Sertiam


Sekilas kata diatas bukanlah makna biasa, berawal dari kata Serah Terima Amanah membuahkan arti singkat Sertiam. Pertama kali sms dapat, langsung teringat ada apa dengan sertiam kali ini yang pasti jelas beda, sebuah tulisan melelahkan juga ikut serta pada publikasinya yakni long march dari kampus Fasilkom Depok sampai Cibubur (+/- 15 km) tempat kemah Buperta.

Mungkin awal yang paling terkesan dari Sertiam FUKI bagi ikhwan untuk tahun 2008 ini adalah long march, acara yang berlangsung kamis malam ini di kampus Fasilkom Depok berawal dari istirahat bersama hampir 3 jam untuk persiapan jalan. Tepat jam 1 pagi, Pak Yans dan Mr Agung mengomandani semua peserta untuk siap-siap berangkat, sebelum berangkat pun peserta yang hadir sebanyak 24 orang dibagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok diberangkatkan secara resmi plus foto-foto bersama dengan memberikan beberapa maklumat untuk tetap selalu dalam kawanan sampai tujuan.

Selain pembagian kelompok, 2 orang yang mengomandani ini pun memberikan beberapa penjelasan untuk sampai ke Cibubur dengan melakukan titik akses (check point) diantaranya adalah titik akses Jln Juanda Depok, kemudian simpang 3 Gas Alam Cimanggis Depok dan yang terakhir di Buperta Cibubur. Walaupun kenyataan yang ada, masih banyak titik akses lainnya yang secara manusiawi terbuat sendiri khususnya ketika shubuh menjelang di Mesjid Jami’ At Taubah dan beberapa titik lainnya.

Mengingat hal tersebut merupakan hal yang wajar, suasana keakraban yang ada pun tidak pupus begitu saja. Capek, lelah, pegal dan sejenisnya bukan rintangan untuk melaluinya, ini terlihat dari beberapa rekan dengan semangat keras melawan rasa ngantuk dan melek terus membuahkan hasil yang akhirnya sampai juga pada tujuan.

Huuuuhh, perjalanan yang melelahkan ternyata tidak berakhir sampai ditujuan. Sempat-sempatnya dipagi hari yang cerah semua peserta menyempatkan diri untuk bermain bola. Wow, luar biasa, seakan perjalanan semalam suntuk tidak membuat beban bagi mereka untuk menyerahkan haknya pada kaki-kaki yang telah kecapean dan kelelahaan. Memang semangat juang angkatan muda (AM) FUKI dan yang sudah “uzur” dari kepengurusan tidak luntur begitu saja.

Sebuah kebanggaan bagi saya, bahwa hal seperti ini menjadi saksi bahkan pengalaman seumur hidup dapat merasakan kebersamaan yang kokoh selama masa bakti di FUKI dengan sedikit membawa suasana yang lain dari yang lain. Mungkin ketika membaca dan melihat perjalanan ketika Nabi dulu hijrah, tidak seberapa bila dibandingkan Depok ke Cibubur. Ketika jalan-jalan yang dilewati saat malam-malam semakin sunyi, indahnya bintang dan bulan yang melengkung dengan sabitannya membuat mata ini memandang luas atas karunia dari Allah.

Walaupun perjalanan itu adalah sebuah rasa kehadiran, tentunya semua kita sudah menyatukan niat yang sama, kesenangan dan manfaat yang dirasakan sangatlah sulit untuk digambarkan atau pun diungkapkan dengan kata-kata. Ada sebuah rasa dimana hal itu menjadi nilai yang sangat berarti ketika hati dan bathin ini mengatakan “iya” dan asyik karenanya.

Prosesi demi prosesi di Buperta Cibubur tidak lepas dari merasakan kesejukan alam ditengah pagi yang beralaskan embun malam membuat kaki-kaki ini seakan terpancar kekuatan baru, rasa ngantuk yang menghantui selama perjalanan terganti dengan keringat hentakan bola tangan alis Rugby katanya Agung. Tidak itu saja santapan nasi uduk di pagi hari membuahkan sentuhan yang nikmat untuk disantap dengan awalan yang ketat dari satu dan dua snack hadiah dari Bapak Anto.

Indah dan begitu indah, akhir dari sebuah waktu yang berjalan semua tertumpahkan di bumi Cibubur untuk kesaksian FUKI 0708 selama ini. Penampilan kekayaan dari para investor yang tidak ada batasnya untuk masing-masing negara atas 5 grup juga jadi awalan untuk berhayal lebih tinggi (ingat jangan maruk serta jangan mem-faruki….hahahaha).

Tawa dan senyum indah terlihat dari raut muka jiwa muda saat Halang Pintu (istilah betawi), ketika duel antara Pak Ketua Lama dan Pak Ketua Baru (PKL vs PKB) dengan jubirnya masing-masing Chandra dan Ridho juga aksi pitung ala Chamat dengan si jet lie ala Ringgo yang memukau perhatian, serta tak kalah menarik aksi tarik suara dari saya sendiri tentunya.

Satu hal yang inti adalah ucapan kata-kata terakhir (wada’) dari Habib Al Anjaru Cahya Al Kamaru alis Pak Anjar menjadi akhir dari peletakan amanah. Tak ketinggalan pun dengan simbolisasi penempatan pin untuk AM/FM FUKI resmi dilantik sebagai barisan terdepan untuk FUKI selanjutnya serta sekapur sirih dari Pak Faruk disekian banyak umat (peserta sertiam maksudnya) yang hadir untuk pertama kalinya.

Diakhir acara pun sebagai penutup indahnya pertemuan untaian kata-kata dari Akh Haris yang berbalut do’a kepada pencipta mahkluk ini Allah SWT tidak lupa memohon maaf atas segala tindak tanduk yang selama ini sedikit banyaknya tidak tersadari. Semoga Allah mengampuni kami dan memberikan petunjuk serta hidayah-Nya untuk FUKI dan umat muslim/ah diseluruh dunia pada jalan yang telah di ridhai-Nya. Amiin.

Sebuah Perjalanan Baru FUKI


FUKI Fasilkom

SORE yang begitu cerah memberikan suasana yang begitu indah, tepat tanggal 25 April yang lalu di sebuah lantai 6 gedung B Fasilkom UI, nama mereka para pejuang muda FUKI dipanggilkan untuk menyatakan diri akan berjuang untuk kedepan.

Lontaran visi dan misi begitu menggugah untuk dicerna dengan penuh semangat yang baru, tanpa berlama-lama dalam 10 menit mereka bisa menyelesaikan secara seksama. 4 calon yang diusungkan oleh polling yang beredar selama beberapa hari membuat pilihan ini luar biasa hebatnya.

Tak ketinggalan juga layaknya, sebuah pemilihan mereka juga diuji oleh dua orang panelis ternama. Satu orang dari Mapres Fasilkom 2008 dan satu orang dari alumni mantan Pengurus FUKI 2002-2004. Siapa lagi kalau bukan Rahmad Mahendra dan Mas Bayu.

Dalam pertemuan yang sedikit dari pengunjung ini cukup membuahkan hasil yang alot. Acara yang berlangsung hampir jam 10 malam ini membuahkan suka dan duka yang begitu indah untuk dilupakan. 4 orang yang menjadi pelopor pada eksplorasi kali ini adalah Ridho Budiarto, Faruk Chandra Farabi, Berliyanto dan Salman Salsabila. Continue reading

Pertanggungjawaban


Kebetulan besok (14/4) adalah deadline bagi FUKI’ers untuk mengumpulkan Laporan Pertanggungjawaban, bagi yang sudah mendapatkan amanah. Memang judul seperti ini sangat cocok untuk bagian refleksi diri di akhir penghujung masa bakti ini.

Tahukah kita, bahwa waktu yang berjalan seakan begitu cepat. Tidak terasa sudah sampai di penghujung acara, eh penghujung tahun kepengurusan 2007-2008. Baik FUKI, BEM, DPM dan lain-lain semua akan kembali melakukan regenerasi.

Hal itu sekarang pun sudah mulai bermunculan suasana-suasana dimana, waktu-waktu “perpisahan” kian mendekat. Milis, forum angkatan, bahkan sampai ke lingkungan Fasilkom. Ini tidak lain adalah waktu kita untuk menunjukkan “Siapa Saya, Siapa Kita Semua ini” bagi satu ummat.

Biasanya puncak dari sebuah amanah yang diberikan tentu sangat mulus ketika mengalami masa awal dari “perjuangan”. Namun, apa yang terjadi ketika diakhir-akhir masa yang berjalan?.

Teringatkah kita akan sebuah Surat ke 103 Al-Quran yakni Al-‘Asr yang berarti “Demi Masa”?, dimanakah masa itu yang kita lalui selalu dalam keadaan merugi, kecuali mereka yang beramal shaleh, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Semoga semua amal yang telah kita lakukan ini mendapat ridha Allah SWT baik itu yang sekarang maupun kedepan nantinya. Amiin Ya Rabbal’alamin

Dari Pagi Sampai Pagi


Banyak cerita yang dilalui hari ini, mulai dari pagi hingga malam ini. Pagi bolos kuliah karena bangun kesiangan (salah satu kekurangan) dan siang kembali kuliah dengan bermain hukum dan malam kembali dengan acara BAB (Bakar Ayam Bareng) with MABES FUKI. Asyik dan enak plus maknyus rasa ayam bakarnya.

Terus hal yang menarik kemarin pas jum’atan adalah topik khutbah jum’at yang masih kental dengan bulan Muharram yakni masalah Hijrah Nabi Muhammad SAW. Padahal kita tahu sekarang udah masuk ke 16 Shafar, pada tahukan kalau kita disunnahkan berpuasa di pertengahan bulan-bulan Islam?, yaitu pada hari-hari antara 14 sampai 16. Kalau belum tahu, segera cari tahu.

Sedikit tentang khutbah jum’at, sang khatib hari ini kembali mengingatkan momen penting dalam kehidupan seorang muslim yakni menjalani proses hijrah dari yang tidak baik ke jalan yang lebih baik dan begitulah seterusnya (lihat postingan saya sebelumnya). Nah, kali ini juga hampir sama persis seperti postingan sebelumnya coba ada beberapa cerita yang khatib sampaikan dimana, setiap hijrah yang Rasulullah SAW lakukan selalu hal pertama yang dilakukan ditempatnya berhijrah adalah mendirikan mesjid seperti di Madinah dan juga di Kuba. Inilah hal yang sangat penting sebenarnya yang perlu kita lihat, dimana mesjid tidak hanya menjadi tempat ibadah yang wajib-wajib saja, melainkan sebagai pusat kegiatan Islam yang mencerminkan aktivitas dan penuansaan Islam di dunia ini.

Kita beralih ke cerita lain yakni kuliah hukum. Hukum telematika itulah yang baru-baru ini mulai saya “tekuni” di Fakultas tetangga kita. Hari ini ternyata saya telah hampir 40 menit, karena kenapa? bikun biasanya jum’at memang selalu telat. Hampir tidak ada bikun di hari jum’at yang jalan untuk jam 1 siang, dikarenakan proses jum’atan dan jam istirahat. Dan hal ini menjadi masukan buat pihak penanggung jawab bis kuning (bikun) agar bisa meminimalisir hal tersebut agar jangan sampai merugikan pihak mahasiswa yang keterlambatan dalam proses belajar mengajar (akademis). Cukup segitu untuk hal kuliah dan kuliah.

Hal berikutnya hari ini adalah dari puncak segala aktivitas yakni MABES FUKI di Fasilkom, kebetulan acara ini berbentuk mabit (bermalam) bersama dengan sesama mahasiswa, jadi harus segera mempersiapkan diri. Lumayan seru, berawal dari nonton bareng film pembukaan Upin dan Ipin versi Malaysia dan kemudian dilanjutkan dengan Bee Movie (cuma beberapa menit) dan kemudian dilanjutkan dengan AAC (Ayat-ayat Cinta) yang hanya 15 menit, kesemua itu hanya nonton sebentar saja. Karena waktu dan situasi tidak begitu mendukung, alhamdulillah untuk BAB (Bakar Ayam Bareng) sikonnya sangat memungkinkan. 2 ayam untuk satu kelompok (+/- 5 orang), jadi kerasa puasnya sampai-sampai nasi dan laut 1 banding 2. Sebelumnya ini adalah malam baru untuk pertama kali semester ini kembali berdagang eh begadang di kampus bersama anak-anak FUKI, sampai tulisan ini terbit yang tersisa di status online hanya Fahri 07, Toni 06 dan saya sendiri beserta para tukang yang sedang merehab sekre. Selamat pagi dan selamat menikmati hari ini!

Hujan Terus Melanda Depok


Agenda hari ini lumayan banyak, namun hujan dari semalam terus mengguyur kota Depok. Alhasil tentu ini membuat sedikit “belepotan” dengan jadual yang padat. Tentu kepadatan lalu lintas di jalan, bukan jadual saya….hohohoho. Alhamdulillah semua persiapan yang diatur sudah selesai, bikin SeNat (Selembar Nasehat) selesai dengan edisi new template, kemudian publikasi buat MABES (Mabit Bersama) FUKI sudah selesai juga, terus tugas buat TekMob hari selasa besok akhirnya selesai juga walau harus mentranslate kata demi kata. :-)

Akhirnya memulai minggu ketiga ini sedikit lega juga dengan cuaca yang begitu mendukung untuk berninak bobok, bayangkan bila terus hujan seperti ini saban hari. InsyaAllah Jakarta bakal bisa tenggelam. Semoga tidak seperti itu melainkan hujan ini menjadi rahmat dan limpahan karunia karena Yang Di Atas masih memberikan kemudahan nikmat dunia untuk bisa dirasakan oleh makhluk-Nya. Selamat menunaikan aktivitas anda!

Hari Pertama


Hari pertama di kediaman, asyik bisa makan enak untuk perbaikan gizi apalagi ada hari Meugang (kebiasaan orang Aceh sebelum lebaran dan puasa). Tidak jauh beda dengan dikosan, ternyata bangun kesiangan masih saja menimpa. Kebetulan shubuh disini lebih lama dari Depok hampir jam setengah enam pagi, jadi setelah shalat ternyata suasana masih dingin membawa kenikmatan untuk melanjutkan perjalanan ke pulau kapuk.
Namun, malam ini saya tidak ada perpanjangan kata untuk sementara. Karena alunan takbir sejak magrib tadi sudah mengantar saya dalam suasana Hari Raya Idul Adha, hari raya yang penuh kemulian dan pengorbanan dengan sejarah mulia dari kisah Nabi kita Ibrahim dan Ismail.
Jadi akhir kata, dari ujung blog ini saya dan sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1428 H, semoga semangat pengorbanan membawa keberkahan dan kemulian disisi-Nya. Amiin.
Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan, terutama buat teman-teman di Depok (anak BEM & FUKI –all Fasilkomers–) see you at February 2008.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,484 other followers

%d bloggers like this: