• Kicauan Terakhir

    • RT @ompian: Melek internet rupanya tak terbatas bagi penderita gangguan jiwa, paket internet lebih penting daripada makan, katanya. 7 hours ago
    • RT @iloveaceh: Gajah Sumatera yang hidup di Hutan Leuser, merupakan Satwa yang harus dilindungi agar tetap terjaga kelestariannya #CareLeus7 hours ago
  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Mesin oven on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on The Light of Aceh – Caha…
    mengejarmimp1 on The Light of Aceh – Caha…
    androidtechnicia on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Safprada on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Pikirlah wahai sahabatku


Sejauh mana kita mencintai Allah..Tuhan Yang Maha Agung
Suatu pagi aku terbangun dan berpeluang melihat mentari terbit
Aku tergamam seketika.Aku lihat tangan, kaki dan seluruh anggotaku; aku teringat berbagai kerja yang mustahil aku lakukan tanpa anggotaku ini yang selama ini tak kusadari kepentingannya. Kemudian aku jawab, “Tentunya ia amat sukar bagiku tetapi aku akan tetap akan mencintaiMu.”

Kemudian Dia bertanya lagi,”Jika kamu ditakdirkan buta, adakah kamu akan menyayangi segala ciptaanKu?”Bagaimana mungkin bagiku untuk mencintai sesuatu yang tidak mampu kulihat?

Kemudian aku terfikir…ramai orang yang ditakdirkan buta di dunia ini, dan mereka masih mencintai Allah dan segala ciptaanNya. Lantas aku menjawab,“Amat sukar bagiku membayangkan keadaanku yang sedemikian rupa, namun begitu, aku akan<span> </span>tetap menyintaiMu, ya Allah.”

Dia bertanya lagi,”Jika kamu ditakdirkan tuli, adakah kamu akan tetap mendengar kepada kata-kataKu?” Bagaimana mungkin bagiku mendengar jika aku tuli? Kemudian aku tersadar bahwa mendengar itu tidak semestinya menggunakan telinga; tetapi menggunakan hati. Aku jawab, “Walaupun takdir itu amat berat bagiku namun aku akan tetapmenyintaiMu.”

Dia menyambung lagi persoalannya, “Jika kamu ditakdirkan bisu, adakah kamu akan terus memujiKu?” Aku bertanya lagi, bagaimana aku boleh memuji tanpa suara? Aku terfikir, Kemudian yang Allah mahu kita memujiNya dari dalam hati dan jiwa kita; tidak penting bagaimana bunyinya. Kemudian aku menjawab, ”Sungguhpun aku tidak mampu untuk membunyikan pujian bagimu, aku akan tetap memujiMu.”

Dan Dia terus bertanya lagi, “Adakah kamu benar-benar menyintaiKu?” dengan nadayang tegas dan penuh keberanian. Aku jawab dengan yakin, “Ya, benar TuhanKu, Aku menyintaiMu kerana Engkaulah satu-satunya Tuhanku dan Tuhan yang sebenar-benarnya!

Aku fikir jawabanku tadi sudah cukup bagus untuk menjawab soalanNya tadi., tetapi Dia terus bertanyakanku lagi.”Kalau begitu, mengapa kamu masih melakukan dosa?” Aku jawab, “Kerana aku cumamanusia biasa yang selalu lalai; aku tidak sempurna, aku bukan maksum.”

“Kalau begitu, kenapa ketika kamu senang dan gembira…kamu lupakanKu; kamu lari jauh daripadaKu? Dan kenapa ketika kamu susah atau mahukan bantuan…kamu terus ingat pada Aku; kamu datang dekat dan merayu padaKu?” Aku tidak mampu berkata apa-apa.Yang kusedari …titisan panas turun membasahi pipiku. Dia sambung lagi, “ mengapa kamu buat begini..kadang kala sujud menyembahKu, Dan kemudian membelakangiKu; tidak pedulikanKu? Mengapa kamu datang mencariKu hanya ketika kamu mengingatiKu? Mengapa kamu meminta dengan penuh tamak dan mementingkan diri sendiri? Mengapa kamu meminta padaKu sedang kamu tidak setia kepadaKu?” Kurasakan titisan panas mengalir deras membasahi pipiku tanpa henti.

Mengapa kamu malu kepadaKu? Mengapa kamu tidak mahu menyebarkan suruhanKu? Mengapa ketika kamu dizhalimi, kamu adukan pada yang lain sedang Aku sedia mendengar segala rintihanMu? Mengapa kamu sering membuat alasan ketika Aku memberimu peluang untuk berkhidmat di jalanKu?” Kugagahi bibirku untuk mengucapkan patah-patah perkataaan bagi menjawab segala soalan yang bertubi-tubi diajukan kepadaku. Tetapi, aku tidak mempunyai jawaban bagi persoalan-persoalan tadi. Lidahku yang selama ini lincah berkata-kata, kini kelu. Otakku ligat mencari jawaban ..atau alasan..namun tiada apa yang kutemui sebagai jawaban.

Dia berkata-kata lagi… “Kamu diberikan sebuah kehidupan. Aku jadikan dalam dirimu keistimewaan dan kelebihan berbanding orang lain untuk kamu berjuang di jalanKu, tetapi kamu tetap berpaling dari jalanKu. Aku tunjukkan kepada kata-kataKu sebagai panduan kamu dalam hidup ini, tetapi kamu tidak mau mempelajari atau menghayatinya.

Setiap kali Aku berkata-kata kepadamu, tetapi kamu tutup telingamu. Setiap kali aku berikan berbagai rahmat dan nikmat kepadamu, tatapi kamu berpaling daripada melihatnya. Aku turunkan kepada kamu PesuruhKu, tetapi kamu tidak ambil peduli ketika sunnahnya ditinggalkan. Aku perkenankan dengan berbagai cara.”SambungNya lagi,”Kini …adakah kamu menyintaiKu?”

Aku tidak mampu menjawab lagi. Bagaimana harus aku jawab persoalan ini? Dalam tak sedar, aku malu dengan segala apa yang telah aku lakukan selama ini. Aku tidak lagi punya alasan bagi menyelamatkan diriku. Apa yang boleh kujawab bagi persoalan itu? Ketika hatiku berteriak menangis, dan bercucuran airmata turun mengalir turun di kedua belah pipiku, aku merintih, Oh Tuhanku..ampunkanlah segala dosaku.

Aku tak layak menjadi hambaMu Ya Allah…” Kemudian Dia menjawab, “SifatKu Pengampun…, barangsiapa yang memohon keampunan dariKu, niscaya Aku ampunkan. Dan…Aku ampunkan kamu wahai hambaKu.” Aku bertanya kepadaNya, “Mengapa Engkau tetap mengampunkanku sungguhpun aku melakukan kesalahan berulang kali dan memohon ampunan berulangkali? Sampai begitu sekalikah cintaMu terhadapku?” Dia menjawab,”Kerana kamu adalah ciptaanKu.

Aku sekali-kali tidak akan mengabaikan kamu. Apabila kamu menangis, Aku akan bersimpati kepadamu dan mendengar segala rintihanmu. Apabila kamu melonjak kegirangan, Aku akan turut bergembira dengan kegembiraanmu. Apabila kamu merasa gundah dan kesepian, Aku akan memberikanmu semangat. Apabila kamu jatuh, Aku akan membangkitkanmu. Apabila akalmu keletihan, Aku akan membantumu. Aku akan tetap bersama-samamu hingga ke hari yang akhir. Dan Aku akan menyayangimu selama-lamanya.” Seingat aku ….aku tidak pernah menangis seperti ini. Aku sendiri tidak pernah mengerti mengapa hatiku ini begitu keras; tidak mampu menangis menyesali dosaku selama ini. Dan…buat kali pertamanya dalam hidupku ini… aku benar-benar sholat dalam artikata yang benar.

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: