Berlomba-lomba di Hari Jum’at


SIANG terik, panasnya menyengat bukan alasan tidak menggerakkan kaki ke rumah Allah (Masjid).

Inilah hari jum’at, hari dimana banyak sekali berkah yang Allah berikan bagi muslim, khususnya laki-laki dalam menunaikan kewajiban seminggu sekali ini.

Namun, berbagai rintangan sering membuat orang untuk enggan melangkah kaki dan berlomba untuk datang lebih duluan ke masjid.

Jelas ini, godaan yang berat mungkin. Godaan ini pun saya lihat dari beberapa masjid yang saya kunjungi tepatnya di setiap hari Jum’at dimana saja berada saat ini. Continue reading

Hilangkan Egois


egois

Ilustrasi: Google Images

PERTEMUAN jum’at kali ini (6/6) di Mesjid Ukhuwah Islamiyah (MUI) Depok, masih dibayangi dengan tema seputar kenaikan BBM. Sang khatib dalam pesan singkatnya kali ini mencoba sedikit mengutarakan pandangannya mengenai BBM di mimbar yang mulia.

Berlandaskan pandangan Islam yang harus diperhatikan, khatib sangat menekankan padangan egoisme manusia yang semakin hidup tanpa memikirkan apa yang ada dibalik sifat itu.

Ketika sebuah sikap yang disangka menyusahkan rakyat, kita terus menuntut dan menuntut untuk dihilangkan. Namun, tidak terpikirkan oleh manusia itu sendiri bagaimana sikap borosnya ketika sebuah harga itu menjadi murah dan sangat disayangkan rasa keadilan untuk sesama umat hilang begitu saja. Continue reading

Enam Perkara Soal Ilmu


Ilmu tanpa amalTAK terhitung minggu ke minggu sudah sampai ke jum’at lagi. Satu hal kewajiban setiap muslim laki-laki yang sudah akil baligh harus menjalankan perintah shalat jum’at berjamaah.

Hari ini topik jum’at yang dibawakan oleh sang khatib hanya satu kata yakni ILMU, dalam pikiran saya ini khutbah pasti panjang. Karena tema khutbah yang pendek bisa berbuah penjelasan yang lumayan panjang. Maksudnya paling panjang dalam hal ini adalah waktunya yang mungkin bisa menghabiskan 30 menit.

Diluar perkiraan ternyata untaian kata-kata dari khatib hanya berselisih 15 menit saja, ada beberapa poin yang bisa ditangkap khususnya mengenai kata ilmu ini. Merujuk pada apa yang diutarakan oleh Imam Ali r.a. dalam pesannya tentang 6 perkara untuk mencari ilmu. Continue reading

Memaknai Bangkitnya Bangsa Ini


Setelah sekian lama, khutbah jum’at hari ini akhirnya bisa muncul juga. Dalam beberapa pekan bahkan hampir 3 bulan belakangan ini, postingan untuk khutbah jum’at tidak pernah diangkat lagi. Berhubung dengan berbagai macam alasan dan keperluan serta waktu yang kadang-kadang tidak memungkinkan.

Tema jum’at kali ini masih dengan isu kebangkitan nasional yang dikenal dengan 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Tidak lepas begitu saja, sang khatib juga mengingatkan bahwa momen dan peristiwa yang terjadi pada bulan Mei 2008 ini sungguh luar biasa banyaknya. Hal ini sudah pernah saya tulis pada postingan 21 Tahun Yang Lalu. Continue reading

Sombong Milik Allah SWT


Jum’at ini (8/2) masih dalam keadaan sejuk dengan rintikan hujan. Topik yang ada pun sangat sederhana dengan suara yang mengalun indah sang khatib memaparkan khutbah singkatnya kurang lebih selama 20 menit.
Sebuah hal yang menjadi nilai penting yang disampaikan khatib pada hari ini adalah jangan pernah berlaku sombong dan selalu mengutamakan diri sendiri. Contoh kecil misalnya, kalau tidak ada saya tidak mungkin mesjid ini bisa seperti sekarang, kalau gak ada saya gak mungkin ini begitu dan pulan dan pulan. Itu semua sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Kita merasa sesuatu yang telah diberikan oleh Allah hanya semata atas usaha kita sendiri, dan pantaslah Allah membenci orang-orang yang berlaku sombong di dunia. Seperti yang telah Nabi sabdakan dalam sebuah hadis riwayat Muslim yang artinya “Sesunguhnya Allah itu indah dan Dia menyukai keindahan, (dan yang dimaksud dengan) kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendah-rendahkan orang lain”.

Ustazd Semesteran


Jum’at kali sungguh mengesankan para jamaah, dengan sedikit tawa terasa begitu memaknai walaupun itu tidak baik dalam keadaan khutbah jum’at. Ada 3 hal yang dipaparkan oleh sang khatib, bahwa banyak manusia yang sangat sering melupakan, meremehkan bahwa memangkas kekuasaan Allah tanpa tersengaja.

Ibarat contoh, sang khatib memberikan sedikit gambaran ketika banyak orang yang menanggapi bahwa maut, rezeki dan jodoh adalah kekuasaan Allah, namun dibalik itu semua ingatkah kita bahwa bukan hanya itu saja yang menjadi kekuasaan Allah melainkan semua yang ada di alam ini adalah bukti keberadaan Dzat yang menguasai seisi alam.

Selain itu sang khatib juga menyinggung sedikit mengenai keberadaan ustazd-ustazd selama bulan Ramadhan ini, yang lebih terkesan sebagai ustazd semesteran di berbagai stasiun TV.

Sampai O-Channel pun jadi objek khutbahnya, ada dua orang ustadz yang di O-Channel yang kebanyakan mengatakan bila ada sesi interaktif dengan para pemirsa TV, “semua masalah kembalikan kepada pribadi masing-masing menurut keyakinan dan serahkan saja kepada Allah,” tutur sang khatib. Nah, menurut sang khatib hal seperti ini merupakan sebuah pemunduran Islam yang bisa memecahkan akidah para umat di dunia ini.

Terangnya ada di surat Al Baqarah, lupa ayat berapa bila berminat silakan anda cari sendiri. Sebenarnya yang dikatakan oleh sang khatib ini memiliki kenyataan yang banyak diyakini oleh beberapa orang yang sempat mungkin terdengar, memang kemunculan ustadz semesteran ini hanya baru memiliki ilmu sebatas pengetahuan itu saja.

Namun, ada baiknya disini kita perlu tahu bahwa menjadi seorang yang memberikan nasehat maupun tausyiah yang berhubungan langsung dengan masalah-masalah kemaslahatan umat baik berhubungan langsung dengan ibadah maupun dengan ketauhidan harap benar-benar mengetahuinya dan mempelajarinya dengan sangat benar. Jangan hanya sebatas tahu saja, tanpa ada kekuatan yang bisa menguatnya dan tentunya kita tahu Al Qur’an dan Hadits adalah solusinya pedoman hidup ini. Wallahu’alam bish-shawab

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,485 other followers

%d bloggers like this: