Masjid Baiturrahim, Berdiri Kokoh atas Mukjizat


Arsitektur mesjid Baiturrahim yang begitu kental masa duluBERKUNJUNG ke ujung pulau Sumatera paling identik dengan laut, ya bisa dibilang panorama yang paling mendominasi perjalanan lewat darat.

Sebenarnya tidak hanya itu, hamparan sawah, pegunungan dan beragam kota-kota kecil dipinggiran jalan juga mudah kita temukan.

Namun ada yang tak kalah menariknya, disela-sela pemandangan itu berbagai corak dan ragam bentuk masjid juga paling banyak ditemukan di tanoh rencong ini.

Jika sebelumnya saya pernah menulis tentang masjid kuno Indrapuri (Aceh Besar) dan Peulanggahan, Kec. Kutaraja yang begitu klasik sejarahnya, kali ini ada salah satu masjid lagi yang tepatnya berada di daerah wisata pantai Ulee Lheue, apalagi kalau bukan masjid Baiturrahim. (more…)

Diantara Keistimewaan dan 4 Desember


Daerah Istimewa

BANYAK dari kita yang kerap mengingat hari lahir, hari jadian, atau hari-hari yang memang begitu indah jika dilewatkan. Namun, salahkan kita jika melupakan hari jadi daerah? ya kalau boleh dibilang ini sesuatu yang berkaitan dengan kecintaan pada negeri yang sering dikenal nasionalisme.

Jika merunut sejarah tempo dulu, Indonesia (NKRI, -red) mempunyai dua daerah istimewa dan salah satunya adalah DI (Daerah Istimewa) Aceh yang hari jadinya jatuh pada tanggal 7 Desember 1956 atau setara 55 tahun Dista Aceh sebutan lazimnya telah diakui di Indonesia sejak kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945.

Sejenak jika kita melihat kondisi Aceh pada bulan Desember 2011 ini, memang yang terbayang hanya sekilas miladnya Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang tidak lebih sudah berumur 35 tahun pada tanggal 4 Desember yang lalu. (more…)

“Turkish Graveyard” Jejak Turki di Aceh


Makam Tengku DibitayMENGINJAK kaki di Banda Aceh menjadi satu tujuan wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Banda Aceh yang merupakan pusat pemerintah Propinsi Aceh sarat dengan berbagai kisah pusat peradaban dunia masa kesultanan dulu atau lebih dikenal dengan kerajaan Darud Donya.

“Wisata Religi” itulah sebuah tema kecil untuk jejak petualang kami pada hari Jum’at (19/8), pagi hari yang sangat cerah mewarnai langkah kami untuk berkunjung ke salah satu tempat wisata di Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh.

Tidak begitu jauh dari pusat kota Banda Aceh, hanya perlu 10 atau 15 menit kita sudah bisa sampai ditempat peninggalan atau bisa disebut kampung orang Turki jaman dulu.

Nama kampung itu dikenal dengan Bitai atau masyarakat sekitar mengenal dengan Komplek Makam Tengku Dibitay (seperti tertulis di gapura, -red), bagi yang menggunakan GPS bisa mengarahkan pada titik koordinat 5° 32′ 15.98″ N  95° 17′ 30.58″ E .

(more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 990 other followers

%d bloggers like this: