Diantara Keistimewaan dan 4 Desember


Daerah Istimewa

BANYAK dari kita yang kerap mengingat hari lahir, hari jadian, atau hari-hari yang memang begitu indah jika dilewatkan. Namun, salahkan kita jika melupakan hari jadi daerah? ya kalau boleh dibilang ini sesuatu yang berkaitan dengan kecintaan pada negeri yang sering dikenal nasionalisme.

Jika merunut sejarah tempo dulu, Indonesia (NKRI, -red) mempunyai dua daerah istimewa dan salah satunya adalah DI (Daerah Istimewa) Aceh yang hari jadinya jatuh pada tanggal 7 Desember 1956 atau setara 55 tahun Dista Aceh sebutan lazimnya telah diakui di Indonesia sejak kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945.

Sejenak jika kita melihat kondisi Aceh pada bulan Desember 2011 ini, memang yang terbayang hanya sekilas miladnya Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang tidak lebih sudah berumur 35 tahun pada tanggal 4 Desember yang lalu. Continue reading

Lewat Jejaring Sosial, Cut Dewi Ungkap Siapa Cut Farah


Ilustrasi oleh littlemikhael.wordpress.com

SUDAH lama sekali tidak menulis dengan kategori “pulitek” politisasi di blog ini, tapi sebuah tulisan yang bertebaran di jejaring sosial membuat saya harus membaca sekilas demi sekilas, karena jika serius saya bukan ahli untuk hal politik. :D

Apa yang terjadi di Aceh saat ini menurut beberapa blogger dalam status “hot”, begitulah kata salah seorang panglima blogger Aceh regional VI yang tidak bisa disebut namanya.

Alhasil peran media dalam pemberitaan pemilukada Aceh pun sangat jor-joran dengan beragam informasi yang bisa kita temukan dihampir seluruh media massa cetak/online baik lokal dan nasional, tentunya dengan beragam pandangan dan beragam cara.

Kepopuleran jejaring sosial memang saat ini begitu mewabah, wabil khusus di Aceh. Begitu banyak akun para politisi bermunculan disaat sedang “hot” seperti ini, walaupun terlihat dibalik layar akun tersebut bukannya mereka sendiri yang mengelola melainkan tim (ada juga yang dikelola secara pribadi). Continue reading

Mempertahankan Peradaban Aceh


perang

image by antipemurtadan.wordpress.com

DALAM kesempatan kali ini saya akan mengulas sedikit tentang peradaban Aceh, seperti yang pernah termuat dalam sebuah buku “Sejarah Peradaban Aceh” karangan Abdul Rani Usman (A. Rani Usman, -pen) salah satu putra Aceh yang lahir di Ulee Ateueng, Simpang Ulim, Aceh Timur.

Buku yang mengulas peradaban Aceh tersebut, saya peroleh dari hasil pencarian sederhana melalui jaringan internet yang berada di perpustakaan pusat Universitas Indonesia, dan setelah saya lihat-lihat dari daftar isi buku tersebut, ternyata membuat saya agak sedikit tertarik untuk bisa membaca dan mengulas lebih dalam. Continue reading

Diantara Persimpangan Jalan Aceh Bisa “Merdeka”


peta aceh jaman belanda

image by angefriet.net

ADA sebuah buku yang saya baca, ditulis oleh Kolonel (CZI) Syarifuddin Tippe, SIP, MSi mantan Danrem 012/Teuku Umar Banda Aceh yang bertugas sejak tahun 1999. Buku yang berjudul “Aceh di Persimpangan Jalan” menjadi salah satu dari sekian banyak literatur sejarah dalam mengukir cerita Aceh dari masa ke masa.

Sebuah ungkapan dalam buku tersebut, beliau kutip dari buku Perang Aceh (Aceh Orloog) karangan seorang Belanda, Van de Vier yang berbunyi “Orang Aceh dapat dibunuh, tetapi tidak dapat ditaklukkan”, selain itu dalam halaman yang sama penulis juga mengutip pepatah Aceh, “Tembaklah hati orang Aceh, jangan tembak kepalanya.” Continue reading

Jasa Poma


Foto BasteraNah, beberapa hari ini saya sedang doyan dengerin lagu Nanggroe, anda tahukan tentunya apalagi kalau bukan lagu Aceh yang dinyanyikan oleh Rafly yang hits populernya sampai ke mancanegara dengan judulnya lagunya yang bertembang Aneuk Yatim (Anak Yatim).

Lagu Aneuk Yatim itu sendiri padahal dirilis sebelum tsunami Aceh tanggal 26 Desember 2004. Namun, entah kenapa lirik lagu tersebut sangat mencerminkan Aceh pada kondisi setelah tsunami, padahal cerita dalam lagu tersebut bertujuan pada saat Aceh masih dalam konflik antara GAM dan TNI. Untuk liriknya dalam segala versi sekarang sudah ada, anda tinggal searching di google pasti ketemu.

Yang saya posting berikut ini adalah lagu solonya yang ketiga yang bertemakan Syiar dan Syair dalam Album Syurga Firdaus. Judul Jasa Poma (Jasa Bunda atau Jasa Ibu) saya ambil karena benar-benar mengingatkan kita akan jasa Ibunda. Berikut lirikannya: Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,485 other followers

%d bloggers like this: