• Kicauan Terakhir

    • RT @ompian: Melek internet rupanya tak terbatas bagi penderita gangguan jiwa, paket internet lebih penting daripada makan, katanya. 7 hours ago
    • RT @iloveaceh: Gajah Sumatera yang hidup di Hutan Leuser, merupakan Satwa yang harus dilindungi agar tetap terjaga kelestariannya #CareLeus7 hours ago
  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Mesin oven on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on The Light of Aceh – Caha…
    mengejarmimp1 on The Light of Aceh – Caha…
    androidtechnicia on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Safprada on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

My Holiday


Senin (13/08) dari Material langsung menuju PSM (Pasar Minggu) ditengah heningnya pagi tepat pukul 03.30 WIB menunggu angkot, sampai di PSM jam 04.15 WIB dan langsung mendapati bus DAMRI PSM – Bandara Soekarno Hatta, dengan pukul keberangkatan jam 04.30 WIB. Waktu yang direncanakan sesuai dengan jadual sebelumnya karena tepat jam 06.00 WIB harus melakukan check in, namun dengan suasana pagi yang begitu tidak macet membuat bus DAMRI melaju dengan kecepatan normal tanpa harus ngantri ditiap pintu masuk tol. Alhamdulillah shubuh pun tidak sampai kepagian, tepatnya jam 05.00 WIB telah sampai dibandara Soekarno – Hatta. Menunggu sampai setengah jam lebih untuk check in memang membosankan belum lagi dengan antrian yang panjang banget, karena keberangkatan pagi salah satu keberangkatan yang padat akan penumpang. Tepat jam 06.00 WIB masuk dan check in bagasi serta bayar airpotect sebesarnya Rp. 30.000. Langsung menuju ruang tunggu B4 Batavia Air tanpa sarapan pagi apalagi buat ngopi, perasaan perut ini sudah terasa masih kekenyangan. Jam menunjukkan 07.10 WIB, para penumpang tujuan Medan pun sudah mulai bersiap-siap untuk naik pesawat Batavia Air Bus. Ternyata setelah sekian kali naik pesawat, baru kali ini menumpangi Air Bus 320 yang lumayan besar walaupun kategori standar untuk penerbangan domestik bila dibandingkan dengan Air Bus untuk penerbangan luar negeri. Kurang lebih jam 07.30 WIB pesawat sudah melakukan take off, namun baru kali ini juga melihat antrian pesawat untuk take off secara bergiliran sebanyak 6 pesawat dari berbagai maskapai penerbangan. Ternyata penerbangan yang waktu di pagi hari untuk landasan paju hanya digunakan satu jalur baik yang mau take off maupun yang akan landing. Bayangkan saja betapa padatnya penerbangan di pagi hari. Entah kenapa pagi itu hanya satu landasan paju yang dibuka, memang ke adaan cuaca di bandara sangat berkabut sehingga mengurangi jarak pandang buat pilot tentunya.

Akhirnya waktu terbang pun berlanjut dengan mengudara di ketinggian 30 ribu kaki lebih dari permukaan laut, begitulah informasi yang berikan oleh awak cabin pesawat Batavia Air. Cukup lama juga waktu yang diperlukan untuk terbang dari Jakarta menuju Medan kurang lebihnya 1 jam 50 menit (2 sks kuliah lah). akhirnya tiba lah ditujuan pertama pada jam 09.30 WIB dengan selamat di bandara Polonia Medan yang dianggap sebagai bandara yang cukup rawan di Indonesia dengan keadaan geografisnya tepat di pusat kota medan. Tak lama kemudian, langsung menuju tempat pengambilan bagasi diruang kedatangan dan ternyata ruang kedatangan gelap gulita, tahu-tahunya medan dalam kondisi mati lampu…auhh gelap. Hanya beberapa menit kemudian, titik kerang kembali memenuhi ruang tunggu akhirnya habis gelap terbitlah terang (kartini kale). Langsung keluar dari bandara mencari tumpangan, taksi atau apalah. Akhirnya setelah tawar harga dengan orang luar ada sebuah becak yang bersembunyi dibalik pagar cukup 15 ribu bang ke Gajah Mada (bukan daerah Jogja lo) tapi ini nama jalan. menunggu 5 menit sang becak pun datang…asyek keliling kota medan naik becak dengan kocehan gas bang becak yahuud juga. Lama sudah gak pernah naik becak. berputar-putar selama kurang lebih 15 menit, tibalah di tempat pembelian loket bus CV. Pelangi langsung bergegas dan ternyata pas banget ada bus yang jam keberangkatannya jam 10…langsung saja. Tak lama berselang, mobil pejemput penumpang langsung menyuruh penumpang untuk menaikinya. Berhubung para penumpang dibawa ke Gudangnya bus Pelangi tadi….asyek muter-muter kota lagi…..tiba di gudang langsung naik bus setelah check bagasi dengan tujuan Matang bang” biasa tutur orang medan. Kurang lebih jam 10 lewat bus pun berangkat dan sampai lah di terminal pinang baris yang merupkan terminal kota Medan. Akhirnya jam 11 kurang dikit bus sudah menancap gas untuk melanjutkan perjalanan menuju Aceh. Sangat kebetulan keberangkatan di siang hari bisa melihat-lihat pemandangan di sepanjang jalan Medan menuju Aceh…luar biasa seusatu yang paling jarang pernah terlintaskan, keramaian, perkebunan, sawah dan semuanya terlewati dari balik kaca bus. Apalagi untuk memecamkan mata memang sedikit terkendala mengingat perjalanan disiang hari tidak nyaman paling hanya bisa tidur ayam (tidur sebentar). Perjalan terus berlanjut dan tiba saatnya untuk makan minum di siang hari, kebetulan tempat perberhentian sudah memasuki daerah Aceh tepatnya di Kota Langsa. Setelah shalat zhuhur dan ashar secara jamak langsung siap-siap makan. Tak lama kemudian perjalanan di lanjutkan kembali, melewati kabupaten demi kabupaten mulai dari Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara dan sampailah di Bireuen. Tepatnya jam 17.00 sore saya sudah sampai dikediaman, lega rasanya bisa kembali menikmati perjalanan ini dengan selamat.

Dua pekan selama liburan ternyata cukup menyenangkan, mulai dari jumpa dengan temenn-temen seperjuangan dulu, berkunjung kerumah teman, jalan-jalan menikmati keindahan alam dan yang paling mengaksyikkan keramaian di tanggal 17-san Agustus. Suasana yang luar biasa sungguh ramai, mulia dari upacara, pawai akbar, acara pementasan dan segala macam lomba. Teringat sekali suasana tujuh belasan tahun 2007 ini merupakan hari yang sangat meriah bila dibandingkan dengan tujuhbelasan selama 30 tahun yang lalu. Tentu semua kita ingat, semenjak terjadinya konflik di Aceh selama 30 tahun yang lalu, hampir setiap hari letupan senjata terus terjadi apalagi saat-saat peringatan kemerdekaan HUT RI, seungguh membuat trauma bagi masyarakat terutama yang dilanda konflik. Namun, semenjak penandatangan Perjanjian MoU Helsinki pada tanggal 15 Agustus 2005, dua tahun yang silam menbuat suasana hari kemerdekaan RI kembali bisa dirasakan oleh masyarakat Aceh walaupun masih ada kerikil-kerikil yang tersandung. Ini merupakan sebuah kebanggaan yang patuh disyukuri dengan adanya perjanjian tersebut, udara kebebasan untuk hidup masih bisa dirasakan kembali oleh rakyat Aceh. Tak luput dari 17 Agustus beberapa foto sempat juga saya abadikan disela-sela kepadatan orang yang begitu ramai menyaksikan acara pawai. Tanggal 21 Agustus 2007 juga menjadi hari kenangan bagi keluarga kami, dimana saya dan keluarga menyelenggarakan acara Walimatul ‘Ursy yakni pernikahan kakak yang bertempat dikediaman kami. Tak lupa pula selama menempuh hidup baru kakanda, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah dunia dan akhirat. Amiin. Acara yang penuh dengan rasa kekeluargaan ini juga tidak lepas dari ucapan terima kasih atas semua dukungan masyarakat desa setempat, yang bekerja dari malam hari sampai acara ini selesai. Memang bila dibandingkan acara resepsi di kota besar sungguh jauh mengalami perbedaan, mulai dari persiapan sampai hari H. Namun itu tidak menjadi masalah, tapi saya sangat senang dengan tradisi yang ada kampung yakni rasa gotong royong untuk membantu pihak yang melaksanakan acara. Terima kasih warga Gampoeng Neuheun, Bapak Keuchik, Tengku Imum dan semua warga lainnya, tanpa bantuan anda acara ini tidak akan terlaksana dengan baik. Sedikit cerita tentang adat orang Aceh ketika akan menyelenggarakan Acara Resepsi, jauh hari sebelum acara pada umumnya pihak yang menyelenggarakan acara telah mempersiapkan segala sesuatu baik yang berkaitan dengan tempat (kediaman) maupun waktu yang akan ditentukan, ini juga tidak lepas dengan musyawarah antara sesama keluarga dekat. Kemudian setelah ditetapkan tanggal dari musyawarah tadi, pihak keluarga menyampaikan kepada pimpinan kampung (dalam bahasa Aceh “Geuchik”) supaya tidak mengalami waktu yang sama bila ada acara yang lain yang bersamaan. Bila keuchik menyetujuinya berarti tidak berapa lama pihak keluarga membuat sebuah acara kenduri yang dinamakan dalam bahasa Aceh “Malam Jok But” atau malam pemberian tugas untuk warga kampung. Kemudian para masyarakat kampung diberitahukan bahwa di rumah sipulan akan ada Acara, tepatnya tanggal sekian dan diharapkan bisa membantu untuk menyambut para tamu-tamu undangan dengan ala kadarnya. Biasanya acara yang diadakan malam untuk pemberian tugas itu kurang lebih dua minggu sebelum acara hari H. Nah, disinilah letak suasana akan gotong royong antara sesama masyarakat mulai dari H-3 masyarakat telah mengunjungi rumah yang akan mengadakan resepsi menyiapkan segala macam sesuatu yang dibutuhkan mulai dari mencari racikan bumbu untuk segala masakan, membereskan tempat dan sebagainya. Dan puncak keramaian warga kampung sebelum acara yakni pada H-1 dengan segala persiapan memasak, membuat tenda para tamu, menghias meja makan tamu, membuat pelaminan dan berbagai kebutuhan yang dibutuhkan. Semua pekerjaan yang dilakukan warga ini dikontrol oleh perangkat desa yakni Bapak Keuchik dan Tengku Imum sehingga tidak tumpang tindih pekerjaan. Yang menjadi sangat kelihatan kerja keras warga yakni pada Hari H, mulai dari menyiapkan hidangan untuk para tamu, mengangkut makanan, mencuci piring, memasak dan lain sebagainya sungguh sangat dibutuhkan pada hari H ini, sehingga suksesnya acara bisa kelihatan disaat penjamuaan para tamu yang tidak pulang sebelum makan. Karena kendala pulangnya tamu sebelum makan adalah sebuah hasil kerja para warga yang tidak bisa saling bantu membantu, alhamdulillah resepsi kali ini sungguh bahagia rasanya. Kurang lebih 2000 ribuan lebih tamu bisa terjamu semua. Setelah acara selesai para warga pun biasanya kembali membereskan kembali tempat-tempat yang telah dipersiapkan tadi, baik membongkar tenda tamu, melepas hiasan meja tamu dan pokoknya mengembalikan tempat seperti semula sebelum acara berlangsung. Setelah semua selesai, bebaslah pekerjaan warga dan bisa pulang kerumahnya masing-masing. Adat seperti ini telah berlangsung lama dari rumah ke rumah lain yang mengadakan acara semua mendapat perlakuan yang sama.

Kembali ketopik liburan, setelah berbagai acara saya lewati mulai dari peringatan HUT RI, resepsi dan lain sebagainya terasa liburan singkat kali ini memberikan sebuah arti yang begitu luas, bisa merasakan kebahagiaan bersamaan keluarga, sanak famili, karib kerabat dan teman-teman semua. Alhamdulillah rasa syukur atas semua ini tidak lupa atas segala nikmat yang telah Allah berikan semoga hari-hari bahagia ini menjadi hari-hari yang seterusnya.

Tepat setelah berselang lima hari, saya harus segera balik ke Depok. Malam minggu tanggal 26 Agustus perjalanan mudik kembali dilakukan, dari pusat kediaman menuju Medan. Tepat jam 10.30 WIB pagi minggu sudah melakukan take off dari bandara Polonia Medan menuju bandara Soekarno – Hatta Jakarta, perjalanan yang menghabiskan waktu kurang dari 2 jam ini telah mengantarkan saya kembali ke tempat mulia ini untuk kembali menuntut ilmu. Jam 13.00 WIB dari Cengkareng langsung menuju Depok via Bus Damri Ps Minggu, kurang lebih jam 15 sebelum ashar saya sudah berada lagi di Gg. Material. Karena persiapan senin tanggal 27 Agustus bangku kuliah telah siap menunggu, jadi walaupun agak terasa capek dan kelelahan dari perjalanan Aceh menuju Depok tidak lah menjadi hambatan karena itu harus dilalui demi untuk sebuah perjuangan. Inilah kisah singkat perjalanan liburan (my holiday) selama 2 pekan di Aceh semoga bisa menjadi kenangan tersendiri. Dan mulai hari ini blog ini, insya Allah akan mulai terisi kembali. Selamat menikmati !!!

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: