Ramadhan Bukan Bulan Suci


Itulah kata-kata yang sering kita tidak mendengarnya lagi, dikala menyambut bulan Ramadhan lebih banyak menyebutkan orang menyebutkan Ramadhan bulan yang suci. Namun tahukah kita bahwa sebenarnya Allah telah berfirman dalam Al Quran bahwa Ramadhan adalah bulan mulia dimana diturunkannya Al Quran, dibukanya pintu magrifah dan kemulian lainnya yang begitu tersendiri Allah sebutkan. Kenapa banyak kita mendengar Bulan Ramadhan selalu dikaitkan dengan bulan suci, padahal telah jelas Allah berfirman yang mana bulan suci (bulan haram) adalah bulan Muharram, Rajab, Zulqaedah dan Zulhijjah. Bulan suci (bulan haram) tersebut dikhususkan oleh Allah karena dibulan tersebut umat Islam dilarang untuk berperang/memulai perang (At Taubah : 37). Sedangkan bulan Ramadhan bukannlah bulan yang haram tentunya untuk berperang, seperti Rasul kita Nabi Muhammad SAW yang melakukan peristiwa perang pertama yakni pada hari jum’at 17 Ramadhan. Lalu kenapa para ustazd-ustazd sekarang selalu mengembar-gembor Bulan Ramadhan sebagai bulan suci dan segala macam, padahal telah terang apa yang Allah firmankan dan Nabi lakukan pada bulan tersebut. Syahrul Ramadhan, bulan yang penuh dengan kemulian dari sisi Allah untuk beribadah dengan melipatgandakan semua amal kebajikan yang dilakukan pada bulan itu sebagaimana banyaknya hadist-hadist yang telah menjelaskannya. Segala amal yang dilakukan oleh umat muslim pada bulan ini diganjaran, dilipatkan dan digandakan serta diberatkan timbangannya di yaumil masyar nanti.

Dan bagaimana bila arti suci dalam pandangan orang yang terlanjur menyebutkan bulan suci Ramadhan diselewengkan dari makna sebenarnya, tentunya itu adalah sebuah pekerjaan kaum yahudi dan musyrik. Karena telah terang apa atas ayat-ayat Allah, tidak ada satu manusia pun yang lebih tinggi ilmu dari Allah dan juga Rasul-Nya. Naudzubillahi mindzalik.

Dan yang lebih anehnya lagi kalau ada orang yang terlanjur menyebutkan hal tersebut memperdalihkan niatnya, contohnya saja seperti “ooo begini sebenarnya niat saya bukan mau ngomong seperti itu” jelaslah bahwa perkataan itu bukan berdasarkan niat, seperti kita tahu Nabi pernah bersabda yang intinya semua amal itu diawali dengan niat, namun kalam (perkataan) tidak berdasarkan niat. Inilah kekeliruan yang pernah kita lihat dan rasakan dalam masyarakat, sebaiknya mari kita tingkatkan kesadaran kita untuk terus mengkaji dan terus bermohon kepada Allah atas segala kesalahan dan kekhilafan yang kita lakukan sehari-sehari. Semoga bulan yang penuh keberkahan ini membawa kita menjadi seperti bayi yang baru lahir dari rahim ibunya diakhir nanti. Amiin.

NB:
Hasil khutbah singkat di Mesjid Jami’ Mardhatillah/ 2 Ramadhan 1428 H

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: