Mega Kok Ngotot SBY


Hasil keluaran ngompol (ngomong politik) semalam, terinspirasi dari berita diberbagai media cetak dan elektronik.

Beberapa pekan atau beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 8-9 September 2007, PDIP telah sukses melaksanakan Rakernas II dan Rakornasnya dengan begitu antusias para pendukung di Kemayoran, Jakarta. Kita tahu bahwa, Mega telah berjanji di depan para ribuan pendukung dan fungsionaris yang akan mencalonkan dirinya untuk menjadi Capres dalam Pemilu 2009. Namun, yang menarik disini disela-sela Rakernas II tersebut Mega telah mengecam dan melontarkan kritikan untuk kepemimpinan SBY hasil Pemilu 2004 selama 3 tahun ini yang belum memberikan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan untuk rakyat Indonesia terutama dalam mengatasi angka kemiskinan dan angka pengangguran yang belum signifikan. Lebih dari itu, kata-kata sambutan yang diberikan oleh Mba’ Mega memberikan salut menyalut percikan politik bagi Indonesia untuk tahun 2009 mendatang dalam kancah pertarungan kepemimpinan orang #1 di Indonesia. “Janji setinggi langit, tapi pencapaiannya hanya sampai di kaki bukit, ” cetus Mega. Ini adalah peringatan keras Mega untuk kepemimpinan bangsa ini, karena menurutnya bangsa Indonesia tidak akan keluar dari krisis berkepanjangan kalau tidak mulai menggelorakan kembali kepercayaan diri sebagai bangsa, kebanggan, martabat dan kedaulatan. Ada 4 hal sebenarnya yang membuat Mega berani untuk maju dalam Pemilu 2009, diantaranya apakah PDIP cukup mantap dan solid sehingga mampu menambah suara dan menang pada 2009?, bagaimana posisi TNI/Polri apakah netral atau tidak?, bagaimana pengaturan UU Parpol dan UU Pemilu?, mempertimbangkan faktor regional dan internasional. Dan kemudian satu faktor lagi adalah melihat perkembangan pembangunan yang dilakukan pemerintahan SBY.

Merujuk ke permasalahan semula, kenapa sih Mega terlalu ngotot pemerintahan SBY. Dari empat pertimbangan tadi sebenarnya bisa terlihat bahwa Mba’ Mega belum berhasil melihat hal itu dalam pemerintahan SBY, ya walhasil dalihnya posisi TNI/Polri apakah masih netral atau tidak. Dalam hal pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran memang masih banyak isu miring yang bermunculan seperti laporan yang diberikan oleh BPS dan pihak PDIP terdapat banyak perbedaan dalam menilai hal tersebut. BPS menilai pemerintahan SBY sekarang telah memperlihatkan bahwa paling tidak sedikitnya angka kemiskinan dan pengangguran yang ada di Indonesia telah menurun, namun dari pihak PDIP hal ini masih sangat jauh dari target. Luar biasa, perseteruan Mega dan SBY makin memanas, berbagai elite politik mulai memberikan tanda-tanda untuk Pemilu 2009. Mulai dari para capres yang akan bertarung baik dari nama lama maupun nama baru, ada beberapa hal yang memberikan nuansa baru dengan nama baru ini. Yakni yang akan maju dari pihak-pihak yang jauh dari publik, apalagi dengan adanya pembentukan berbagai partai koalisi sehingga nama-nama yang akan diusungkan akan memberikan gairah baru.

Lalu bagaimana dengan Partai Lokal yang baru-baru ini bermunculan di propinsi otsus seperti Aceh, sanggupkah mereka menebarkan aspirasi dari rakyatnya sendiri. Karena bila dilihat dari sisi individualis Mba’ Mega memang sangat menonjolkan rasa kedaerahannya terutama untuk Bali, tidak salah memang namun hal ini sedikit memberikan rasa simpatisannya terhadap wilayah di Sumatera. Saya sih cuma bisa berpesan untuk para pemimpin negeri ini, jangan bawa aroma politik sebagai ajang untuk menuding satu sama lain, saya juga tidak memihak yang satu benar dan yang lain salah. Tapi hidup kita secara berbangsa, salinglah memberikan yang terbaik untuk rakyat. Menjadi pelayan bagi rakyat Indonesia bukan sesuatu yang gampang, seperti membalikkan telapak tangan. Ibaratkan seorang mahasiswa, karyawan, pelajar dan sebagainya, masih banyak tugas yang menumpuk menunggu kontribusi mereka. Apalagi Indonesia yang terlalu banyak dengan PR-nya sendiri, mulai dari sejak merdeka sampai sekarang. Ingat 62 tahun, bukan usia yang begitu mudah untuk melakukan sesuatu perubahan, melainkan ide-ide demokrasi yang terus bisa di approve untuk semua kalangan. Hidup mati Indonesia ada di tangan rakyat, pemimpin hanya sebagai pelayan. Ingat JANGAN MENGGEBU!!! Ingat Akhirat…

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: