Menyibak Bukti Sejarah Bungker Jepang di Bireuen


null

Inilah pintu utama bungker Jepang yang sedang dipugar di kawasan Cot Batee Geulungku, Kec. Simpang Mamplam, Bireuen

MATAHARI kala itu sudah menyengat, waktu Ashar pun belum tiba. Minggu (7/8) beberapa waktu lalu, bersama rekan-rekan Aceh Blogger dan Komunitas @iloveaceh mengatur waktu untuk menuju sebuah tempat, kira-kira 30 km dari pusat kota Bireuen ke arah barat.

Ya, kami sering mengatakan ini dengan istilah ekspedisi. Dimana mencari sesuatu yang kadang masih tertutup dan tidak banyak diketahui oleh publik. Tidak peduli itu belantara hutan, semak, atau pun pesisir laut, dimana ada tempat yang kira menarik untuk dikunjungi, kami siap mengarungi waktu. Kami sering membawa misi, “Ayo, menulis Aceh di Internet!” yang kami galakkan lewat “gencatan” blogger militan di Komunitas Blogger Aceh.

Secuil kisah ini merupakan pengalaman yang luar biasa untuk pertama kalinya dalam hidup, bersama teman-teman komunitas kami mencoba mempelajari lagi sejarah yang pernah terjadi di dataran Bireuen ini. Dataran dimana pernah menjadi salah satu pusat peradaban, dan nilai-nilai sejarah yang kadang sering luput dari waktu dan mata-mata orang yang sibuk mengatur hidup untuk memenuhi perut sendiri. Continue reading

Ekspedisi ke Peusangan Siblah Krueng (Bag. I)


Makam Tgk Chik Awe Geutah/Foto: Dok. Pribadi

Makam Tgk Chik Awe Geutah/Foto: Dok. Pribadi

CUACA hari itu sangat mendukung untuk melakukan ekspedisi, sang mentari pun begitu elok menemani perjalanan kami.

Berawal dari titik poin Cipuga Cyber Computer (markas utama) Aceh Blogger Community (ABC) Reg. III Bireuen, kami membuat titik-titik mana yang akan dikunjungi untuk ekspedisi kali ini, mempersiapkan ala kadar apa yang perlu dibawa, karena ekspedisi kali ini memang terbilang tidak begitu ekstrim seperti yang sebelumnya ke tempat-tempat wisata alam yang belum begitu terekspos di wilayah Jeumpa, melainkan ekspedisi kali ini adah ke tempat-tempat berbau religius berhubungan suasana lebaran masih sangat terasa. Continue reading

Karena Mereka Kita Juga Bisa


komunitas

HARI ini keadaan milis anak-anak ABC kian bersemangat dengan berbagai kondisi yang sedang di alami.

Mulai dari aksi untuk Save Muslim Rohingya sampai kini timbul perencanaan baru yang akan dicoba untuk wilayah Bireuen sana.

Perencanaan yang datang tiba-tiba dari salah seorang ABC’ers, ternyata membawa angin segar untuk bisa dilaksanakan dalam waktu dekat ini (Maret 2009).

Isu-isu bertebaran pun kian banyak dimilis, sehingga membuat beberapa ABC’ers yang ada di berbagai pelosok wilayah dan regional (luar) ikut ambil bagian untuk memberikan pendapat dan masukan untuk acara tersebut. ABC’ers maju terus >>>

Dilema CPNSD Bireuen


Siang masih menjengat dikepala, suasana gerah dari sesaknya aktifitas mahasiswa yang hulu lalang di jalan Al-Muslim membuat tenggorakan ingin menegak air putih dan langsung bisa cles ke tenggorokan. Lalu, titik lemah pembicaraan muncul dari seonggokan mulut yang mengatakan CPNS.

Ada apa gerangan dengan CPNSD Kabupaten Bireuen, tepatnya hari Rabu tanggal 19 November 2008 yang silam pengumuman untuk calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Bireuen terbit di koran. Na peng di Bireuen

Bermain Dengan FotoSketcher


Disela-sela malam terakhir beraktfitas di depok, semalam mencoba membongkar foto-foto in memorian yang pernah terlewati.

Dan sangat kebetulan hari sabtu kemarin (10/01) dapat aplikasi free dari googling tentanh edit foto, maka semalam try at home. Lumayan buat refreshing, beberapa foto yang bisa mainkan dengan aplikasi FotoSketcher.

Kenangan kopdar ACL & Nanggroe.com wilayah Pase

Kenangan kopdar ACL & Nanggroe.com wilayah Pase

Hati-hati ada foto gituan disini >>>

Kecaman Workshop Anggota Dewan


Front Mahasiswa dan Pemuda Aceh Jeumpa (Jeumpa Mirah) menyesalkan sikap anggota dewan perwakilan rakyat Bireuen yang melaksanakan workshop ke Medan, beberapa hari lalu. Khairil M selaku pelaksana tugas Jeumpa Mirah dalam siaran pers kepada Serambi, Selasa (20/2) mengatakan, setahun lalu mereka (DPRD Bireuen) juga pernah membuat kesalahan dengan melakukan studi banding ke luar daerah, sekarang mereka mengulang lagi kesalahan yang serupa.

Sebagaimana diberitakan dua hari lalu, hampir seluruh anggota DPRD Bireuen mengadakan workshop di hotel ternama di Medan. Mereka dibahani beberapa undang-undang baru, mulai dari pengelolaan keuangan daerah, penyusunan APBD, dan Lembaran Kerja Pertanggungjawaban Jabatan (LKPJ), berlangsung Minggu (18/2) di Medan.

Kecaman itu, tulis Khairil M, karena workshop diadakan di Medan, kenapa tidak diselenggarakan di Bireuen saja. Seharusnya, selaku wakil rakyat. Jika mereka memikirkan kegiatan yang menelan dana jutaan rupiah berlangsung di Bireuen, maka dengan sendirinya pendapatan hotel di Bireuen bertambah.

Biasakanlah memakai fasilitas yang ada di daerah masing-masing. Jangan menghamburkan uang dan pikirkan keadaan rakyat sendiri yang masih banyak membutuhkan uluran tangan,ungkapnya.

Khairil M menambahkan, masyarakat miskin secara filosofi tidak membutuhkan pidat, tetapi mereka memerlukan uluran tangan karena kehidupan mereka belum seluruhnya bangkit dari keterpurukan akibat konflik Aceh, beberapa tahun lalu.Cobalah Bapak-bapak wakil rakyat turun ke lapangan, barak penampungan dan dengarkan keluhan mereka, masyarakat miskin tidak ubahnya seperti anak ayam kehilangan induk, tulis pelaksana Jeumpa Mirah itu.(yus/am)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,486 other followers

%d bloggers like this: