Masjid Baiturrahim, Berdiri Kokoh atas Mukjizat


Arsitektur mesjid Baiturrahim yang begitu kental masa duluBERKUNJUNG ke ujung pulau Sumatera paling identik dengan laut, ya bisa dibilang panorama yang paling mendominasi perjalanan lewat darat.

Sebenarnya tidak hanya itu, hamparan sawah, pegunungan dan beragam kota-kota kecil dipinggiran jalan juga mudah kita temukan.

Namun ada yang tak kalah menariknya, disela-sela pemandangan itu berbagai corak dan ragam bentuk masjid juga paling banyak ditemukan di tanoh rencong ini.

Jika sebelumnya saya pernah menulis tentang masjid kuno Indrapuri (Aceh Besar) dan Peulanggahan, Kec. Kutaraja yang begitu klasik sejarahnya, kali ini ada salah satu masjid lagi yang tepatnya berada di daerah wisata pantai Ulee Lheue, apalagi kalau bukan masjid Baiturrahim. Continue reading

Film Tsunami Aceh Hadir di Layar Lebar


 

dari cumicumi.comSAYA awalnya gak yakin novel saya difilmkan, apalagi saya kan akuntan. Bahkan dalam mimpi tak pernah terpikir. Saya belum pernah ke Aceh, tapi saya yakin setiap orang akan mengingat bencana itu. Sebagai penulis saya ingin mengenangnya. Semoga lebih banyak orang bisa dapat hikmah.”

Itulah sepenggal kalimat yang dilontarkan oleh Tere Liye yang tidak lain adalah sang penulis novel “Hafalan Shalat Delisa” seperti dikutip dari Kapanlagi.com, Rabu (21/12).

Novel yang membuat pembaca menitikkan air mata ini memang sekilas bisa menggambarkan apa yang terjadi pada saat tsunami dan gempa bumi mengguncang serta meluluhlantakkan sebagian Aceh. Apalagi kisah yang diangkat dalam novel ini menjadi sebuah titik temu, dimana perjalanan hidup keluarga sederhana di pesisir pantai nan indah, Lhoknga, Aceh Besar. Continue reading

Kisah Kita di Sebuah Kelas


sma negeri 2 banda aceh

SMAN 2 Banda Aceh sekitar tahun 2007

MUNGKIN kisah kita ini sudah tersirat dalam sebuah note kawan, bahkan sudah banyak respon dan komentar di sana. Mungkin juga baru sekarang kita merasakan rasa ini kawan. Di saat kita semua telah jauh dari satu sama lain.

Tulisan ini bukan cerpen atau karangan, cuma disaat malam yang cukup indah ini. Ku teringat dengan apa yang telah ku janjikan di awal cerita pada note yang telah banyak mengungkit memori lama itu. Walaupun sekarang data yang ada dilaptopku pergi entah kemana, bagiku kehadiran mu kawan bisa membuat kembali bersemi cerita dan kenangan lama itu. Continue reading

Mempertahankan Peradaban Aceh


perang

image by antipemurtadan.wordpress.com

DALAM kesempatan kali ini saya akan mengulas sedikit tentang peradaban Aceh, seperti yang pernah termuat dalam sebuah buku “Sejarah Peradaban Aceh” karangan Abdul Rani Usman (A. Rani Usman, -pen) salah satu putra Aceh yang lahir di Ulee Ateueng, Simpang Ulim, Aceh Timur.

Buku yang mengulas peradaban Aceh tersebut, saya peroleh dari hasil pencarian sederhana melalui jaringan internet yang berada di perpustakaan pusat Universitas Indonesia, dan setelah saya lihat-lihat dari daftar isi buku tersebut, ternyata membuat saya agak sedikit tertarik untuk bisa membaca dan mengulas lebih dalam. Continue reading

Kaum Yang Hilang Akibat Dosanya


Laut Mati

Ilustrasi: Google Images

Baru kali ini menyempatkan kembali waktu untuk menulis sebuah uraian singkat dari apa yang saya lewati jum’at (16/01) yang lalu, maklum keadaan dan waktu serta kesempatan yang ada untuk mempublikasikan tulisan singkat yang mungkin serba kekuragan ini tidak begitu mendukung.

Mari kita lihat apa yang menjadi topik penting khutbah jum’at kali ini disaat saya masih berada dalam suasana menikmati liburan akhir semester ini.

Satu potong ayat Al Qur’an yang berada pada juz ketujuh yakni surat Al An’aam ayat ke 6 yang mempunyai arti “Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.”

Bisa dibaca lagi >>>

4 Tahun Yang Lalu


Tangis dan air mata

Tangis air mata atas kebesaran Mu Ya Allah/foto by HA

EMPAT tahun yang lalu di ujung pulau Sumatera, deras air mata dan tangis telah membasahi. Empat tahun yang lalu juga musibah tsunami telah menjadi kenangan yang tak pernah terlupakan di alam jagad raya ini.

Banyak yang telah terlewati dan seiring waktu berjalan, segala perubahan yang ada membuat yang lama menjadi bekas yang tidak hilang dari sejarah.

Semua yang dirasakan oleh mereka dan saya juga salah satu diantaranya merupakan hal yang tak bisa terlupakan begitu saja. Detik-detik yang meluluhlantakkan seisi kota dan bagian negara menjadi teriakan yang tak berdaya anak manusia. Continue reading

Jasa Poma


Foto BasteraNah, beberapa hari ini saya sedang doyan dengerin lagu Nanggroe, anda tahukan tentunya apalagi kalau bukan lagu Aceh yang dinyanyikan oleh Rafly yang hits populernya sampai ke mancanegara dengan judulnya lagunya yang bertembang Aneuk Yatim (Anak Yatim).

Lagu Aneuk Yatim itu sendiri padahal dirilis sebelum tsunami Aceh tanggal 26 Desember 2004. Namun, entah kenapa lirik lagu tersebut sangat mencerminkan Aceh pada kondisi setelah tsunami, padahal cerita dalam lagu tersebut bertujuan pada saat Aceh masih dalam konflik antara GAM dan TNI. Untuk liriknya dalam segala versi sekarang sudah ada, anda tinggal searching di google pasti ketemu.

Yang saya posting berikut ini adalah lagu solonya yang ketiga yang bertemakan Syiar dan Syair dalam Album Syurga Firdaus. Judul Jasa Poma (Jasa Bunda atau Jasa Ibu) saya ambil karena benar-benar mengingatkan kita akan jasa Ibunda. Berikut lirikannya: Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,486 other followers

%d bloggers like this: