Akhir Perjuangan Mushaddeq


Akhir dari sebuah perjuangan Ahmad Mushaddeq tuntas sudah tepatnya hari Jum’at di Mapolda Metro Jaya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat dan kembali meyakini Nabi Muhammad sebagai khataman nabiyyin (Nabi terakhir) serta disaksikan oleh para tokoh-tokoh agama dari berbagai ormas termasuk pihak MUI sendiri.

Walaupun Mushaddeq sudah melakukan taubat, pihak kepolisian masih tetap memperlakukan hukuman sesuai dengan pasal Penodaan Agama 156 a KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun. Selain itu berikut ini adalah lampiran surat dari Ahmad Mushaddeq tentang pernyataan resmi taubatnya yang disampaikan kepada semua pihak agar tidak ada kekeliruan dikemudian hari.

Bismillahi tawa’alna ‘alaallah laa haula walaa quwata ila abillah. Asyhadu anla illa ha ilallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah.

Dengan berserah diri kepada Allah Azza Wazalla perkenankanlah saya dengan segala kerendahan hati untuk mengungkapakan isi hati nurani saya yang terdalam sebagai bukti kecintaan saya terhadap diinul Islam dan ummat muslimin yang menjadi pedoman kita sepanjang masa, sebagai berikut:

Bahwa dari hasil kajian saya tentang sunnah kerasulan dan kenabian, ternyata bertentangan dengan “ijma ulama” yang berpendapat bahwa berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh para perawi terkenal, yaitu Abu Dawud, Muslim, Bukhori dan Tarmizi, pengertian “Khataman Nabiyyin” adalah penutup bagi seluruh nabi. Artinya, setelah Nabi Muhammad SAW tidak ada lagi nabi sampai hari kiamat. Untuk itu saya menghormati ijma ulama ummat Islam tersebut.

Menimbang demi persatuan ummat Islam di dunia pada umumnya dan ummat Islam di Indonesia pada khususnya, saya menyatakan sebagai berikut:

Saya mencabut kembali pernyataan yang telah saya nyatakan di muka umum, baik dalam bentuk tulisan, ucapan maupun gambar tentang diri saya sebagai nabi atau Rasul Allah dan untuk selanjutnya saya nyatakan bahwa saya hanyalah manusia biasa, seorang penyampai risalah Allah dan Rasulnya atau dalam bahasa populernya seorang da’i atau mubalig.

Saya percaya bahwa diin atau agama yang hak di sisi Allah adalah Islam, dan saya bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusanNya.

Dalam masalah iman saya menyatakan bahwa:
– Tiada tuhan yang wajib disembah selain Allah
– Saya percaya kepada malaikat-malaikatNya
– Saya percaya kepada kitab-kitabNya
– Saya percaya kepada hari akhir
– Saya percaya kepada qodho dan qodar
Saya percaya bahwa rukun Islam itu ada lima, yaitu:
– Dua kalimat syahadat, yaitu bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah
– Shalat wajib lima waktu
– Shaum di bulan ramadhan
– Kewajiban menunaikan zakat
– Menunaikan haji ke Baitullah bagi yang mampu

Selanjutnya saya menyerukan kepada jamaah Al ‘Qiyadah Al Islamiyah agar tetap tenang dan istiqomah dan melakukan taubatan nashuha serta mentaati hukum positif yang berlaku dan saya mengharapkan dengan sunguh-sungguh agar umat Islam bangsa Indonesia kiranya dapat memaafkan saya dan seluruh jamaah kami bila di dalam kegiatan keagamaan, kami menyinggung dan meresahkan perasaan umat. Dan selanjutnya dapatlah kiranya menerima kami sebagai “ikhwan fi diin” atau saudara seagama seutuhnya.

Demikianlah pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dalam keadaaan sehat wal afiat dan tiada paksaan dari siapapun juga. Walhamdulillah.

Jakarta, 9 November 2007
Ahmad Mushaddiq

Pernyataan tersebut ditulis dengan tangan oleh Mushaddeq di atas 3 lembar kertas HVS yang ditandatangi oleh para saksi, KH Agus Miftach, Bachtiar Aly, Said Agil Siroj, Ketua MUI Amidhan dan HA Nazri Adleni.

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: