Keadilan Seorang Ulul Amri


Gejolak politik di ibukota Indonesia makin terasa ketika hawa perdebatan semakin membayangi. Itulah tanda-tandanya pemilihan kepada daerah Ibu Kota Jakarta (IKJ, bukan institute kesenian jakarta lo bro and sis) akan semakin mendekat. Namun, yang diingin diutarakan disini bukalah masalah politikus murni ini melainkan sebuah konsep Islam yang telah ada sejak dulu hingga sampai sekarang ini yang suadah mulai terasa begitu-begitu saja. Semua kita bisa merasakan saat ini, dimana rasa keadilan yang masih bisa bertahan dengan penuh rasa tanggung jawab, siapa pun dia dan apa pun pekerjaan semua butuh kesejahteraan.

Hari ini telah diberikan sebuah kenikmatan lagi untuk bisa menunaikan shalat jum’at berjamaah di Mesjid Ukhuwah Islamiyah (MUI), dengan berisikan khutbah yang cukup menarik yaitu tentang keadialan tentunya dengan kesesuaian kondisi saat ini yang sedang terjadi di IKJ (tidak maksud untuk mengkritisi hanya ingin memaknai). Sang khatib di permulaan khutbah singkatnya memberikan sebuah alur cerita dimasa ke khalifahan Umar bin Khattab yang cukup menarik. Mungkin sedikit saya ceritakan kisah Amr bin Ash menjadi Gubernur Mesir, semasa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab ra, yang di sadur dari blog suriteladan.

Ada seorang Yahudi Mesir yang tanahnya terkena gusur aparat Sang Gubernur untuk keperluan perluasan masjid. Yahudi itu memperoleh ganti yang sepadan, tetapi ia hanya menginginkan tanahnya agar tidak digusur. Tetapi, apa daya, di tangan Sang Gubernur ia tentu saja kalah.

Si Yahudi itu ternyata tidak patah-arang. Ia pun berangkat menuju Madinah, pusat pemerintahan, yang konon dipimpin oleh seorang khalifah yang tegas dan adil. Mesir dan Madinah tentu bukan jarak yang dekat untuk ditempuh, tetapi itu tak mengurungkan niatnya untuk pergi mencari keadilan.

Singkat kata, bertemulah Yahudi itu dengan khalifah Umar bin Khattab. Maka, ia pun mengutarakan kasusnya itu. Umar mengerti duduk perkara Si Yahudi. Maka, Sang Khalifah pun kemudian mengambil sepotong tulang dan menorehkan sebuah garis lurus dengan pedangnya, dan sebuah garis lagi bersilang di atasnya. Kemudian diberikannya tulang itu pada Si Yahudi dan berkata, “Tolong sampaikan tulang ini kepada Gubernur Amr bin Ash dan katakan bahwa ini dari Umar bin Khattab.”

Si Yahudi bingung. Tetapi, ia menuruti saja permintaan Umar. Maka, ia pun pulang kembali ke Mesir. Sesampainya di Mesir, ia pun tak menunda lagi untuk menyerahkan “tulang” itu kepada Sang Gubernur dan menyampaikan padanya bahwa tulang itu berasal dari khalifah Umar bin Khattab.

Setelah Amr bin Ash menerima tulang itu dan melihat dua garis bersilangan di sana, maka seketika ia memerintahkan aparatnya untuk membatalkan penggusuran dan mengembalikan tanah itu kepada Si Yahudi seperti sediakala.

Yahudi heran dengan tindakan Amr. Maka ia bertanya pada Sang Gubernur, “Wahai, Tuan Gubernur. Mengapa pula Anda membatalkan penggusuran tanah saya hanya dengan melihat tulang dari khalifah Umar?”

Sang Gubernur pun menjawab. “Wahai, Bapak. Ketahuilah bahwa Khalifah Umar telah mengingatkanku untuk berbuat adil dengan garis lurus ini. Dan jika tidak, maka ia akan menebas leherku.” Begitulah kata Amr sambil menunjukkan garis bersilang di tulang itu pada Si Yahudi.

Di akhir cerita ini seperti petikan sang khatib di akhir khutbah singkatnya, “Si Yahudi akhirnya membebaskan tanahnya untuk perluasan mesjid tanpa harus menggantinya dan mengakui bahwa inilah agama (baca: Islam) adalah benar-benar penunjuk hidup untuk menempuh sebuah keadilan dengan mengucapkan kalimah syahadah untuk setia memeluk agama Islam”. Kurang lebihnya seperti itulah dan subhanallah betapa indahnya dunia ini dengan seberkah kebenaran yang telah digoreskan oleh nilai-nilai keIslaman. Sehingga bisa membuat seorang yahudi bisa menilai dan memutuskan sebuah keputusan yang insya Allah tepat guna untuk hidup bahagia dunia dan akhirat.

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: