim 2005 dengan skor 12 poin untuk 2005 dan 9 poin untuk 2006, berselang waktu ternyata dari 2004 hadir Bapak Smile yang bertindak mengambil alih menjadi wasit untuk pertandingan sementara. Akhirnya puncak kemenangan diset pertama tetap dipertahankan oleh tim 2005 dengan skor 25 – 16 (applaus untuk 2005).

Seperti biasa tanpa istirahat dan jeda pertandingan set kedua pun dilanjutkan kembali, seperti biasa arah tekanan dari 2006 kali makin membuyarkan para lawannya 2005, posisi tengah menjadi incaran mereka dengan kemenangan tipis akhirnya 2005 harus mengakuinya kekalahannya dengan skor 22 – 25 poin kemenganan bagi tim 2006.

Kekalahan di set kedua membuahkan hasil yang seri antara dua tim, sehingga set ketiga sebagai babak akhir penentuan kemenangan dilanjutkan, namun kali ini kedua tim harus istirahat. Setelah beberapa menit istirahat, pertandingan kembali dilanjutkan dengan skor maksimal 15 poin, rasa kelelahan dari 2005 memang sangat kerasa karena tanpa ada pergantian pemain mulai dari set pertama hingga terakhir. Posisi awal mulai dari Chandra sampai Adit masih tetap bertahan (karena gak ada cadangan). Dengan semangat dan stamina yang mulai menurun skor 8 – 15 poin harus diterima oleh anak-anak 2005 sebagai kekalahan dalam Dekan Cup babak penyisihan (play off) ini.

Namun, ada hal penting dalam tim 2005 yakni kekuatan tim yang benar-benar kompak walaupun bola harus melayang kemana-mana. Selamat kepada 2005 yang telah ikut berpartisipasi dalam pertandingan bola voli terutama Vinky dan Adit sebagai pemain pelengkap dari kekurangan tim skuad 2005.

Berselang setelah pertandingan 2005 dan 2006 sebenarnya dilanjutkan dengan pertandingan dari 2003 dan 2004, namun 2003 harus menerima kekalahannya karena tidak ada perwakilan sehingga kemenangan tanpa bertanding untuk 2004 (menang WO) harus bergembira hati. Selamat ya 2004 (ingat sabtu pekan ini harus melawan staf).

Dengan tidak ada pertandingan tersebut (2003 vs 2004) akhirnya saya hengkang dari Poltek dengan Chandra menuju kampus. Setelah istirahat dilab hampir 3 jam setelah cek email, update segala macam. Akhirnya harus pulang juga karena ada janji untuk jam 17.00 WIB harus ikut malam mingguan bersama pantia SSG’08 (SAMAN UI Saweu Gampoeng 2008) dan mantan Gubernur Aceh (Bapak Syamsuddin Mahmud) di daerah Menteng (daerah elit orang Jakarta).

Makan Malam

thai.gifBerangkat dari UI dengan kereta kurang lebih satu jam ke Cikini untuk menuju sasaran pertemuaan. Tepat adzan magrib kami sudah berada di Cikini walaupun harus telah magrib hampir 15 menit namun terus mencari alamat yang diberikan oleh Bapak Syam. Dengan berjumlah 5 orang kami langsung naik taksi agar magrib cepat terkejar, tidak lama kemudian restoran (Tamnak Thai – Resto and Lounge) yang kami cari di daerah Jl. HOS. Cokroaminoto, Menteng Jakarta Pusat dekat Hotel Formule 1 (Starbuck Coffe) ketemu juga.

Tanpa pikir panjang panggilan Ilahi sudah lama menanti, dengan pandangan tajam saya menemukan mesjid Al Hakim, walaupun tidak kelihatan seperti mesjid biasa (mirip pertokoan) kami langsung melangkahkan kaki untuk menunaikan kewajiban terlebih dahulu. Mesjid yang unik, kecil namun cukup menyejukkan badan. Dengan suasana malam mingguan yang sangat indah Menteng menjadi kawasan daerah yang cukup membuat pengalaman malam itu. Suasana lalu lintas yang tertib dan banyaknya para bule yang hulu lalang di dekat Sturbuck Coffe. Janji kami dengan Pak Syam adalah jam 19.30 WIB di restoran Tamnak Thailand, yang pasti kami harus menunggunya selama hampir satu jam. Karena beliau baru bisa hadir sekitar jam lapanan malam.

Tanpa berkecil hati kami harus menunggu di luar restoran, namun deringan handphone berbunyi ternyata Pak Syam langsung menyuruh kami untuk menunggu didalam restoran saja (kami jadi kebingunngan) masak disuruh taking tempat duluan oleh para tamunya. Dengan desakan penuh olehnya, akhirnya kami disuruh masuk lebih duluan untuk menunggu kedatangannya.

Tepat dilantai dua restoran tersebut kami langsung dihadang oleh pramusaji dengan ucapan bahasa Thailand (orang Indonesia juga sih) yang begitu aneh ditelinga, namun artinya jelas bahwa itu adalah ucapan selamat datang dan selamat malam. Akhirnya tempat yang kami pesan sudut restoran menjadi pilihan utama karena pemandangan dari atas kita bisa menikmati dengan cukup jelas keadaan diluar yang hanya dibatasi dengan oleh kaca.

***

Tepat jam 20 malam lewat, akhirnya Pak Syam datang bersama seorang pemuda yang bernama Fauzan (orang Aceh juga) untuk menemaninya yang kini bekerja di Citi Bank Jakarta. Setelah beliau datang tidak lama kemudian, makanan pun dipesang. Ternyata makanan restoran Thailand ini tidak jauh beda dengan masakan Aceh terutama “kuah asam keung”, lumayan terasa pedasnya.

Berbagai menu hidangan muncul ke hadapan kami, wow luar biasa pemandangan yang sangat jarang sekali dikalangan mahasiswa kos-kosan berbagai menu ala Thailand siap disantap. Tanpa berlama-lama kita langsung memperkenalkan diri satu persatu dengan maksud dan tujuan para panitia SSG’08.

***

Dari cerita-cerita dan curhat hampir dua jam, ternyata saya bisa mengenal sejauh mana perjuangan Pak Syam hingga menjadi seperti sekarang ini. Beranjak dari masa beliau kecil sampai sekarang memang pengorbanannya untuk Aceh sungguh luar biasa, sampai-sampai kami disuruh baca buku kisahnya yang berjudul “Biografi Seorang Guru di Aceh”, lalu sedikit cerita kenapa judul tersebut diambil, beliau mengingatkan kembali bahwa masa-masa yang dilewati oleh sekian banyak Gubernur Aceh tidak lepas dari seorang guru di mana saja berada baik dalam institusi pendidikan formal maupun sebaliknya. Dari cerita-cerita tersebut memang sangat bernilai makna dibaliknya, saya melihat potensi untuk menjadi seorang pemimpin memang mutlak bukan dari orang yang benar-benar tahu akan sebuah kepemimpinan. Ini terbukti ketika Pak Syam menceritakan suasana kecilnya menjadi seorang loper koran setelah pulang dari sekolah SD sejak berumur belia. Wajar bila setiap hari wajah bocah ini terlalu terkenal di mata para pejabat daerah setempat khususnya daerah Pidie.
Banyak cerita yang beliau sampaikan, sampai ujung-ujungnya masuk dalam situasi Aceh saat ini. Mungkin tidak akan sanggup untuk saya ceritakan pengalaman makan malam bersama ini lebih dari satu halaman page ini. Karena keabadian sebuah pengalaman seperti Pak Syam telah mengantarkannya menjadi orang pertama di Aceh sejak tahun 1993 sampai 21 Juni 2000. Akhir kata terima kasih kami atas malam mingguannya dan satu hal lagi terima kasih juga atas dukungannya untuk kami anak Aceh di UI (SAMAN UI), semoga acara SSG’08 nantinya bisa berlancar dengan sukses dan lancar-lancar saja.

Sekilas melihat masa dulu kepemimpinan Aceh dari masa ke masa:

1. Sultan Ali Mughayat Syah (1496-1528 M)
2. Sultan Salahuddin (1528-1537).
3. Sultan Ala‘ al-Din al-Kahhar (1537-1568).
4. Sultan Husein Ali Riayat Syah (1568-1575)
5. Sultan Muda (1575)
6. Sultan Sri Alam (1575-1576).
7. Sultan Zain al-Abidin (1576-1577).
8. Sultan Ala‘ al-Din Mansur Syah (1577-1589)
9. Sultan Buyong (1589-1596)
10.Sultan Ala‘ al-Din Riayat Syah Sayyid al-Mukammil (1596 -1604).
11.Sultan Ali Riayat Syah (1604-1607)
12. Sultan Iskandar Muda Johan Pahlawan Meukuta Alam (1607-1636).
13. Sultan Iskandar Thani (1636-1641).
14. Sri Ratu Safi al-Din Taj al-Alam (1641-1675).
15. Sri Ratu Naqi al-Din Nur al-Alam (1675-1678)
16. Sri Ratu Zaqi al-Din Inayat Syah (1678-1688)
17. Sri Ratu Kamalat Syah Zinat al-Din (1688-1699)
18. Sultan Badr al-Alam Syarif Hashim Jamal al-Din (1699-1702)
19. Sultan Perkasa Alam Syarif Lamtui (1702-1703)
20. Sultan Jamal al-Alam Badr al-Munir (1703-1726)
21. Sultan Jauhar al-Alam Amin al-Din (1726)
22. Sultan Syams al-Alam (1726-1727)
23. Sultan Ala‘ al-Din Ahmad Syah (1727-1735)
24. Sultan Ala‘ al-Din Johan Syah (1735-1760)
25. Sultan Mahmud Syah (1760-1781)
26. Sultan Badr al-Din (1781-1785)
27. Sultan Sulaiman Syah (1785-…)
28. Alauddin Muhammad Daud Syah.
29. Sultan Ala‘ al-Din Jauhar al-Alam (1795-1815)
30. Sultan Syarif Saif al-Alam (1815-1818)
31. Sultan Ala‘ al-Din Jauhar al-Alam (1818-1824)
32. Sultan Muhammad Syah (1824-1838)
33. Sultan Sulaiman Syah (1838-1857)
34. Sultan Mansur Syah (1857-1870)
35. Sultan Mahmud Syah (1870-1874)
36. Sultan Muhammad Daud Syah (1874-1903)
37. RAKYAT ACEH VS BELANDA (1903-1942)
38. RAKYAT ACEH VS JEPANG (1942-1945)
39. Teuku Nyak Arief (1945-1946)
40. Teuku Daud Syah (1947-1948)
41. Tgk. Daud Beureueh (1948-1951)
42. Danu Broto (1951-1952)
43. Teuku Sulaiman Daud (1952-1953)
44. Abdul Wahab (1953-1955)
45. Abdul Razak (1955-1956)
46. Ali Hasjmy (1957-1964)
47. Nyak Adam Kamil (1964-1966)
48. H. Hasbi Wahidi (1966-1967)
49. A. Muzakkir Walad (1967-1978)
50. Prof. Dr. A. Madjid Ibrahim (1978-1981)
51. Eddy Sabhara (Pjs) (1981)
52. H. Hadi Thayeb (1981-1986)
53. Prof. Dr. Ibrahim Hasan (1986-1993)
54. Prof. Dr. Syamsudin Mahmud (1993-21 Juni 2000)
55. Ramli Ridwan (Pj. 21 Juni 2000-November 2000)
56. Abdullah Puteh (November 2000-19 Juli 2004)
57. Azwar Abubakar (Pj. 19 Juli 2004-30 Desember 2005)
58. Mustafa Abubakar (Pj. 30 Desember 2005-8 Februari 2007)
59. Irwandi Yusuf (8 Februari 2007-2012)

Catatan: Sultan Ala‘ al-Din Jauhar al-Alam (sultan ke-29) berkuasa pada dua periode yang berbeda, diselingi oleh periode Sultan Syarif Saif al-Alam (1815-1818).

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: