Habis Janji, Sampah di Buang!


sampah bukan sumpah

Image by Kompas

Begitulah yang terjadi sekarang, semua berjanji dan berjanji. Karena itu yang bisa dilakukan saat ini untuk menarik simpatisan dengan alhasil menang di pemilu nanti.

Langsung saja to the point tentang tulisan ini, memang tidak akan panjang seperti biasanya. Maka dari itu saya berikan judul saja dengan Habis Janji, Sampah di Buang.

Melihat apa yang dilaporkan oleh media pemberitaan di berbagai stasiun televisi swasta dan nasional, saya memikirkan banyaknya Parpol tenyata hampir sama kelakuannya.

Cuma ada beberapa dan itu pun karena berlabel azas ini dan azas itu untuk menjaga image atau jaga gengsi. (more…)

Bukan Dangdut Seperti Yang Dulu Lagi


Melihat acara “Topik Kita” di antv, memang isu hangat tentang goyangan dangdut selama ini menambah panjang tentang permasalah moral bangsa. Dalam acara tersebut tampil bintang tamu dari sebuah group dangdut trio macan yang kebetulan group ini sangat terkenal dengan goyangannya.

Hal menarik dari berbagai pertanyaan yang diajukan dalam acara topik ini selalu bermunculan kata-kata yang umum dari mereka (trio macam, pen) tentang pendapat dan pandangan mereka dalam aksi panggung.

“Semua tergantung…”, seperti itulah ketika ada pertanyaan yang mereka anggap semua kembali ke publik, sempat dalam acara yang sama pula melalui line telepon Walikota Bogor menilai hal ini harus bisa diminimalisir oleh mereka para pen-dangdut (walaupun bukan kata baku) untuk bisa menjaga nilai kesopanan dalam setiap aksi dan gerakan.

Masih banyak sebenarnya pendangdut Indonesia yang berlaku sama seperti trio macam baik itu dari tingkat goyangan sampai dengan kualitas dari hiburan itu sendiri yang makin menjurus dalam pornografi atau pun pornoaksi. Apalagi yang berlaku dalam penyiaran seperti di televisi memang harus melibatkan pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang melakukan sensor terhadap tanyangan yang ada.

Namun hasilnya anda bisa melihat sendiri, berbagai tanyangan konser-konser dangdut hampir semua memiliki rate yang jauh dari perkiraan. Bobroknya moral sebuah bangsa memang tidak harus dilihat dari segi hiburan dangdut saja misalnya, masih banyak celah yang lain. Tapi setidaknya hal tersebut merupakan langkah yang paling manjur untuk mencegah kurangnya budaya malu di bangsa ini yang makin hari makin merosot.

Hal yang paling aneh selama ini terjadi di media adalah adanya artis dangdut yang protes akan tindakannya melalui jalur hukum yang dianggap telah menjegal aktivitasnya sebagai pendangdut. Memang dunia sudah edan, orang menilai sesuatu serba penuh dengan logika saja. Kalau itu enak buat pribadi ya tetap dijalankan saja, bagaimana dengan orang lain terserah mereka yang menilai terlebih harus membawa-bawa nama agama.

Kata-kata seperti itu kerap kita dengar, artis yang menjadi publik figur sebenarnya mempunyai kode etik tersendiri. Dimana harus memberikan contoh yang baik ke masyarakat luas, bukannya hanya memikirkan diri pribadi bahkan hak privasi yang biasanya dilecehkan orang.

Sungguh inilah realita dalam kehidupan di dunia hiburan di Indonesia, negara barat saja seperti Amerika sebenarnya telah menerapkan denda bagi penyanyi yang melakukan aksi tidak senonoh di depan publik. Nah, untuk Indonesia hal seperti ini harus menunggu waktu lama.

Maka sangat jelas hiburan dangdut di Indonesia “Bukan Dangdut Seperti Yang Dulu Lagi” dimana nilai-nilai etika dan moral kian hari makin merosot, apakah hanya musik ber-genre dangdut saja? anda punya jawabannya.

Pornografi dan Pornoaksi


pornografi

Ilustrasi: bagusjefftesavenes.blogdetik.com

PORNOGRAFI atau pornoaksi, sebuah penggalan kalimat yang selalu membuat publik jadi “membabi buta” (pro dan kontra). Sedikit mengutip dari sebuah RUU yang membicarakan hal tersebut, Pornografi adalah substansi dalam media atau alat komunikasi yang dibuat untuk menyampaikan gagasan-gagasan yang mengeksploitasi seksual, kecabulan, dan/atau erotika. Sedangkan pornoaksi adalah perbuatan mengeksploitasi seksual, kecabulan, dan/atau erotika dimuka umum.

Cukup berasalan dengan dua pernyataan diatas bahwa hal ini telah menjadi momok tersendiri akibat Indonesia sudah dicap menjadi negara nomor dua sebagai “surga” pornografi setelah Rusia. Mengutip lagi seperti yang ada di wikipedia yang menyatakan bahwa: (more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 973 other followers

%d bloggers like this: