Meninggalkan Blog Terlalu Lama, Tidak Baik!


Pantai Lhoknga, Aceh Besar | Jangan tinggalkan sampai ditempat wisata, menulisnya di blogTIDAK menulis dalam hitungan mingguan itu memang berat, terkadang ada tulisan yang sudah menjadi pesanan, tapi apa daya dua tangan ini tidak mampu menjangkau keseluruhannya.

Jangan salah sangka, tulisan pesanan di atas itu tak lain adalah ulasan saya yang belum tertulis alias tertunda. Padahal tulisan-tulisan itu sudah harus kelar pada waktunya, walaupun begitu yang namanya menulis blog itu tidak berlaku kadar limitless alias bisa posting kapan saja. Apa hubungan dengan meninggalkan blog?

Saat Anak Muda Ingin Mengubah Dunia


gambar hanya sebagai ilustrasi saja tanpa membeda-bedakan suku dan bangsaBULAN Oktober baru saja kita lalui, bulan yang begitu identik dengan sebutan “Bulan Bahasa” di Indonesia dan juga paling banyak dikenal oleh muda-mudi dengan semangat “Sumpah (Ikrar) Pemuda”. Dan tak lama lagi pula, tahun baru Islam juga akan berganti seiring pergantian waktu, yakni Muharram.

Ada kesan bahwa tulisan ini ingin saya tuliskan pada bulan Oktober lalu, namun apa daya kesempatan belum berpihak pada saya. Tapi yang namanya minat untuk menulis itu tidak pernah tersia-siakan dan mungkin inilah waktunya untuk kembali lagi. Continue reading

PLN Aceh dan Blogger Aceh Sama Dengan


BAGAIMANA sekilas membaca judul di atas? menarik bukan. Pastinya menarik karena sekeren-keren Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Aceh tetap mati jua, begitu juga dengan nasib blogger Aceh mati jua?

Ah, tidak dengan blogger di Aceh. Mereka masih ada, bukan mati dalam arti sebenarnya gelap, gulita tanpa memberikan penerangan. Tapi ini mati dalam artian mulai bergeser arah dan sudut pandang dalam menilai blog di era jejaring sosial aka social media.

Sedari malam ini saya mengubek-ngubek mesin pencari Google, dengan kata kunci “Hari Blogger Nasional” dan hasilnya pun hanya beberapa dan itu pun hanya dalam tulisan narablog. Continue reading

Menguak Sisi Sejarah Kerajaan Samudera


Ekspedisi dimulai, mencari rawa, alu dan tambak sekitar kampung Samuti RayeukJAM sembilan pagi Minggu, 26 Agustus kami telah sepakat. Tim ekspedisi Komunitas Blogger Aceh siap untuk mencari tahu secuil kisah dari mulut ke mulut yang beredar hanya bagi sebagian masyarakat, itu pun masyarakat kecil dalam satu kampung.

Kecamatan Peusangan dan Kecamatan Gandapura, kedua kecamatan ini tepatnya berada dalam wilayah Kabupaten Bireuen. Itulah dua kecamatan yang kami targetkan seharian itu. Continue reading

Blogger Sekarang Mulai Kurang Kreatif!


Creative Commons Blogger AcehMERUNUT pada dasar seorang narablog alias blogger sebenarnya dikenal sebagai orang-orang yang kreatif, kenapa begitu? mudahnya karena mereka bisa menulis dan menceritakan sesuatu tanpa dituntut harus tahu cara menulis seperti jurnalis, atau melewati tahap-tahap yang ribet lainnya.

Dan masih banyak alasan lain tentunya untuk menjadikan blogger itu bisa kreatif, terutama keorisinalitas dari tulisan yang dihasilkannya lewat gaya dan caranya tersendiri. Belum lagi cara mengolah tampilan, konten, dan masih sangat banyak unsur lainnya.

Tapi kini seiring perkembangan waktu, dan seperti yang sering saya amati di situs ABC, banyak pergeseran yang terjadi menjurus pada nilai kreativitas yang mengalami penurunan terutama dari sisi tulisan atau konten. Continue reading

1 Dolar untuk Menulis Aceh di Internet, Mau?


one dollar

Ilustrasi dari bumi-tuntungan.blogspot.com

TIDAK ada sermonial yang wah dihari ulang tahun ke-4 Komunitas Aceh Bloger kali ini, hanya ada secuil tulisan sebagai bentuk dari kealpaan kalau tepat 1 November yang lalu, di Aceh baru saya diperingati sebagai Hari Blogger Aceh atau kami kenal dengan nama lain Aceh Blogger Day.

Mengingat masa-masa yang sudah lewat, dari tahun pertama sampai tahun keempat ABC memang terbilang masih sangat muda. Berbagai cerita lama, cerita sosial, cerita komunitas dan masih banyak lainnya terus saja bergulir.

Seiring pesatnya social media dua tahun terakhir ini pun membuat, banyak kalangan blogger khususnya di Aceh yang makin surut untuk menulis di blog. Entah apa gerangan, entah apa cerita ini bisa terjadi. Continue reading

Ekspedisi ke Peusangan Siblah Krueng (Bag. II/Habis)


asrama santriawan

Asrama Santriawan Dayah Nurul Iman/Foto: Dok. Pribadi

DUNIA pendidikan memang tidak pernah habis tertelan masa, ya mungkin kata-kata itu bisa melukiskan bagaimana perjuangan dua atau sekolompok orang yang mempertahankan bangunan seadanya dengan kemampuan moril dan finansial yang mereka miliki.

Mungkin dari sebagian kita pernah melihat atau menyaksikan film layar lebar Laskar Pelangi, film yang diangkat dari sebuah novel besutan Andrea Hirata. Namun, cerita seperti Laskar Pelangi itu ternyata ada dimana-mana jika kita mau sadar dengan keadaan yang ada disekitar.

Peusangan Siblah Krueng (PSK) salah satu contohnya, sebuah kecamatan kecil yang merupakan pemekaran dari kecataman Peusangan (ibukota Matangglumpangdua), ternyata juga menyimpan cerita pilu itu tentang perjuangan membela akan sebuah pendidikan, tidak hanya pendidikan agama, namun juga pendidikan umum. Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,486 other followers

%d bloggers like this: