Epilog sebuah permulaan


Hari ini sebuah cerita dalam kuatnya persatuan untuk kesekian kali dengan datang waktu di penghujung sebuah akhir. Departemen Syi’ar tepatnya tanggal 8 Mei 2007 mengakhiri hari-hari “indahnya” dengan penuh kenangan dan tawa, bukan untuk dilupakan tapi hanya untuk dikenang. Dari serangkaian acara penutupan ini, saya ingin mengambil sedikit apa yang telah di katakan oleh Pak Yasin ketika beliau memberikan motivasi disela-sela kata-kata terakhir sebelum anggota syi’ar memberikan sepatah dua patah kata.

Niat, tujuan hidup dan akhir dari semua ini, itulah mungkin kata-kata yang paling saya ingat ketika beliau mengatakan “apa sih niat kita (hidup, ke kampus, berorganisasi dll sebagainya)”, “untuk apa sih tujuan hidup kita ini” dan “apa yang kita harapkan, akan akhir dari kesemua itu (niat dan tujuan tadi maksudnya)”. Lalu apa maksud dari serangkaian kata yang pak Yasin katakan itu? Saya berpikir mungkin inilah namanya hidup manusia di dunia ini dengan melihat sisi di sekelilingnya, kita pernah berpikir mengapa selalu ada hijab kalau saatnya anak rohis mengadakan majelis yang di dalamnya itu terdapat akhwat. Namun, ini bukan beranggapan bahwa, tiadakan hijab dan lain-lainnya sebagai, tetapi ada sesuatu hal dibalik itu yakni niat. Kenapa harus dengan niat? karena sesuatu perkara atau pekerjaan yang dimulai tanpa niat dari hati nurani, hampa dan bisa jadi tidak ada hikmahnya. Ketika seorang baik budi pekertinya dihadapkan pada lingkungan yang lain misalkan saja di kalangan orang yang brutal atau preman, kemungkinan besar si orang tersebut bakal terpengaruh, namun yang paling berperan disini adalah orang tersebut bukan kalangannya itu, karena seberapa pun berat yang dia hadapi tentunya hati kecil dan akal akan sangat memberi respon sejauh mana niat yang telah tertanam dalam hatinya untuk tetap bisa istiqamah dan teguh dalam pendirian walaupun nyawa menjadi taruhannya, ini yang pertama.

Kemudian yang kedua, tujuan hidup. Manusia tak akan pernah lari dari yang namanya kematian (menjadi mayat), bermulai dari inilah semua niat yang telah ada untuk bisa kita kembangkan kemana pun langkah ini beranjak. Akhir dari sebuah perjalanan hidup kita di dunia ini hanya semata-mata untuk kembali ke akhirat kelak….continue.

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: