Berakhir Sudah


Young HeroSelamat datang Pahlawan Muda, kata-kata ini sungguh berarti jika tahun baru ajaran sudah mulai bergeming. Diberbagai sudut dan pojok, tulisan sapaan ini akrab kita baca. Yah, seperti itulah keadaan UI saat ini.

Bahagia dengan kedatangan keluarga baru, dan semangat membara semakin terbuka untuk mereka yang muda. Perjalanan mereka untuk hari ini telah berakhir sudah, berakhir dengan masa pendaftaran ulang bukan berarti ini selesai juga. Continue reading

An Naml – Semut


http://rumametmet.com

ilustrasi oleh rumametmet.com

“Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”. (QS An Naml ayat 30). Itulah petikan khutbah jum’at kali ini (20/6) yang khatib sampai di Mesjid Ukhuwah Islamiyah Kampus UI Depok.

Disuasana yang begitu agak sepi jamaah (berhubung mahasiswa sudah liburan), khatib menyampaikan sebuah ayat dimana dalam surat An Naml terdapat dua buah ayat yang melafadzkan Basmalah terlebih pada bagian ayat 30 (innahu min sulaymaana wa-innahu bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi).

Memang dalam hal ini, Allah SWT telah memberikan sebuah keistimewaan dengan nama surat yang berarti Semut. Dalam Al Quran sendiri terdapat 6 buat surat yang artinya berupa binatang, yakni Al Baqarah (Sapi Betina), An Nahl (Lebah), Al ‘Ankabuut (Laba-laba), Al ‘Aadiyaat (Kuda) dan Al Fiil (Gajah). Continue reading

Situs Yang Terabaikan


Hari jum’at yang lalu (13/6), ketika saya duduk-duduk di ruang BEM Fasilkom teringat dengan situs kebanggaan utama UI di http://www.ui.edu. Setelah mencoba membaca berita yang ada dihalaman muka ternyata masih berita lama.

Setelah melihat dan melihat lebih lanjut, ternyata ada satu hal yang kini pihak PPSI sepatutnya harus perhatikan. Ketika saya mencoba melangkah di halaman directory UI, yakni sesuatu yang sepatutnya untuk diberdayakan lebih lanjut.

Setelah saya lakukan cros cek terhadapa situs-situs yang ada di halaman itu, memang sangat tidak TERURUS. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa banyaknya domain yang terpakai dan juga space yang benar-benar kurang terbedaya.

Berikut adalah beberapa daftar Akses Cepat yang dimuat pada situs UI:
Lembaga :
* Majelis Wali Amanat
* Senat Akademik Universitas
* Badan Audit Internal
* Dewan Guru Besar
* Badan Penjaminan Mutu Akademik
* Direktorat Pengembangan Akademik Continue reading

Memaknai Bangkitnya Bangsa Ini


Setelah sekian lama, khutbah jum’at hari ini akhirnya bisa muncul juga. Dalam beberapa pekan bahkan hampir 3 bulan belakangan ini, postingan untuk khutbah jum’at tidak pernah diangkat lagi. Berhubung dengan berbagai macam alasan dan keperluan serta waktu yang kadang-kadang tidak memungkinkan.

Tema jum’at kali ini masih dengan isu kebangkitan nasional yang dikenal dengan 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Tidak lepas begitu saja, sang khatib juga mengingatkan bahwa momen dan peristiwa yang terjadi pada bulan Mei 2008 ini sungguh luar biasa banyaknya. Hal ini sudah pernah saya tulis pada postingan 21 Tahun Yang Lalu. Continue reading

Berbuah Harapan


Dua hari tidak melakukan postingan di blog tercinta, rasanya gimana gitu. Itulah bila sesuatu yang udah kebiasaan menjadi agenda tertentu dan tergantung dari waktu luang juga. Makanya tidak salah kalau tulisan/orekan blog ini bertitel “Orekan Waktu Luang”.

Kisah menarik selama dua hari ini ternyata begitu indah, setelah memostingkan masalah Tauhid dan Bid’ah pada kesempatan dulu. Kali ini ternyata kita akan beranjak jauh dari masalah-masalah seperti itu. Yakni perjalanan semalam suntuk mengejar deadline dari Sisdis sampai belajar Java ampe tepar.

Beranjak dari senin hari mencari bahan-bahan untuk jawab sisdis, ternyata eh ternyata lumayan juga capek nyarinya.

Lomba Poster

Nah, ini dia gambar poster yang berbuah harapan. Mungkin dari sebagian temen-temen dikampus senin kemaren udah pada tahu, kalau poster ini masuk dalam nominasi ditingkat perpus UI, tapi bukan dalam kategori pemenang juara satu lo. Terima kasih atas informasi teman-teman yang telah mengingatkan saya kemarin lewat sms untuk menghadiri pertemuan hari ini di perpus (Iwit dan Ranu) dalam rangka pemberian penghargaan atas poster ini.

Kembali lagi ke topik utama diatas deadline, memang sangat diakui semalam mengejar deadline sampai-sampai untuk belajar Java, tepar beneran sangkin ngantuk dan capeknya (padahal udah berusaha untuk ngopi ternyata tidak mapan juga).

Dan nasib java hari ini ternyata gampang-gampang susah lah, walaupun belajar hanya 10% dari semua bahan. Bagaimana nasibnya nanti ya? wallahu’alam. Sungguh tak terduga bisa begini jadinya.

Jadi, hari ini setelah “berperang” dengan DPBO, langsung menyetir langkah ke BALGEBUN a.k.a kantin untuk sarapan pagi. Tanpa berlama setelah sarapan, undangan untuk menghadiri pembagian penghargaan di perpus ternyata sudah dekat, pas saya lihat jam ternyata jam 10.45. Alhamdulillah, tidak telat berhubung jalan kaki lebih kurang 10 menit sudah bisa menjangkau perpus pusat.

Ternyata acara sudah berlangsung lama, kebetulan hari ini (26/3) di perpus pusat diadakan peluncuran Cyber Library of Intergration bertepatan dengan dies natalis UI ke 58 dan ulang tahunnya Perpustakaan UI ke 25 tahun.

Dari lomba yang diadakan oleh perpus pusat, salah satunya lomba poster yang sangat banyak digandrungi. Dari 67 peserta yang ikut dari berbagai lembaga, termasuk UI yang paling banyak yakni 57 orang, 4 orang dari Politeknik Negeri Jakarta, 1 orang dari Universitas Gunadarma, 1 orang dari Interstudy, 1 orang dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, 1 orang dari Universitas Multimedia Nusantara, 1 orang dari Universitas Pancasila, dan 1 orang dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Lebih lengkapnya baca di sini.

Selain itu dari civitas akademika Fasilkom, pak Harry Budi Santoso juga memenangkan lomba resensi/meringkas buku “How To Read a Book” dengan menyambet juara 1. Wah, luar biasa ternyata dosen Fasilkom masih doyan juga dengan buku seperti ini dan juara lagi.

JieKa Ke UI


Hari ini ternyata JK (JieKa) a.k.a Jusuf Kalla ke UI lo, nah mungkin teman-teman udah pada tahukan. Siang tadi di sekitar Fasilkom memang ramai/diramaikan dengan baju-baju yang berwarna loreng dan coklat siapa lagi kalau bukan keparat eh aparat keamanan baik dari TNI dan Polisi.

Tugas mereka adalah mengamankan orang nomor dua di republik tercinta ini, lalu apa cerita menarik dari kunjungan JK ke UI ini. Bila anda orang-orang yang cekatan dengan berita update, tentu tahu dong dengan situs detik.com, yang merupakan salah satu situs pertama di Indonesia yang memberikan sungguhan berita paling update dan tercepat (menurut survei saya pribadi).

Dalam kunjungan tersebut JK bersama para rombongan dengan mobil Mercy RI 2 mengunjungi FISIP UI, ternyata tujuan utama adalah untuk membicarakan masalah “Mencari Identitas Politik Luar Negeri RI” yang bertempat di Gedung F Kampus FISIP UI.

Nah, sebelum acara itu berlangsung, ternyata JK berkeliling (tour de campus) dengan bis kuning untuk melihat fakultas-fakultas yang ada di UI. Mulai dari FISIP, melaju ke FIB – FE – FT – FMIPA – FKM – FH – FPsiko – FISIP lagi deh. Anda tahu kan sekarang?, ternyata FASILKOM dilewati atau terlewati oleh Pak JK dan para rombongan, sungguh sayang Pak JK tidak berputar di Bundaran HI Balgebun. Pasti ini akan ada kesan tersendiri dengan kampus yang berbentuk lapangan/stadion bola ini. Pak….2x, kenapa para penunjuk jalan melewatinya ya? anda tahu kenapa? tunggu penuturan tim investasi dari “kami”.

Setelah puas berkeliling dengan dikawal para patroli mobil kampus UI, JK akhirnya bercanda dengan kesukaannya warna kuning apalagi kalau bukan kata-kata yang menjurus lagi-lagi “politisasi” dengan sedikit timpalan “Saya di sini berasa di rumah karena di sini kuning semua”. Jelaslah bahwa kuningnya JK bermakna beringin dan kuningnya UI bermakna HIDUP MAHASISWA!!!

Saya Bersuara Untuk Kampusku


Gak tahu ya, entah kenapa pas lewat Fisip tadi pagi langsung kesambet sama kata-kata yang bertuliskan dengan cat pilok di kantin Yong Ma, yang paling jelas “kami bukan sapi perahan” gitulah intinya. Tanpa berpikir panjang saya langsung ingat dengan isu kenaikan SPP/BOP UI beberapa saat lalu ketika saya dapat di kampus dari saudara Taufiq ’07.

Memang mendadak saya tahu begitu saja, tentu berkaitan juga dengan beasiswa bagi 1000 anak bangsa. Dan setelah membaca-membaca dan terus mencari, terlebih ketika mendapat tulisan di blognya Smile, rasanya jari ini ingin “unjuk kebolehan”. Langsung saja tulisan ini saya muat di blog SAMAN UI dengan berjudul “Kenaikan SPP/BOP Universitas Indonesia”. Jadi untuk itu saya copas sajalah, bila ada komentar dan segala macam silakan anda share bersama, berikut tulisannya:

Baru-baru ini banyak kalangan mendapat berita tentang isu kenaikan SPP untuk mahasiswa S1 reguler seluruh fakultas yang ada di UI. Tak heran bila ini menjadi polemik tersendiri bagi para mahasiswa terlebih mereka yang berkutat dengan aktivis kampus, tentu bisa anda bayangkan betapa susahnya masuk UI dari awal hingga saat ini.

Seperti yang kita tahu bersama, UI dan beberapa universitas negeri lainnya di Indonesia termasuk ITB, UGM dan IPB telah “menganut” paham BHMN. Dimana letak tanggung jawab yang tersirat sepenuhnya dikelola oleh PTN tersebut dengan persentase sekian-sekian. Hal utama yang bisa kita lihat adalah “pengkorbanan” stakeholder, stakeholder yang bagaimana? tentu peran akan mahasiswa dalam mengarungi pendidikan dengan mengutamakan sebuah kewajiban untuk membayar SPP/BOP atau sejenisnya menjadi sebuah hal yang utama bagi sebuah PTN untuk mendapatkan sumber pendapatan dana yang paling sangat gampang tentunya serta mahasiswa objeknya.

Lalu bagaimana stakeholder lainnya, selain para penuntut ilmu (mahasiswa, -red). Apakah para dosen, karyawan dan lain sebagainya hanya bisa bersenang-senang saja? Tentu jawabannya tidak (baca ini). Terlebih lagi para jajaran tingkat tinggi (rektorat, -red), tentu mereka lebih pusing dan kewalahan dalam mengatur ini semua dimana angka pengeluaran (operasional) yang dikeluarkan setiap waktunya tidak lebih dari pada keadaan yang tidak jelas (perekonomian yang tidak selalu imbang). Ini jelas terlihat bila PTN di Indonesia tidak lepas juga dari peran pemerintah dan seterusnya.

Namun satu hal yang harus disadari dari isu kenaikan ini adalah transparansi keuangan yang telah digunakan selama ini oleh jajaran tinggi universitas untuk memberikan respon ke pada seluruh civitas akademik, memang hal tersebut bukan merupakan jaminan pasti untuk diketahui oleh umum, melainkan bisa menjadi awal perumusan UI untuk menyikapi hal ini secara musyawarah dengan segenap elemen dan jajaran kampus. Sehingga cita-cita dan tujuan untuk menjadi universitas World Class, tidak hanya tertempel sebatas di poster atau spanduk saja melainkan bisa ikut dirasakan oleh semua pihak, baik warga kampus maupun masyarakat luar.

Baru-baru ini pun pihak rektorat kembali membuat sebuah kebijakan baru juga melalui bantuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Departemen Adkesma untuk mensosialisasikan program beasiswa untuk 1000 anak bangsa dengan ketentuan dan syarat berlaku tentunya bagi siswa-siswi SMA yang ingin melanjutkan studinya di UI tahun 2008 nanti. Ini pun sebatas pandangan yang penulis dapat cukup bersifat mendadak setelah adanya isu dari kenaikan SPP tersebut. Secara tidak mendasar, ini merupakan hal konkrit bila sebenarnya apa yang telah “diusungkan” oleh pihak-pihak kampus untuk menaikkan SPP tidak berbuntut pada mahasiswa baru nantinya.

Bisa anda bayangkan dalam hal ini dengan menggempar 1000 anak bangsa yang ingin masuk UI sungguh sangat tidak bisa diterima begitu saja, walaupun kita berpikir bagus tetapi tidak salahnya ini akan berefek buruk di lain sisi. Pendapat berbagai kalangan disini tentu juga akan sangat berperan, bisa kah kita menilai dari MWA (Majelis Wali Amanat) yang sangat berpengaruh disini telah menyampaikan isi seluruh konsekuensi yang akan dihadapi untuk kedepan lebih jauh? menurut saya ini tidak mewakili atas semuanya, atas nama manusia selalu saja ada kata kekurangan.

Semoga kebijakan atas kebijakan yang diambil ini oleh pihak jajaran universitas tentunya tidak banyak pihak yang dirugikan atau saling merugikan terlebih bila ada yang bermain dibelakangnya ini adalah sebuah kecurangan. Kita semua mempunyai hak dan tuntutan seperti yang telah diamanatkan dalam undang-undang, setiap warga negara berhak atas pendidikan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,480 other followers

%d bloggers like this: