Negeri Pasi Karam, dari Masa Kerajaan hingga Meulaboh


Foto salah satu ulee balang di Meulaboh sekira tahun 1894 (Dok. KITLV)KEBIASAAN saya menelusuri hal-hal yang berbau sejarah memang terbilang masih sangat baru di dunia daring, namun soal ke-Aceh-an hampir di setiap waktu saya sisihkan sedikit waktu diantara kesibukan rutinitas keseharian.

Mencari, memahami, dan membaca adalah sesuatu yang kerap dan sering kita lakukan, tapi yang pasti juga tidak boleh ketinggalan untuk menulisnya kembali, seperti asal muasal Negeri Pasi Karam yang kini dikenal sebagai Meulaboh, di Kabupaten Aceh Barat. Simak kisah selanjutnya!

Awali Tahun Baru dengan Teror dan Ancaman


Foto dari estonian-air.eeENTAH apa kata dunia, disaat hiruk-pikuk dentuman suara mercon yang menggelegar dan terkadang membuat diri terkejut datang lagi pesan singkat yang tak bertuan.

Tahun telah berganti, semangat pun telah terobati. Ada salah dan sakit hati, memang sudah menjadi bumbu dalam hidup ini. Tak perlu berbuat basa-basi jika teror menjadi percikan api dikemudian hari. Continue reading

Menguji Sejarah Bangsa Malai


Peta Ptolemyus / Sumber CBN Polona (rizalbustami.blogspot.com)

HARI Jum’at (5/4) lalu saya sempat berbagi tweet tentang bangsa Malai, ada beberapa tagar #Malai yang saya coba baca dan angkat dari salah satu referensi di blog “Keajaiban Dunia” yang beralamat di keajaibandunia.net. Continue reading

Perempuan Aceh dan Arti Sebuah Kata ‘Ngangkang’


Aaaaappaaaaa (Foto dari dw.de)SEBENARNYA saya ingin memberikan judul postingan ini “Perempuan Aceh Ngangkang”, tapi justru saya merasa itu tidak etis memberikan judul demikian demi menarik simpatisan pembaca yang kerap dilakukan oleh media dalam hal melorotin pembaca demi sebuah trafik.

Apa lagi nanti sudah mengundang hal-hal yang negatif, baca judulnya sudah syur. Terus isinya tidak dibaca lagi. Continue reading

Hangatnya Secangkir ‘Ie Seureubat’ Bandrek


Bandrek di sebuah gampong, kota kecil Matangglumpangdua (Dok. Pribadi)SUDAH bisa ketebak belum minuman apa foto di atas itu? Yup, warnanya seperti teh dan salah satu tambahannya adalah ditaburi kacang tojin.

Jika tadi Anda menyebutnya bandrek atau dengan bandret (beda dialek), berarti jawabannya sudah tepat. Continue reading

Berlomba-lomba di Hari Jum’at


SIANG terik, panasnya menyengat bukan alasan tidak menggerakkan kaki ke rumah Allah (Masjid).

Inilah hari jum’at, hari dimana banyak sekali berkah yang Allah berikan bagi muslim, khususnya laki-laki dalam menunaikan kewajiban seminggu sekali ini.

Namun, berbagai rintangan sering membuat orang untuk enggan melangkah kaki dan berlomba untuk datang lebih duluan ke masjid.

Jelas ini, godaan yang berat mungkin. Godaan ini pun saya lihat dari beberapa masjid yang saya kunjungi tepatnya di setiap hari Jum’at dimana saja berada saat ini. Continue reading

Warkop, Bulog, dan Tadarus Indahnya Ramadhan di Aceh


RAMADHAN sebuah keinginan yang sudah lama belum saya tuntaskan untuk menulisnya, padahal sebelum-sebelumnya tentang Ramadhan sudah sering diperbincangkan.

Tapi tidak apalah, karena setiap Ramadhan itu tetap menjadi bulan yang paling berkesan dan menjadi lebih berkesan dengan menulis sedikit tentang apa yang terjadi dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Melihat dan menyaksikan apa yang terjadi di linimasa Twitter atau dinding-dinding ratapan Facebook, sebenarnya kita telah melihat apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,459 other followers

%d bloggers like this: