• Kicauan Terakhir

    • RT @ompian: Melek internet rupanya tak terbatas bagi penderita gangguan jiwa, paket internet lebih penting daripada makan, katanya. 7 hours ago
    • RT @iloveaceh: Gajah Sumatera yang hidup di Hutan Leuser, merupakan Satwa yang harus dilindungi agar tetap terjaga kelestariannya #CareLeus7 hours ago
  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Mesin oven on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on The Light of Aceh – Caha…
    mengejarmimp1 on The Light of Aceh – Caha…
    androidtechnicia on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Safprada on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

EMM


Sebenarnya tulisan ini sudah dimuat pada hari sabtu tanggal 13 Mei, namun mengingat berbagai kesibukan (cielah sok sibuk) pada hari tersebut, maka pada hari ini akan dicatat sebuah perjalanan amanah yang telah menjadi bagian dari dakwah. Begini ceritanya…

Tepatnya hari jum’at tanggal 12 Mei, Rohis Fasilkom atau lebih kerennya disebut Forum Ukhuwah dan Kajian Islam mengadakan Eksplorasi atau dengan istilah bahasa lainnya proses menggali secara lebih exspensive dalam memilih seorang untuk menjadi pemimpin bagi dirinya maupun orang lain dengan sifat musyawarah. Acara yang dimulai dari siang hari ini berakhir cukup alot dengan penuh canda, tawa dan duka suka sampai malam jam 22.45 WIB, eksplorasi yang mengalahkan rapat anggota dewan (hehehe). Nah, yang mau saya paparkan disini bukan dari siangnya (persentasi, tanya jawab panelis, dll sebagainya) melainkan sesuatu hal yang terjadi pada malam harinya (sekitar jam 20.00 sampai jam 22.45) dengan efek para calon mas’ul sampai ketiduran di mushalla (seperti anggota dewan juga ya) dalam menunggu hasil musyawarah sidang anggota FUKI’ers.

Berikut FUKI’ers yang ikut hadir dalam EMM (Eksplorasi Musyawarah Mas’ul), pimpinan musyawarah Wahyu, kemudian ditemani dengan Aa’ Afif sebagai Sekretaris. anggota Alan, Tanto, Rendra, Hendra Dwi, Mahendra, Smell, Jono, Fempy, Rivki, Jahid, Ical dan saya sendiri serta beberapa malaikat yang ikut menyaksikannya juga (malaikat pun ikut menjadi saksi)…. Disini saya baru merasakan mungkin juga semua FUKI’ers betapa berat dalam mengambil sebuah keputusan, yang keputusan itu harus diberikan kepada seseorang yang berhak mendapatkannya. Saya ingat bahwa firman Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 284-286, yang menyatakan “…Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…”, berpegang pada inilah bahwa yang membebani amanah untuk seseorang itu mutlak dari Allah, tetapi kita yang disini adalah orang yang menyampaikan sebuah amanah walaupun dikaji secara mendalam seberapa pun besar demokrasi di negeri ini tidak ada keadilan yang begitu besar melainkan Allah lah semata yang mempunyai benar-benar keadilan “Al Adlu”. Lalu bagaimana dengan sebuah “beban” yang kita berikan kepada sesama kita muslim dan muslimah? benarkah keputusan apa yang telah kita ambil itu?Ya Allah ya Rabb ampunilah kami ini dari semua apa yang telah kami sepakati dan tunjukilah kami ini selalu di jalan Mu. Amiin.

Mungkin inilah sebuah hal yang harus selalu memohon pada Allah untuk selalu memberikan taufik dan hidayah-Nya pada kita sekalian. Kembali lagi ke EMM di atas, sebenarnya ada beberapa kriteria dalam musyawarah EMM tersebut untuk menyepakati hasil secara bersama. Mengingat ini adalah sebuah hal yang bersifat intern dalam musyawarah serta harus bersikap lebih fair, jadi saya putuskan untuk tidak mempublikasikan terlebih dahulu. Ada beberapa hal yang menarik dari musyawarah ini, tapi hanya satu yang ingin saya kemukakan yakni sebuah “inovasi”, ada sebuah iklan yang memiliki jargon “Inovasi tiada henti”, itu sih iklan kalau sempat gulung tikar ya terpaksa “Inovasi harus berhenti” semoga sih jangan terjadi. Yang menarik disini adalah bagi seorang pemimpin inovasi bukan hal seperti layaknya sebuah perusahaan di atas gulung tikar yang harus berhenti, karena dalam konteks sebuah perusahaan mereka terus bersaing dengan untung yang sebanyak-banyaknya, tidak halnya dengan kita seorang muslin dalam sebuah perkumpulan (jamaah) harus saling bersaing dalam sesama untuk berdakwah, saling memberi dan mengingatkan demi kemaslahatan ummat.

Akhir kata saya ucapkan selamat kepada Akhi Ginanjar dan Ukhti Mierna, semoga perjalanan yang baru ini menjadi lebih dan terbaik buat semua kita. Amiin.

2 Responses

  1. salam!

  2. salam juga buat ramends🙂

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: