Jika Malam Tahun Baru Hujan, Lalu?


Sendiri ditengah hujan malam (Ilustrasi dari berintips.blogspot.com)APA ya rasanya jika malam tahun baru itu tepat saat pergantian detik-detik waktu pukul 00.00 WIB ke tanggal 1 Januari hujan lebat menyertai kota-kota dan daerah-daerah? Adakah rasa kecewa dalam hati Anda wahai pembaca. Continue reading

Mulut Tanpa Lidah?


Lidah BunglonPERNAH Anda membayangkan kalau mulut tanpa lidah yang tak bertulang itu, apa jadinya?

Jangankan itu mulut sariawan saja kita akan susah untuk makan minum, apalagi kalau bicara sungguh tidak nyaman.

Kali ini saya merasakan lidah terluka, lagi-lagi buat bicara saja tidak jelas mirip-mirip bicaranya orang cadel atau lebih tepat ngomong seperti orang kumur-kumur tidak jelas. :lol:

Kejadian yang menimpa pinggiran lidah saya entah kapan kurang ingat, sampai-sampai pas mengecek di cermin ternyata luka seperti terkupas (isitilah awam). Sungguh tidak nyaman, jangankan untuk makan enak dan enak makan, buat bicaranya saja kadang terkendala.

Setelah sehari mengalami hal ini, biasanya madu menjadi obat ampuh. Toh madu menjadi obat yang aman untuk dikonsumsi tanpa bahan pengawet apalagi zat kimia. Continue reading

‘Na Peng Siribe?’, Inilah Kehidupan


kakek

ADA uang seribu?” itulah arti dari sepenggal judul di atas yang saya dengar, lihat dan keluar dari mulut seorang kakek yang berumur sekitar 70 lebih.

Matahari kala itu masih menyengat, Kamis (26/1), saya lihat jam dinding disebuah warung kopi sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB yang pertanda masih siang bolong.

Dari kejauhan sesosok kakek melintasi jalan untuk menyeberang ke arah sebelah, saat itu saya berada di pinggiran jalan Medan – Banda Aceh daerah Krueng Geukuh, Aceh Utara, warung tempat dimana para sopir minibus L-300 beristirahat sejenak untuk makan dan minum.

Konon warung/rumah makan pinggiran jalan Krukuh (sebutan singkat dari Krueng Geukuh, -red) ini memang terkenal sejak lama dengan masakannya, selain layanan bagus, tempatnya pun nyaman. Continue reading

Ngedakwah itu Gak Cuma Tugas Da’i Lho


Ukhuwah dan Dakwah

MENDENGAR kata dakwah mungkin bagi sebagian kita sudah membayangkan seseorang naik mimbar, podium, panggung lalu berbicara di depan orang banyak.

Ya, mungkin itulah sebuah opini pemikiran yang lazim kita temukan sekarang. Atau pun istilah ngetren sekarang, ada ustadz gaul, ustadz cinta, dan sebagainya (aduh ntah apa itu).

Tapi disini bukan mau ngedikte para pembaca kok, judul di atas memang nyentrik dengan harapan setelah membaca ini bisa menjadi konstruksi pemikiran dan wawasan kita tua dan muda untuk mengenal dan lebih dekat dalam berdakwah. Continue reading

Diam Bukan Berarti Tidak Ada Jawaban


singa vs anjing ilustrasi dari 500px.com

SABAN hari belakangan ini saya membuka Twitter, mungkin bisa dibilang terhitung sejak malam minggu (10/12) mencoba melihat perkembangan yang ada di linimasa yang penuh hiruk pikuk beragam lintasan kicauan.

Sayang beribu sayang, dimana tanah saya pijak sekarang (Aceh, -red) membanjiri saluran (channel) di Twitter. Padahal lazimnya setiap hari saya selalu sempatkan waktu mengecek saluran pembicaraan/informasi dari seluruh dunia, namun entah kenapa beberapa hari belakangan sampai tulisan ini saya buat memberikan kesan bahwa ada yang tidak beres.

Entah saya yang kurang paham, entah orang lain yang sibuk dengan urusan dunia. Saya pun melihat perkembangan yang bernama berita, disana pun aliran begitu keras dan semakin menjadi atau bisa dibilang lebay seperti kata anak ABG dewasa ini. Continue reading

Demi Masa: Empat Kriteria Orang Yang Tidak Merugi


Demi masaSEJENAK jika kita mengenang ‘Demi Masa’ tentu akan terbesit dengan salah satu surat di Al-Qur’an yakni surat Al ‘Ashr (Wal Ashri).

Betapa dahsyat surat tersebut jika dalam setiap waktu kita bisa merenungi dari 3 ayat pendek tersebut, mungkin dari sejak kecil kita pun sudah terbiasa untuk menghafalnya yang termasuk bagian dari surat-surat pendek.

Pun demikian banyak dari kehidupan kita ini melewati yang namanya waktu (masa), seiring berganti tahun baru Hijriyah beberapa waktu lalu kita pun banyak yang melewati untuk mensyukurinya terlebih pada momen 10 Muharram yang sangat sarat dengan sejarah.

“Bergantinya hari, bulan, dan tahun tentu membuat umur kita pun semakin berkurang serta ini menjadi pertanda bahwa alam dunia pun akan semakin dekat untuk kita tinggalkan dan kelak kita siap memasuki alam kubur,” begitulah seuntai kata dari sang khatib  saat khutbah Jum’at (9/12) kemarin. Continue reading

Muharram, Satu dari Empat Bulan Haram


Muharram

Ilustrasi oleh iswandibanna.com

TAK terasa seiring berputar waktu, bulan dilangit pun menuntun garis edarnya dengan segala kuasa dan karya Maha Agung, tepatnya Minggu (27/11) yang lalu kita pun memasuki tahun baru 1 Muharram 1433 H.

Berbicara masalah waktu, memang sering membuat kita tanpa sadar terlewatkan. Dan seiring waktu itu pula umurnya kita bertambah serta tak kurang jatah kita untuk berada di dunia yang serba fana ini pun makin mendekati ke alam berikutnya.

Pada hari jum’at (25/11) beberapa waktu lalu sempat mengingat beberapa petikan dari isi khutbah, dimana sang khatib kembali memberikan sebuah nasehat yang tentunya menyambut tahun baru yang sarat kita peringati sesuai dengan ketentuan yang telah banyak dicontohkan dalam Al-Qur’an maupun sunnah. Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,480 other followers

%d bloggers like this: