Kejahatan Dunia Perbankan


cyber crime

Ilustrasi oleh computersafetytips

MELIHAT fenomena yang ada disekitar kita, ternyata cukup rawan dengan berbagai tindak kejahatan. Jika modus penipuan melalui undian telah biasa, kini giliran dunia perbankan yang menjadi isu tangan-tangan jahil tidak bertanggung jawab.

Walau terkesan saya telat informasi, ternyata dunia kejahatan di perbankan jauh hari sudah santer diperdengungkan oleh para nasabah. Ada beberapa poin yang ingin saya kemukakan dan berbagi bersama rekan-rekan netter semua terkait isu dan gejala yang saat ini berjalan.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa bank itu terdiri dari milik swasta dan pemerintah, apalagi bank century (no politik). Semalam ketika saya mendengar sebuah radio dipagi buta bahkan ayam pun belum berkokok, sang penyiar membawa acara tentang kejahatan di ATM (Anjungan Tunai Mandiri).

Continue reading

Koin Keadilan Untuk Prita


dukung prita

ilustrated by kdri

MASIH ingatkah Anda dengan Prita Mulyasari? Seorang ibu rumah tangga yang terjerat pelanggaran Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat 1 UU ITE Nomor 11 tahun 2008 tentang pencemaran nama baik.

Wanita 32 tahun ini didakwa telah mencemarkan nama baik dua dokter Rumah Sakit Omni Internasional, Grace Hilda Yar Nel Nela dan Henki Gozal dengan mengirimkan surat elektronik (email) ke 20 alamat email temannya. Dalam surat tersebut Prita mengeluhkan pelayanan yang diberikan RS Omni Internasional. Dalam waktu singkat email itu beredar luas di sejumlah milis dan blog. Surat itu pun terbaca manajemen RS Omni Internasional. Atas keluhan Prita, rumah sakit di kawasan Alam Sutera itu kemudian menyeret Prita ke jalur hukum dengan tuduhan pencemaran nama baik. Continue reading

Bill Gates Ke Indonesia


Diharian surat kabar tempo dikabarkan Bill Gates akan berkunjung ke Indonesia bulan Mei ini, tepatnya kamis lusa ini. Kedatangannya kali ini untuk memberikan ceramah dalam acara Government Leaders Forum (GLF) se-Asia Pasifik.

Selain itu BG juga direncanakan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai balas kunjungan atas lawatan SBY ke Amerika beberapa bulan yang lalu. Menurut Presiden Direktur Microsoft Indonesia Tony Chen, mengatakan bahwa dalam kunjungan BG kali ini akan dalam rangkaian GLF akan membahas beberapa permasalahan yang berkaitan dengan penerapan Teknologi Informasi khususnya dalam hal edukasi, pemeliharaan kesehatan, dan sustainable economic growth.

Nah, ternyata di media online lainnya mengatakan bahwa kedangan BG ke Indonesia ini akan membuat industri TI Indonesia lebih terkenal. Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur IBM Indonesia Suryo Suwignjo, selain itu juga menurut Suryo kedatangan orang nomor satu terkaya di dunia ini bisa berbuah pada sektor industri lainnya.

Hmmm, sejenak terpikir dari dua media tersebut sebenarnya layak-layak saja. Sampai-sampai orang IBM sendiri mendukung hal ini. Sebuah hal positif tentu akan berdampak bagi Indonesia dengan kedatangan BG, namun apakah itu semua bisa mendukung sektor-sektor lain, TI Indonesia saja sampai saat ini bisa kita lihat sendiri (apakah belum terkenal?).

Mungkin berita ini terlalu difokuskan pada sosok atau profile si BG saja, dari dulu Indonesia juga sudah mampu sebenarnya untuk tampil (terkenal) di kancah dunia IT tingkat dunia, tinggal kita saja berperan dalam hal itu semua. Belum lagi UU ITE yang timbul pro dan kontra tak kunjung lerai sampai saat ini.

Yah, cuma dukungan dan harapan saja yang bisa saya berikan. Semoga siapa pun yang mewakili di kampus ini yang bisa mengikuti jumpa pers nanti bisa mendapatkan ilmu terbaru tentang perkembangan IT di Indonesia.

Terkait Penutupan Youtube


Beberapa waktu lalu, Youtube.com dikenakan status “pending” pengaksesan dari Indonesia sesuai dengan amanat dari Mentri Depkominfo M. Nuh. Pada waktu yang sama juga Depkominfo menyempatkan diri untuk berbincang khusus dengan para blogger Indonesia.

Terkait dengan hal tersebut, banyak pengguna Internet mengganggap situs resmi pemilik saham google.com ini diblok atau istilahnya blocking dengan kerjasama para penyedia provider di Indonesia atas instruksi Depkominfo. Ada hal penting yang ingin saya kemukakan mengenai penutupan situs sharing video tersebut.

Dari hasil ceramah Pak Edmon selaku staf ahli Depkominfo dari hasil kuliah Telematika hari ini (11/4) teridentifikasi bahwa, timbulnya satu judul yakni “Apakah UU ITE Mengancam?“. Hal ini tidak lepas dari berbagai pernyataan pendapat dari kalangan Dewan Pers tentang pemberlakuan UU tersebut serta pendapat-pendapat lainnya yang kian berterbangan di media massa dan elektronik.

Dari sebuah judul sederhana tersebut, ternyata terpencar banyak bagian-bagian yang sangat “berkelas” dari penerapan UU ITE tersebut. Sebut saja contoh seperti pemblokiran youtube.com beberapa waktu yang lalu, myspace.com yang berencana akan ditutup juga, penggunaan proxy anonymous serta sampai dalam regulasi telekomunikasi untuk pihak penyelenggara.

Disini saya tidak melihat masalah yang terpencar dari bagian-bagian tersebut, melainkan melihat kondisi Indonesia yang sangat lemah dalam menilai arti cyber police dan/atau cyber law dalam dunia maya. Mengapa dewan pers Indonesia kembali menggugat pasal 27 ayat (1) dan ayat (3)? Jelas menyangkut nama baik atau pencemaran nama baik karena melanggar UU.

Adakah masalah lain dibalik itu? tentu jawabannya masih banyak. Mulai dari penetapan akan tindak pidana (KUHP) serta penyinggungan masalah SARA. Hal ini tentu membuat kalangan-kalangan yang berpentingan akan merasa gerah, contoh kasus om Roy Suryo yang selama ini di “hujat” apakah itu salah satu dari pencemaran nama baik orang!

Banyak juga permasalah yang membuat bangsa ini kian hari kian tertipu dengan media yang dibaca dan didengarnya. Culture (kultur) bangsa Indonesia yang berjalan pluralisme dan berbagai macam keanekaragaman budaya tentu menjadi sesuatu yang bisa lebih berpotensi dalam memikirkan intelektual tinggi.

Tidak saja orang-orang hukum bisa mendapat gelar dengan begitu gagah, namun tidak tahu akan arti kepentingan hukum itu sendiri. Hal mudah saja bisa kita lihat dari bentuk kelalaian seorang manusia bisa berbuah hukuman (apalah istilahnya kalau tidak KUHP atau pun KUHAP), kenapa bisa begitu? jelas itu adalah bentuk tidak kesengajaan, tetapi itulah perlu adanya kehati-hatian (orang hukum lebih mengerti akan pasal-pasalnya).

Kembali ke youtube tadi, sebenarnya bangsa ini tidak perlu begitu bersikeras dengan pihak-pihak youtube atas penayangan / publish video GW asal Belanda tersebut. Pemblokiran yang ada pun bukan semata karena adanya interfensi atau flow (arus), istilah ini bisa dipelajari lebih lanjut atas pernyataan sikap dari pihak google selaku pemilik saham youtube kepada pihak pemerintah (lihat detik).

Untuk itu pemerintah Indonesia pun harus banyak belajar dalam kasus muatan SARA tersebut pada situs youtube, sehingga peristiwa seperti ini tidak membuat bahan pikiran baru dari respek sebagian banyak pecinta cyber.

Melihat sisi lain dari sebagian kenyataan yang ada di Indonesia, memang sangat beralasan dimana seseorang sering mengalami sesuatu hal yang tanpa memiliki identitas benar atau salah. Pemikiran taktis dengan strategi itu adalah sebuah sikap dan perbuatan yang tidak akan nyambung bila kita mengaitkannya dengan kasus yang dialami Indonesia sekarang ini.

Film Fitna sebut saja yang mendapat reaksi keras, tentu hal yang mutlak dilkukan bukanlah mengatur strategi melainkan taktis. Orang yang sedang digempur oleh lawan saat berperang misalnya, tidak mungkin dia akan memikirkan strategi lagi karena antara dua pilihan menembak musuh atau ditembak musuh. Maka peran akan taktis sangat diperlukan.

Masih banyak cerita lainnya yang belum saya utarakan, mungkin cukup untuk sekian dulu pada versi [tidak stabil ini] dan akan diupdate untuk seterusnya.

Aksi Untuk UU ITE


Berbagai pesan melalui chattingan saya hari ini pada jam 17.40 WIB masuk dengan statmen-statmen yang begitu keras dan memberontak dalam arti kata tidak setuju terhadap UU-ITE.

Semenjak Pak M. Nuh Depkominfo bertemu dengan para blogger Indonesia beberapa hari yang lalu, Pak Nuh mengatakan para Blogger adalah keluarga (our family). Pertemuan yang diadakan pada senin malam itu terkait halnya keberadaan situs youtube.com yang disinyalir akan ditutup (blokir) karena memuat video-video yang berbau dengan film fitna yang sempat hit beberapa minggu ini.

Akibat dari itu, pihak youtube.com pun sudah diberitahukan untuk tidak mengedarkan atau mem-publish video tersebut berhubung suasana ancaman terhadap dalangnya film tersebut Geets Wilders makin memuncak.

Tidak ada sesuatu yang khusus sebenarnya terkait dengan UU ITE dengan si GW tersebut, namun entah kenapa aksi dan isu-isu yang menolak ITE semakin hari semakin semeraut. Lihat saja berita-berita yang ada di berbagai media cetak maupun elektronik, semua pasti ada judul yang berhubungan dengan ITE sampai dengan seruan untuk terus diminta direvisi dan dikoreksi untuk lebih bijak dan sosialis terhadap negara ini.

Pasal demi pasal dalam UU ITE pun kian rancu dimata-mata orang yang berkepentingan. Lain lagi dengan masalah pemblokiran situs-situs ternama di internet menambah hangat masalah UU yang satu ini.

Youtube.com, Multiply.com, Rapishare.com, dan masih banyak lainnya yang akan dilist untuk menjadi objek pemblokiran karena dianggap melanggar dari UU ITE. Hasil forward dari chattingan hari ini pun membawa isu Google, Friendster bahkan sampai YM (Yahoo Messanger) akan menjadi list berikutnya.

Jelaslah bahwa pesan chattingan begitu seru dengan aksi untuk mendemo Depkominfo, untuk meminta kejelasan tentang isu-isu yang akan diblok beberapa situs-situs unggulan para pecinta dunia cyber apalagi kalau bukan seperti mbah google, friendster dan lain-lain sebagainya.

Perlukah aksi ini bergulir kedepan untuk kembali terjun ke “lapangan” lagi, apakah tidak cukup hanya sebatas pertemuan para netter seperti yang dilakukan senin malam tersebut oleh Depkominfo? atau emang rakyat ini harus bangun dari meleknya teknologi. Bersama kita bisa!

Pornografi dan Pornoaksi


pornografi

Ilustrasi: bagusjefftesavenes.blogdetik.com

PORNOGRAFI atau pornoaksi, sebuah penggalan kalimat yang selalu membuat publik jadi “membabi buta” (pro dan kontra). Sedikit mengutip dari sebuah RUU yang membicarakan hal tersebut, Pornografi adalah substansi dalam media atau alat komunikasi yang dibuat untuk menyampaikan gagasan-gagasan yang mengeksploitasi seksual, kecabulan, dan/atau erotika. Sedangkan pornoaksi adalah perbuatan mengeksploitasi seksual, kecabulan, dan/atau erotika dimuka umum.

Cukup berasalan dengan dua pernyataan diatas bahwa hal ini telah menjadi momok tersendiri akibat Indonesia sudah dicap menjadi negara nomor dua sebagai “surga” pornografi setelah Rusia. Mengutip lagi seperti yang ada di wikipedia yang menyatakan bahwa: Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,484 other followers

%d bloggers like this: