<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Orekan Waktu Luang</title>
	<atom:link href="http://aulia87.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aulia87.wordpress.com</link>
	<description>"Sebuah orekan keyboard yang selalu setia menemani"</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 12:21:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='aulia87.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/5c72c1a136b976fefa0c0618cef7c9c4?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Orekan Waktu Luang</title>
		<link>http://aulia87.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://aulia87.wordpress.com/osd.xml" title="Orekan Waktu Luang" />
	<atom:link rel='hub' href='http://aulia87.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ngedakwah itu Gak Cuma Tugas Da&#8217;i Lho</title>
		<link>http://aulia87.wordpress.com/2012/01/20/ngedakwah-itu-gak-cuma-tugas-dai-lho/</link>
		<comments>http://aulia87.wordpress.com/2012/01/20/ngedakwah-itu-gak-cuma-tugas-dai-lho/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 16:59:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh Hari Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Allah SWT]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Khutbah Jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aulia87.wordpress.com/?p=2037</guid>
		<description><![CDATA[MENDENGAR kata dakwah mungkin bagi sebagian kita sudah membayangkan seseorang naik mimbar, podium, panggung lalu berbicara di depan orang banyak. Ya, mungkin itulah sebuah opini pemikiran yang lazim kita temukan sekarang. Atau pun istilah ngetren sekarang, ada ustadz gaul, ustadz cinta, dan sebagainya (aduh ntah apa itu). Tapi disini bukan mau ngedikte para pembaca kok, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aulia87.wordpress.com&amp;blog=801980&amp;post=2037&amp;subd=aulia87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://thechamberoffriendship.files.wordpress.com/2010/04/ukhuwah-11.jpg?w=300&#038;h=196" alt="Ukhuwah dan Dakwah" width="300" height="196" /></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>MENDENGAR </strong>kata dakwah mungkin bagi sebagian kita sudah membayangkan seseorang naik mimbar, podium, panggung lalu berbicara di depan orang banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, mungkin itulah sebuah opini pemikiran yang lazim kita temukan sekarang. Atau pun istilah ngetren sekarang, ada ustadz gaul, ustadz cinta, dan sebagainya <del>(aduh ntah apa itu)</del>.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi disini bukan mau ngedikte para pembaca kok, judul di atas memang nyentrik dengan harapan setelah membaca ini bisa menjadi konstruksi pemikiran dan wawasan kita tua dan muda untuk mengenal dan lebih dekat dalam berdakwah.</p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan kali ini memang inspirasi dari khutbah jum&#8217;at hari ini (20/1), biar pun waktunya singkat namun cukup mengena dengan topik yang sudah sering kita dengar seperti di atas.<span id="more-2037"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hidup ini kita memang butuh nasehat dan saling menasehati, begitu juga halnya dalam berdakwah. Dakwah itu sendiri tentunya mengajak untuk berbuat makruf dan mencegah untuk hal-hal yang mungkar pastinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenal muda-mudi serta generasi Aceh saat ini sungguh beragam, berbagai kesibukan orang tua kadang sering luput dalam mengajari anaknya sendiri. Maka dari itu jangan heran banyak dari generasi terpengaruh dengan &#8216;dakwah luar&#8217; selain dari Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau sekarang kita mengenal banyak penceramah di Aceh dan sampai dibuat dalam rekaman seperti video dan audio, namun jangan salah buat kita yang muda-mudi gak harus pintar ngomong seperti para da&#8217;i/penceramah itu kok.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejenak kita lihat dulu deh firman Allah berikut ini yang artinya, <em>&#8220;Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyeru kepada yang ma&#8217;ruf dan mencegah yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.&#8221; (QS. Ali Imran [3] : 104)</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita membaca dengan seksama dan tahu akan ayat tersebut, tentu disana disebut segolongan umat. Tentu kita tahu umat mana yang diseru untuk mengerjakan kebajikan tersebut. Apalagi jika ayat di atas kita sokong dengan ayat selanjutnya lagi, dimana Allah berfirman, <em>&#8220;Kalian adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi manusia, kalian menyuruh (berbuat) kepada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran dan kalian beriman kepada Allah.&#8221; (QS. Ali Imran [3] : 110)</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, dalam hidup bermasyarakat kita pasti punya yang namanya pemimpin. Dimana pemimpin juga mempunyai tanggung jawab yang diamanahkan lebih besar dari sekedar masyarakat biasa, mulai dari kepala keluarga paling kecil, terus kepala desa (keuchik), mukim, dan seterusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, dari setiap kita itu sebenarnya pemimpin, maka dari setiap pemimpin itu adalah da&#8217;i bagi diri sendiri setidaknya. Kita tidak perlu bersusah payah memikirkan kenapa para penceramah/da&#8217;i selalu sibuk menasehati orang lain, sibuk mengajari dan mengingatkan orang lain, sibuk ngomong sana sini, tapi tanpa sadar kadang kita belum pernah satu kata pun mengingatkan diri sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam khutbah singkat ini, salah satu hadis Nabi saya lupa lengkapnya ada sebuah perumpaan untuk kita dalam menyikapi diri dengan sesama dalam mengingatkan untuk berdakwah.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya kita sering duduk bersama teman sejawat atau kerabat di warung kopi, salah satu dari teman kita itu jarang atau bahkan tidak ke mesjid hari jum&#8217;at, tentu ada cara tersendiri untuk menanyakan kenapa dia jarang ke mesjid dengan cara kita, tidak harus kasih dalil atau hadist &#8211;yang bisa memberatkan kita&#8211; untuk mengajaknya berbuat makruf.</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah kebayangkan, apa yang kita lakukan sama teman di warkop itu sudah masuk berdakwah lho, memang terkesan simpel tapi yakinlah itulah cara yang bisa kita lakukan dalam sehari-hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada juga pendapat begini, yang konon sering disebut nafsi-nafsi. Buat apa ingatin orang lain, diri sendiri aja belum beres dalam beribadah atau beragama, sok munafik, sok suci, dan lain yang kerap kita dengar dalam masyarakat hal-hal senada seperti itu malah yang lebih parah ada yang mengatakan yang melihat kemaksiatan malah mendumel itukan urusan keuchik, WH, atau siapalah yang disalahkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh disayangkan sekali jika pemikiran seperti itu masih saja menjadi belenggu bahwa tidak ada kewajiban bagi orang yang berpikir nafsi-nafsi ini untuk berdakwah, padahal bagi sesama muslim itu adalah saudara.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Seorang mukmin itu terhadap mukmin yang lain adalah laksana bangunan, yang sebagiannya mengokohkan sebagian yang lain”.</em> (HR Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Coba bayangkan, ada sebuah kapal dimana setiap penumpang pasti akan memasukinya dengan tempat masing-masing yang ada di dalamnya. Ada yang di atas dek, di tengah, bahkan di bawah (dek yang paling dasar). Umpama dek kapal ini bagaimana tingkatkan kita dalam ilmu dan beragama, tentunya orang yang berilmu banyak dan agama akan berada di atas, lalu rakyat jelatan yang biasa-biasa saja ada di bawah.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka dari itu orang-orang yang ada di atas sesekali dan kerap harus peduli dengan orang di bawah (dek bawah) saling menasehati, saling menghargai, tidak membiarkan dalam kebodohan dan sebagainya. Apa jadinya jika orang di dek bawah mengambil air laut lewat ngebor dinding kapal, jika tidak diajari tentu kapal bisa karam dan semua penumpang akan tenggelam. Begitu juga sebaliknya, ketika orang-orang di atas mengingatkan orang di bawah untuk tidak boleh sembarangan, punya cara dan trik tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah sebuah perumpaan, semoga kita bisa tetap saling mendakwahi sesama. Bukan nafsi-nafsi dalam kemasiatan atau kemungkaran. <em>Wallahu&#8217;alam</em>[]</p>
<p><em>Ilustrasi dari thechamberoffriendship.wordpress.com</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/aceh-hari-ini/'>Aceh Hari Ini</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/agama/'>Agama</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/renungan/'>Renungan</a> Tagged: <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/aceh/'>Aceh</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/allah-swt/'>Allah SWT</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/blog/'>Blog</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/facebook/'>Facebook</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/khutbah-jumat/'>Khutbah Jum'at</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/media/'>Media</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/renungan/'>Renungan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aulia87.wordpress.com/2037/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aulia87.wordpress.com/2037/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aulia87.wordpress.com/2037/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aulia87.wordpress.com/2037/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aulia87.wordpress.com/2037/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aulia87.wordpress.com/2037/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aulia87.wordpress.com/2037/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aulia87.wordpress.com/2037/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aulia87.wordpress.com/2037/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aulia87.wordpress.com/2037/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aulia87.wordpress.com/2037/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aulia87.wordpress.com/2037/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aulia87.wordpress.com/2037/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aulia87.wordpress.com/2037/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aulia87.wordpress.com&amp;blog=801980&amp;post=2037&amp;subd=aulia87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aulia87.wordpress.com/2012/01/20/ngedakwah-itu-gak-cuma-tugas-dai-lho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e58265e970169e7cc24f7a0a2a8c74f6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aulia87</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thechamberoffriendship.files.wordpress.com/2010/04/ukhuwah-11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ukhuwah dan Dakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Teungku Dianjong di Peulanggahan</title>
		<link>http://aulia87.wordpress.com/2012/01/01/mengenal-teungku-dianjong-di-peulanggahan/</link>
		<comments>http://aulia87.wordpress.com/2012/01/01/mengenal-teungku-dianjong-di-peulanggahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 03:50:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh Hari Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[26 Desember]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kutaradja]]></category>
		<category><![CDATA[Peulanggahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Tgk Dianjong]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aulia87.wordpress.com/?p=2014</guid>
		<description><![CDATA[MATAHARI pagi itu masih menyengat saja, inilah Aceh pukul 9 pagi cuaca berawan masih tetap menerangi langit negeri para raja. Tepat 27 Desember, masyarakat Gampong Peulanggahan memperingati 7 tahun musibah gempa dan tsunami. Pada tanggal 27 Desember ini juga, dimana Sultan Iskandar Muda wafat diumur yang masih muda 43 tahun. Kini 375 tahun sudah sultan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aulia87.wordpress.com&amp;blog=801980&amp;post=2014&amp;subd=aulia87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2017" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><a href="http://aulia87.files.wordpress.com/2012/01/editphoto0132.jpg"><img class=" wp-image-2017 " title="Silsilah Tgk Dianjong" src="http://aulia87.files.wordpress.com/2012/01/editphoto0132.jpg?w=250" alt="Silsilah Tgk Dianjong" width="250" /></a><p class="wp-caption-text">Silsilah Tgk Dianjong yang berada di samping pintu masuk makam (Dok. Pribadi)</p></div>
<p style="text-align:justify;"><strong>MATAHARI</strong> pagi itu masih menyengat saja, inilah Aceh pukul 9 pagi cuaca berawan masih tetap menerangi langit negeri para raja. Tepat 27 Desember, masyarakat Gampong Peulanggahan memperingati 7 tahun musibah gempa dan tsunami.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tanggal 27 Desember ini juga, dimana Sultan Iskandar Muda wafat diumur yang masih muda 43 tahun. Kini 375 tahun sudah sultan yang dikenal seantero dunia tersebut mangkat dan meninggalkan begitu banyak sejarah bagi generasinya. Walaupun akhirnya banyak generasi muda-mudi yang luput dengan tanggal wafatnya beliau, yaitu 27 Desember 1636 Masehi atau bertepatan 29 Ra&#8217;jab 1046 Hijriyah.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ini bukan kisah sang raja, karena ada sebuah kisah yang tidak jauh dari abad itu. Sekitar abad ke-18 pada masa pemerintahan Sultan Alaiddin Mahmud Syah (1760-1791). Seorang ulama dari Timur Tengah yang bernama lengkap Sayyid Abubakar Husein Bafaqih atau juga sering disebut dengan Syaikh Abubakar bin Husein Bafaqih yang kini dikenal dengan Teungku Dianjong datang membawa ajaran Islam untuk masyarakat di Kutaradja.<a><span id="more-2014"></span></a></p>
<h3 style="text-align:justify;">Awal Cerita Mencari Tahu</h3>
<p style="text-align:justify;">Sehari sebelumnya, tanggal 26 Desember saya mencoba berkeliling Banda Aceh ingin melihat dan menyaksikan peringatan 7 tahun tsunami, beberapa titik saya kunjungi seperti ke Lampulo, Punge Blang Cut, Kp. Mulia, Lampaseh Kota, dan Peulanggahan tentunya.</p>
<div id="attachment_2021" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://aulia87.files.wordpress.com/2012/01/editphoto0151.jpg"><img class="size-medium wp-image-2021" title="Petunjuk sejarah berdirinya Mesjid Tgk. Dianjong" src="http://aulia87.files.wordpress.com/2012/01/editphoto0151.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Petunjuk sejarah berdirinya Mesjid Tgk. Dianjong" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Salah satu petunjuk sejarah berdirinya Mesjid Tgk. Dianjong (Dok. Pribadi)</p></div>
<p style="text-align:justify;">Setelah menunaikan shalat Dzuhur di mesjid Tgk. Dianjong, rasanya tidak ingin segera meranjak ke luar karena cuaca memang sangat menyengat. Sembari menunggu Ashar saya beserta salah satu teman berjalan-jalan disekitar komplek mesjid.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bal, ini kita sudah di mesjid Tgk. Dianjong, lalu dimana makam beliau ya?&#8221; tanya saya pada Iqbal yang tidak lain salah satu kontributor @iloveaceh regional Banda Aceh.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Makam Tgk. Dianjong ada disebelah sana&#8221;, tunjuk Iqbal ke arah selatan. Terlihat sekilas disana ada beberapa orang tua, mereka saling bercakap dan menyantap nasi bungkus. Saya pikir ada piknik apa disebelah mesjid ini, ternyata para tetua kampung sedang menyiapkan musyawarah untuk persiapan peringatan tsunami besok.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak lama saya pun beranjak ke selatan mengikuti arahan Iqbal, tidak jauh hanya 2 meter dari pintu selatan mesjid hamparan kuburan terlihat begitu jelas. &#8220;Ini lebih cocok disebut tempat kuburan umum&#8221;, gumam saya dalam hati sambil melihat banyak sekali kuburan dalam komplek mesjid ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat-lihat sekeliling makam, ada satu tempat yang memang begitu bagus pemugarannya dan pintu pun tertutup rapat. &#8220;Ini makamnya, tapi tidak ada keterangan&#8221;, sahut Iqbal kepada saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang tidak aneh, banyak tempat sejarah di Aceh miskin akan keterangan dan itu pun saya maklumi. Namun, apa dikata tidak ada orang yang bisa kami tanyai tentang keberadaan makam ini karena tidak mungkin mengganggu para tetua kampung sedang musyawarah.</p>
<p style="text-align:justify;">Berselang satu hari, kami pun mendatangi mesjid Tgk. Dianjong kembali. Siapa tahu pas pada acara peringatan 7 tahun tsunami ini ada orang-orang yang bisa mencerita dan berbagi sedikit informasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Singkat cerita, selesai acara yang dipimpin oleh Abuya Syekh H. Amran Al-Khalidy pimpinan majelis pengkajian tauhid-tasawuf tampak beberapa rekan media yang duduk santai di kantor keuchik bersama lelaki berbaju putih, usut asal usut lelaki ini adalah pimpinan gampong alias keuchik Gp. Peulanggahan, Kec. Kutaraja, Banda Aceh, begitulah kata rekan media yang saya kenal itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak berselang lama sedikit cerita sejarah pun terajut dari kami berenam disitu, panas matahari dibalik dedaunan rimbun masih tetap setia menenami kami di siang menjelang sore itu.</p>
<h3 style="text-align:justify;">Siapa Teungku Dianjong</h3>
<p style="text-align:justify;">Tgk. Dianjong ini dikenal sebagai ulama pada masa hidupnya, beliau adalah salah satu ulama dari Timur Tengah yang mulai dikenal luas serta bermukim di Kutaradja pada masa sultan Sultan Alaiddin Mahmud Syah. Tidak banyak catatan sejarah yang saya temukan tentang ulama asal Hadhramaut, negeri Yaman tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak ada yang tahu kapan pastinya Tgk. Dianjong ini sampai ke Aceh, namun kedatangan beliau ke Aceh bukan secara tiba-tiba. Ada kisah panjang dibalik itu semua, konon cerita turun temurun seperti yang dituturkan oleh keuchik setempat, dulunya Tgk. Dianjong tidak datang langsung ke Aceh melalui Yaman, namun singgah terlebih dahulu ke Madinah untuk belajar dan mengamalkan berbagai ilmu dan kitab, salah satunya kitab <em>Bidayatul Hidayah</em> karya <em>Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali</em> bersama dengan dua ulama lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dua ulama lainnya itu adalah Sayyid Abdurrahman bin Muhammad Alaydrus yang pada waktu itu melanjutkan perjalanan ke Mesir dan satunya lagi Sayyid Syeikh Bin Muhammad Al-Jufri yang berlabuh ke wilayah Malabar, negara India yang dikenal saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, dari hasil perkiraan masa kepemimpinan antara sultan ke sultan lainnya pada masa itu, Tgk. Dianjong sudah mulai mendakwahkan Islam di Aceh sejak tahun 1642 M (masa Sultanah Sri Ratu Safi al-Din Taj al-Alam).</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah Syaikh Abubakar bin Husein Bafaqih meninggal, kemudian dimakamkan di samping mesjid tersebut. Oleh karena itu, sebagai tanda penghormatan masyarakat, maka namanya diabadikan pada nama mesjid tersebut, yaitu Mesjid Teungku Dianjong.</p>
<div id="attachment_2022" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://aulia87.files.wordpress.com/2012/01/editphoto0166.jpg"><img class="size-medium wp-image-2022" title="Makam Tgk. Dianjong dan tepatnya disebelahnya pula terdapat makam istrinya. (Dok. Pribadi)" src="http://aulia87.files.wordpress.com/2012/01/editphoto0166.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Makam Tgk. Dianjong dan tepatnya disebelahnya pula terdapat makam istrinya. (Dok. Pribadi)" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Makam Tgk. Dianjong dan tepatnya disebelahnya pula terdapat makam istrinya. (Dok. Pribadi)</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pada waktu itu, ulama yang dikenal santun dan suka menolong orang kesusahaan ini, memanfaatkan rumah kecilnya <em>(rumoh cut)</em>  sederhananya sebagai tempat pengajian dan belajar agama Islam, beliau pun menampung murid-murid untuk bermalam disana yang datang jauh-jauh untuk belajar bersamanya, sehingga lambat laun beliau mendirikan mesjid yang difungsikan sebagai tempat ibadah, juga untuk bermusyawarah, pengajian serta bagi muridnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Daerah Peulanggahan dulunya begitu terkenal keluar, sampai-sampai gelar Tgk Dianjong <em>(orang yang tinggi statusnya atau disanjung)</em> sendiri didapatnya dari masyarakat setempat karena beliau dikenal banyak menghabiskan ibadahnya dengan shalat, berzikir, bershalawat dan membaca ratib di anjungan masjid. Bahkan ulama tasawuf ini juga berperan sebagai ulama fiqih dalam membimbing manasik haji bagi calon-calon jamaah baik dari kesultanan Aceh, Sumatera maupun dari pulau jawa bahkan juga jamaah dari Semenanjung Malaya yang akan menunaikan ibadah haji. <em>(Rakyat Aceh, 14 Agustus 2010)</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, ada juga gelar Tgk Dianjong ini dikaitkan pada saat beliau menikah dengan putri hulubalang dan tinggal di anjungan rumah mertuanya daerah Lamgapang, Ulee Kareng. Istrinya kemudian meninggal tanpa ada anak dan pada waktu itu beliau kembali ke Hadhramaut.</p>
<p style="text-align:justify;">Tgk Dianjong kembali ke Aceh setelah mempersunting Syarifah Fatimah binti Sayid Abdurrahman Al-Aididid di negeri asalnya. Isteri beliau di kebumikan tepat disebelah makamnya yang kini sudah dipugar kurang lebih 4 x 5 meter.<a> </a></p>
<h3 style="text-align:justify;">Mesjid Teungku Dianjong</h3>
<p style="text-align:justify;">Dulunya mesjid Tgk. Dianjong sangat unik bentuknya, dimana mirip dengan mesjid peninggalan kuno yang ada di Indrapuri, Samalanga dan tempat lainnya di Aceh. Mesjid yang mempunyai bentuk tumpang dan bersusun kecil ke atas untuk atapnya.</p>
<div id="attachment_2035" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://aulia87.files.wordpress.com/2012/01/editmsjid-tgk-dianjong2_agus-bw.jpg"><img class="size-medium wp-image-2035" title="editmsjid tgk dianjong2_agus bw" src="http://aulia87.files.wordpress.com/2012/01/editmsjid-tgk-dianjong2_agus-bw.jpg?w=300&#038;h=201" alt="Mesjid Tgk Dianjong dengan bentuk aslinya (Credit by Agus BW)" width="300" height="201" /></a><p class="wp-caption-text">Mesjid Tgk Dianjong dengan bentuk aslinya (Credit by Agus BW)</p></div>
<p style="text-align:justify;">Mesjid Tgk Dianjong didirikan di atas pondasi yang berdenah bujur sangkar, dengan ukuran 14,80 x 9.20 m dan tinggi 16 m. Selain itu, juga terdapat ruang berukuran 166 x 166 cm dan tingginya 177 cm, yang digunakan untuk tempat imam memimpin shalat berjamaah (mihrab).</p>
<p style="text-align:justify;">Mesjid tersebut mempunyai atap tumpang dua dan bersusun semakin mengecil ke atas. Pada sisi paling depan bangunan tersebut terdapat serambi yang merupakan bagian dari bangunan induk mesjid. Mesjid tersebut sudah memiliki langit-langit yang terbuat dari triplek sehingga udara tidak bebas keluar masuk dari ventilasi atap tumpang.</p>
<p style="text-align:justify;">Di mesjid inilah, pada masa pergolakan Belanda, Teuku Umar diambil &#8220;sumpah&#8221; untuk menjadi pejuang Belanda dan berbalik arah melawan pejuang Aceh. Cerita ini sering disebut dengan taktik Teuku Umar, sehingga ada yang mengatakan bahwa langkah yang ditempuh Teuku Umar sebagai salah satu bentuk strategi dalam perjuangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat mesjid yang diberi julukan Tgk Di Anjong ini memang bukan tidak berasalan, nama ini disematkan masyarakat setempat sebagai bentuk nilai sejarah untuk mengenang dan menghormati sang ulama, yang tidak lain pendiri masjid itu sendiri. Kini mesjid Tgk. Dianjong banyak mengalami perubahan, dan hampir detail-detail peninggalan lama tidak terlihat lagi, ganasnya ombak dan gempa yang melanda 7 tahun lalu telah membuat mesjid ini ikut hancur yang luas kompleknya sekarang seluas empat hektar.<a> </a><em>(Agus Budi Wibowo, 3 Maret 2009)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ada berbagai hal yang menakjubkan jika memang jika Anda sempat bertandang kesana dan masuk ke dalam makam Tgk Dianjong, karena tidak semua pengunjung bisa masuk begitu saja walaupun tempat ini sering dimanfaatkan untuk tradisi <em>peuleuh kaoy</em> (melepaskan nazar).</p>
<p style="text-align:justify;">Haul (hari wafatnya) Tgk. Dianjong sendiri sering diperingati pada 19 Ramadhan setiap tahunnya, pada waktu itulah sanak saudara, handai taulan dari garis keturunan beliau sering berkunjung ke makam tersebut untuk berdo&#8217;a dan memanjatkan do&#8217;a dari berbagai daerah baik dalam dan luar negeri. Jadi, disitulah salah satu kesempatan untuk melihat jelas makam yang telah dikelambu tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu bukti yang terlihat, di makam yang berukhir kaligrafi dan ayat-ayat Al-Qur&#8217;an ada bekas air pada waktu tsunami yang merendam daerah sekitar itu. Tidak tinggi hanya 30 centimeter, padahal disaat itu tinggi ombak tsunami yang menerjang gampong Peulanggahan sampai 15 meter.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dulunya pas air tsunami sampai di Peulanggahan hampir melewati atas mesjid paling atas, kira-kira 15 meter begitulah,&#8221; ungkap keuchik Husaini yang diaminkan oleh tetua gampong disitu sebagai saksi sejarah.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah kuasa Allah SWT kepada para walinya, tidak ada yang harus kita lebihkan. Karena ketentuan Allah memang selalu diberikan kepada orang-orang yang telah dikehendakinya. <em>Wallahu&#8217;alam</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tertarik berkunjung ke makam Tgk. Dianjong, Anda pastinya tidak akan tersesat. Apalagi daerah Gp. Peulanggahan, Gp. Keudah, Merduati, Gp. Pande, dan Gp. Jawa ini adalah salah satu bekas sejarah dulu pada masa sebelum berpindahnya kerajaan Aceh ke dekat Mesjid Raya Baiturrahman, atau dikenal dengan istana Darud Donya.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itulah, daerah-daerah yang telah disebut di atas itu layak menyandang sebutan <em>Truly Kutaradja (Kutaraja yang sebenarnya)</em>. Dengan pendirinya Sultan Johan Syah (<em>Sultan Alaidin Mahmud Syah). </em>Semoga dilain kesempatan kita bisa sambung lagi dengan sejarah-sejarah yang tidak pernah habisnya untuk digali dan dipelajari oleh generasi sekarang ini. Salam![]<a style="text-align:justify;"> </a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Terimakasih kepada Pak Geuchik, Perangkat Gampong, Rekan media yang sudah ikut gabung bersama mencari tahu sejarah ini. Ada sebuah pesan dari Pak Geuchik setempat yang mungkin perlu bantuan Anda, yakni pendataan korban tsunami untuk pembangunan <a title="Silahkan diklik untuk dibaca lebih lanjut" href="http://iloveaceh.blog.com/?p=237" target="_blank">Monumen Korban Tsunami Peulanggahan</a>.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://aulia87.wordpress.com/2012/01/01/mengenal-teungku-dianjong-di-peulanggahan/#gallery-1-slideshow">Click to view slideshow.</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/aceh-hari-ini/'>Aceh Hari Ini</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/agama/'>Agama</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/history/'>History</a> Tagged: <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/26-desember/'>26 Desember</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/islam/'>Islam</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/kutaradja/'>Kutaradja</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/peulanggahan/'>Peulanggahan</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/sejarah-aceh/'>Sejarah Aceh</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/tgk-dianjong/'>Tgk Dianjong</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/ulama/'>Ulama</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aulia87.wordpress.com/2014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aulia87.wordpress.com/2014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aulia87.wordpress.com/2014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aulia87.wordpress.com/2014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aulia87.wordpress.com/2014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aulia87.wordpress.com/2014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aulia87.wordpress.com/2014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aulia87.wordpress.com/2014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aulia87.wordpress.com/2014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aulia87.wordpress.com/2014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aulia87.wordpress.com/2014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aulia87.wordpress.com/2014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aulia87.wordpress.com/2014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aulia87.wordpress.com/2014/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aulia87.wordpress.com&amp;blog=801980&amp;post=2014&amp;subd=aulia87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aulia87.wordpress.com/2012/01/01/mengenal-teungku-dianjong-di-peulanggahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e58265e970169e7cc24f7a0a2a8c74f6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aulia87</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aulia87.files.wordpress.com/2012/01/editphoto0132.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Silsilah Tgk Dianjong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aulia87.files.wordpress.com/2012/01/editphoto0151.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Petunjuk sejarah berdirinya Mesjid Tgk. Dianjong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aulia87.files.wordpress.com/2012/01/editphoto0166.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Makam Tgk. Dianjong dan tepatnya disebelahnya pula terdapat makam istrinya. (Dok. Pribadi)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aulia87.files.wordpress.com/2012/01/editmsjid-tgk-dianjong2_agus-bw.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">editmsjid tgk dianjong2_agus bw</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Film Tsunami Aceh Hadir di Layar Lebar</title>
		<link>http://aulia87.wordpress.com/2011/12/22/film-tsunami-aceh-hadir-di-layar-lebar/</link>
		<comments>http://aulia87.wordpress.com/2011/12/22/film-tsunami-aceh-hadir-di-layar-lebar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 06:22:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh Hari Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi & ~Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[26 Desember]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Delisa]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Hafalan Shalat Delisa]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Novel Tere Liye]]></category>
		<category><![CDATA[Tsunami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aulia87.wordpress.com/?p=2001</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;SAYA awalnya gak yakin novel saya difilmkan, apalagi saya kan akuntan. Bahkan dalam mimpi tak pernah terpikir. Saya belum pernah ke Aceh, tapi saya yakin setiap orang akan mengingat bencana itu. Sebagai penulis saya ingin mengenangnya. Semoga lebih banyak orang bisa dapat hikmah.&#8221; Itulah sepenggal kalimat yang dilontarkan oleh Tere Liye yang tidak lain adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aulia87.wordpress.com&amp;blog=801980&amp;post=2001&amp;subd=aulia87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 280px"><img class="   " title="Delisa" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/384696_189320221152773_189217161163079_406175_1139291362_n.jpg" alt="" width="270" height="181" /><p class="wp-caption-text">Pemeran Delisan (Chantiq Schagerl)/Foto: Facebook @DelisaMovie</p></div>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;<strong>SAYA</strong> awalnya gak yakin novel saya difilmkan, apalagi saya kan akuntan. Bahkan dalam mimpi tak pernah terpikir. Saya belum pernah ke Aceh, tapi saya yakin setiap orang akan mengingat bencana itu. Sebagai penulis saya ingin mengenangnya. Semoga lebih banyak orang bisa dapat hikmah.&#8221;</em></p>
<p>Itulah sepenggal kalimat yang dilontarkan oleh Tere Liye yang tidak lain adalah sang penulis novel &#8220;Hafalan Shalat Delisa&#8221; seperti dikutip dari <em>Kapanlagi.com</em>, Rabu (21/12).</p>
<p style="text-align:justify;">Novel yang membuat pembaca menitikkan air mata ini memang sekilas bisa menggambarkan apa yang terjadi pada saat tsunami dan gempa bumi mengguncang serta meluluhlantakkan sebagian Aceh. Apalagi kisah yang diangkat dalam novel ini menjadi sebuah titik temu, dimana perjalanan hidup keluarga sederhana di pesisir pantai nan indah, Lhoknga, Aceh Besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama kali mengetahui fim ini sejak tahun 2009 lalu, iseng-iseng mencari tahu tentang film tsunami dan akhirnya saya menemukan  sebuah forum daring mahasiswa yang mengangkat <em>thread </em>atau judul &#8220;Film Hafalan Shalat Delisa (Coming soon)&#8221;. Usut punya usut saya pun penasaran dengan film ini, hampir berselang satu tahun menemukan sebuah <em>e-book</em> dan tidak butuh waktu lama dalam 3 malam hampir tamat membacanya.<span id="more-2001"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Namun sayangnya saya tidak habis membaca akhir dari <em>e-book</em> tersebut karena satu dan lain hal, sehingga akhir yang belum tuntas kembali terngiang saat melihat sebuah buku tersusun indah di sebuah rak, kamar kosan anak-anak Aceh di Jakarta. Karena merasa belum terpuaskan dengan akhir cerita, akhirnya novel ini pun saya pinjam dan khatam sudah membacanya pada tahun ini.</p>
<h3 style="text-align:justify;">Akhirnya Hadir di Layar Lebar</h3>
<p style="text-align:justify;">Bisa dibilang film Delisa (tokoh pemeran utama dalam film tersebut) mengalami banyak perjuangan, film yang dijadwalkan rilis tahun 2010 itu ternyata harus keteteran sampai satu tahun dan baru tayang perdana <em>(premier) </em>di layar lebar pada hari ini (22/12) di Jakarta.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img title="Pantai Lhokmee, Aceh Besar" src="http://students.ittelkom.ac.id/web/album_pic.php?pic_id=5110" alt="" width="300" /><p class="wp-caption-text">Pantai Lhokmee (Pasir Putih), Aceh Besar salah satu tempat yang sempat disurvei oleh Sky House Production/Foto: Forum ITTelkom</p></div>
<p style="text-align:justify;">Film yang berdurasi 102 menit ini sempat awal-awalnya dipegang oleh Sky House Production pada awal-awalnya pembuatan sekitar akhir tahun 2009, beberapa lokasi pun sempat dilakukan survei ke Aceh, tepatnya ke daerah pantai Lhokmee atau lebih dikenal dengan pasir putih di Aceh Besar. Bahkan menariknya lagi di Banda Aceh oleh rumah produksi sempat membuka pencarian peran <em>(casting)</em> bagi pemeran &#8211;selain Delisa&#8211; yang dipusatkan pada salah satu radio di Banda Aceh.</p>
<p style="text-align:justify;">Seiring perjalanan dan perjuangan di atas, akhirnya lokasi syuting film Delisa pun berubah total setelah diambil alih oleh rumah produksi Starvision, dengan alasan wilayah Aceh sudah banyak terjadi perubahan pasca tsunami. &#8221;Struktur alamnya sudah berubah, karena itu kita mencari lokasi yang mirip dengan bibir pantai Aceh, sebelum terjadinya bencana.&#8221; ungkap Chand Parwez Servia, Produser Starvision, seperti tulis <em>Pelitaonline.com</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun lokasi yang dipilih untuk beberapa adegan yang menggambarkan suasana setelah tsunami bertempat di daerah Ujung Genteng, Kab. Sukabumi, Jawa Barat. Chand Parwez pun mengakuinya untuk visualisasi ke-Aceh-an terasa kurang dalam adegannya.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><img title="Pemeran Delisa" src="http://students.ittelkom.ac.id/web/album_pic.php?pic_id=5109" alt="" width="200" height="142" /><p class="wp-caption-text">Pemeran Delisa (Talha, 5 tahun) sebelum yang baru sekarang Chantiq Schagerl/Foto: Forum ITTelkom</p></div>
<p style="text-align:justify;">Walaupun begitu, ada satu hal yang bisa kita banggakan bahwa kakanda Rafly (@RaflyAceh) menjadi satu-satunya musisi Aceh yang mengiringi film ini lewat <em>soundtrack </em>yang berjudul &#8220;Lagu Ibu&#8221; terlebih menjadi kenangan <em>double </em>karena bertepatan dengan hari Ibu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi alangkah bahagianya juga jika Tere Liye segenap kru Starvision juga membuat <em>premier</em> alias datang ke Aceh untuk membawa hasil karyanya dan dilihat oleh orang Aceh secara langsung, bisa jadi inilah apresiasi bahwa orang Aceh juga ingin merasakan kenangan tsunami bersama keluarga besar &#8211;Indonesia dan dunia&#8211; yang telah ikut membantu Aceh selama 7 tahun ini. Semoga!</p>
<p style="text-align:justify;">Ada satu ucapan yang paling sarat makna dalam novel tersebut (apalagi jika menonton), disaat Delisa mengucapkan sebuah kata cinta dengan terbata-bata yang penuh renungan kepada Umminya, <em>&#8220;Delisa&#8230;. D-e-l-i-s-a cinta Ummi&#8230;. Delisa c-i-n-t-a Ummi karena Allah!&#8221;.</em>[]</p>
<br />Filed under: <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/aceh-hari-ini/'>Aceh Hari Ini</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/history/fiksi-fiksi/'>Fiksi &amp; ~Fiksi</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/history/'>History</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/renungan/'>Renungan</a> Tagged: <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/26-desember/'>26 Desember</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/aceh/'>Aceh</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/delisa/'>Delisa</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/film/'>Film</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/hafalan-shalat-delisa/'>Hafalan Shalat Delisa</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/hari-ibu/'>Hari Ibu</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/novel-tere-liye/'>Novel Tere Liye</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/tsunami/'>Tsunami</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aulia87.wordpress.com/2001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aulia87.wordpress.com/2001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aulia87.wordpress.com/2001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aulia87.wordpress.com/2001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aulia87.wordpress.com/2001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aulia87.wordpress.com/2001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aulia87.wordpress.com/2001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aulia87.wordpress.com/2001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aulia87.wordpress.com/2001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aulia87.wordpress.com/2001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aulia87.wordpress.com/2001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aulia87.wordpress.com/2001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aulia87.wordpress.com/2001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aulia87.wordpress.com/2001/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aulia87.wordpress.com&amp;blog=801980&amp;post=2001&amp;subd=aulia87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aulia87.wordpress.com/2011/12/22/film-tsunami-aceh-hadir-di-layar-lebar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e58265e970169e7cc24f7a0a2a8c74f6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aulia87</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/384696_189320221152773_189217161163079_406175_1139291362_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Delisa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://students.ittelkom.ac.id/web/album_pic.php?pic_id=5110" medium="image">
			<media:title type="html">Pantai Lhokmee, Aceh Besar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://students.ittelkom.ac.id/web/album_pic.php?pic_id=5109" medium="image">
			<media:title type="html">Pemeran Delisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>3 Tahun Perjalanan Bersama Twitter</title>
		<link>http://aulia87.wordpress.com/2011/12/19/3-tahun-perjalanan-bersama-twitter/</link>
		<comments>http://aulia87.wordpress.com/2011/12/19/3-tahun-perjalanan-bersama-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 16:54:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Santai]]></category>
		<category><![CDATA[#positifkanAceh]]></category>
		<category><![CDATA[@ACEHberkebun]]></category>
		<category><![CDATA[@acehblogger]]></category>
		<category><![CDATA[@iloveaceh]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Berkebun]]></category>
		<category><![CDATA[Jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Passion]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Teman]]></category>
		<category><![CDATA[Trend]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Ulang Tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aulia87.wordpress.com/?p=1992</guid>
		<description><![CDATA[PERJALANAN tiga tahun bersama Twitter, tepatnya hari ini (19/12) ganjil sudah umurnya (begitulah kata akun @themieracle untuk kata-kata ganjil, padahalkan mau bilang genap sudah) Ada berbagai kisah menarik selama mengenal Twitter, tapi sayang tidak tahu lagi Tweet pertama pada hari itu. Namun, tetap saja tanggal 19 Desember ini membuat sejarah tersendiri lewat berkicau bersama banyak teman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aulia87.wordpress.com&amp;blog=801980&amp;post=1992&amp;subd=aulia87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://aulia87.files.wordpress.com/2011/12/michael-jackson-facebook-and-twitter-top-trends-on-google-2009-1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1993" title="Twitter" src="http://aulia87.files.wordpress.com/2011/12/michael-jackson-facebook-and-twitter-top-trends-on-google-2009-1.jpg?w=300&#038;h=191" alt="Twitter ilustrated credit by http://gnews.com" width="300" height="191" /></a>PERJALANAN</strong> tiga tahun bersama Twitter, tepatnya hari ini (19/12) ganjil sudah umurnya (begitulah kata akun @themieracle untuk kata-kata ganjil, padahalkan mau bilang genap sudah) <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Ada berbagai kisah menarik selama mengenal Twitter, tapi sayang tidak tahu lagi Tweet pertama pada hari itu. Namun, tetap saja tanggal 19 Desember ini membuat sejarah tersendiri lewat berkicau bersama banyak teman disana.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang benar, ketemu teman dunia maya itu tidak lengkap jika tanpa mengenal dunia nyata. Tapi yang paling berkesan bisa membuat komunitas &#8216;buzz&#8217; lewat sosial media itu menjadi sesuatu yang berharga.<span id="more-1992"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebut saja bisa ketemu teman-teman yang peduli Aceh (@iloveaceh) dengan semangat sama-sama ingin #PositifkanAceh, ada juga teman-teman yang suka berkebun (@ACEHberkebun), belum lagi teman-teman yang suka menulis di blog alias blogger (@acehblogger), ditawarkan kerja, dan masih banyak lainnya serta membuat semua lengkap jadi satu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ajang kopi darat (kopdar) memang ini yang tidak bisa dihindar atau inilah yang dicari-cari, bertemu dan saling berbagi di dunia maya dan nyata itu cukup seru, berbeda pendapat, tranfer ilmu, dan masih banyak lainnya mewarnai bersama teman-teman di komunitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada momen yang paling berkesan selama perjalanan bersama Twitter, berbagai hal negatif dan positif di linimasa memang kerap terjadi dan selalu mewarnai. Tapi yakinlah, lewat aksi dan langkah nyata untuk bersuara dan berbagi informasi positif pasti akan membuat Anda terus betah di Twitter, tentunya lewat cara Anda tersendiri <em>(be your self on social media)</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang namanya <em>social media</em> memang tidak ada etika yang tertulis, namun kontrol pikiran sehat dan hati dingin akan membuat Anda lebih bijak dalam berinteraksi. Semua respek bisa Anda temukan di situs nomor dua tersibuk di dunia ini setelah Facebook, makanya jangan heran saat beragam kejadian, berita, dan sejenisnya yang paling cepat berkembang isu ya di Twitter. Coba lihat grafik di bawah ini, yang memperlihat tingkat <em>awareness </em>di Twitter semenjak tahun 2008-2011 ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignnone" title="Awareness Twitter" src="http://www.edisonresearch.com/2011%20Edison%20Research%20Twitter%20Awareness-thumb-450x337.png" alt="" width="450" height="337" /></p>
<p style="text-align:justify;">Nah, inilah sedikit cerita saya bersama Twitter tiga tahun belakangan ini. Ini adalah postingan pertama tentang ultah akun Twitter <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Padahal saat tahun pertama dan kedua saya malah sibuk lainnya, pasti itu sibuk kuliah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Di tahun ini pula baru merasakan beragam dampak lewat berteman di Twitter, <em>so </em>kreasikan ide dan semenarik mungkin untuk jadikan Twitter kamu mendapatkan teman, jaringan, ilmu serta <em>passion </em>yang berarti bukan sebuah kesia-siaan atau ikut-ikut trend yang akan hilang nantinya.[]</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ilustrasi oleh <a href="http://gnews.com/">http://gnews.com</a></em></p>
<br />Filed under: <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/ict/blogger/'>Blogger</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/ict/internet-ict/'>Internet</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/history/santai/'>Santai</a> Tagged: <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/positifkanaceh/'>#positifkanAceh</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/acehberkebun/'>@ACEHberkebun</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/acehblogger/'>@acehblogger</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/iloveaceh/'>@iloveaceh</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/aceh-berkebun/'>Aceh Berkebun</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/blogger/'>Blogger</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/jaringan/'>Jaringan</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/komunitas/'>Komunitas</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/passion/'>Passion</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/social-media/'>Social Media</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/teman/'>Teman</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/trend/'>Trend</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/twitter/'>Twitter</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/ulang-tahun/'>Ulang Tahun</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aulia87.wordpress.com/1992/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aulia87.wordpress.com/1992/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aulia87.wordpress.com/1992/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aulia87.wordpress.com/1992/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aulia87.wordpress.com/1992/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aulia87.wordpress.com/1992/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aulia87.wordpress.com/1992/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aulia87.wordpress.com/1992/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aulia87.wordpress.com/1992/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aulia87.wordpress.com/1992/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aulia87.wordpress.com/1992/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aulia87.wordpress.com/1992/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aulia87.wordpress.com/1992/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aulia87.wordpress.com/1992/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aulia87.wordpress.com&amp;blog=801980&amp;post=1992&amp;subd=aulia87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aulia87.wordpress.com/2011/12/19/3-tahun-perjalanan-bersama-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e58265e970169e7cc24f7a0a2a8c74f6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aulia87</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aulia87.files.wordpress.com/2011/12/michael-jackson-facebook-and-twitter-top-trends-on-google-2009-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Twitter</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.edisonresearch.com/2011%20Edison%20Research%20Twitter%20Awareness-thumb-450x337.png" medium="image">
			<media:title type="html">Awareness Twitter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diam Bukan Berarti Tidak Ada Jawaban</title>
		<link>http://aulia87.wordpress.com/2011/12/16/diam-bukan-berarti-tidak-ada-jawaban/</link>
		<comments>http://aulia87.wordpress.com/2011/12/16/diam-bukan-berarti-tidak-ada-jawaban/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 21:48:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh Hari Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Asy Syafie]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Punk di Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aulia87.wordpress.com/?p=1985</guid>
		<description><![CDATA[SABAN hari belakangan ini saya membuka Twitter, mungkin bisa dibilang terhitung sejak malam minggu (10/12) mencoba melihat perkembangan yang ada di linimasa yang penuh hiruk pikuk beragam lintasan kicauan. Sayang beribu sayang, dimana tanah saya pijak sekarang (Aceh, -red) membanjiri saluran (channel) di Twitter. Padahal lazimnya setiap hari saya selalu sempatkan waktu mengecek saluran pembicaraan/informasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aulia87.wordpress.com&amp;blog=801980&amp;post=1985&amp;subd=aulia87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://www.kingskennels.org/images/natlgeo.jpg" alt="singa vs anjing" width="307" height="186" /></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>SABAN </strong>hari belakangan ini saya membuka Twitter, mungkin bisa dibilang terhitung sejak malam minggu (10/12) mencoba melihat perkembangan yang ada di linimasa yang penuh hiruk pikuk beragam lintasan kicauan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sayang beribu sayang, dimana tanah saya pijak sekarang (Aceh, -red) membanjiri saluran (channel) di Twitter. Padahal lazimnya setiap hari saya selalu sempatkan waktu mengecek saluran pembicaraan/informasi dari seluruh dunia, namun entah kenapa beberapa hari belakangan sampai tulisan ini saya buat memberikan kesan bahwa ada yang tidak beres.</p>
<p style="text-align:justify;">Entah saya yang kurang paham, entah orang lain yang sibuk dengan urusan dunia. Saya pun melihat perkembangan yang bernama berita, disana pun aliran begitu keras dan semakin menjadi atau bisa dibilang <em>lebay </em>seperti kata anak ABG dewasa ini.<span id="more-1985"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Satu hal yang saya coba perhatikan dan lihat dari berbagai saluran informasi tersebut adalah Aceh dalam status penghinaan. Sungguh sedih lagi saat beberapa tulisan dari pantauan saya itu bernada merendahkan, melecehkan, bahkan menyulut api yang jelas menjurus ke arah SARA (Suka, Agama, Ras, dan Antar golongan) cuma gara-gara kata <a title="Punk, Anarkisme, dan Ideologi (Bahasan sejarah)" href="http://hack87.blogspot.com/2011/12/punk-anarkisme-dan-ideologi.html" target="_blank">Punk</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, sayang tulisan saya ini bukan mengambarkan kisah punk di Aceh atau menceritakan kronologis cerita seperti yang sempat saya berikan <em>feedback</em> pada salah satu media nasional, melainkan ingin meredam suasana hati karena ada sepatah kata yang indah dan bijak dari seorang ulama besar yang bernama <a title="Imam Asy-Syafi'i (Biografi singkat) " href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Asy-Syafi'i" target="_blank">Asy Syafie</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa kata beliau, <strong><em>&#8220;Berkatalah sesuka hatimu untuk menghina kehormatanku, maka diamku dari orang hina adalah suatu jawaban. Bukanlah artinya aku tiada memiliki jawaban, tetap tidak pantas bagi seekor singa melayani karena anjing-anjing&#8221;</em>.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ini pun saya tidak tahu alasannya menemukan sebuah penggalan kalimat ini &#8211;saat mencari tahu tentang manuskrip Dayah Tanoh Abee&#8211; yang membuat saya tertarik membaca berkali-kali, jika sekilas membaca mungkin orang akan banyak mengira kalimat di atas terlihat menyerang seseorang atau boleh dibilang sudah menyangkut SARA. Tapi bagi saya ini adalah kalimat pelajaran, dimana setiap orang dengan apa pun titel atau pangkat/pekerjaannya bisa menyerap kata ini jauh dalam pikiran bersih dan hati damai. Semoga!</p>
<p style="text-align:justify;">Karena jauh hari dan beribu tahun lamanya, ulama Islam ini telah membuat apresiasi besar kepada kita semua lewat kata-kata bijaknya untuk kita ambil pelajaran dan ikhtibar dari apa yang mungkin kita hadapi dalam setiap detik lika-liku hidup ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan kecil di atas setidaknya membuat saya juga kadang harus diam, walaupun kadang di Tweet terpaksa harus berkhianat untuk tidak mengungkit penghinaan orang-orang yang menyerang Aceh.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang yang kiranya menyerang mungkin lebih baik dari saya, karena menilai isi tweet bukanlah segalanya begitu pula untuk media-media yang telah larut dalam pemberitaan. Lagi-lagi lebih baik kita berbenah diri dalam berbagi sesuatu yang baik, karena tentunya sesuatu yang baik itu akan menghasilkan manfaat untuk kebaikan bagi lainnya.[]</p>
<p style="text-align:justify;"><em>~ Tulisan malam Jum&#8217;at disaat diskusi hangat di Grup FB Aceh Blogger tentang isu umat di negeri ini ditemani semilir angin malam nan syahdu ditengah para jiwa-jiwa mukmin kembali ke rumah-rumahnya.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ilustrasi oleh kingskennels.org</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/aceh-hari-ini/'>Aceh Hari Ini</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/agama/'>Agama</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/news/'>News</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/renungan/'>Renungan</a> Tagged: <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/aceh/'>Aceh</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/berita/'>Berita</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/imam-asy-syafie/'>Imam Asy Syafie</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/media/'>Media</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/punk-di-aceh/'>Punk di Aceh</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/renungan/'>Renungan</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/ulama/'>Ulama</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aulia87.wordpress.com/1985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aulia87.wordpress.com/1985/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aulia87.wordpress.com/1985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aulia87.wordpress.com/1985/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aulia87.wordpress.com/1985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aulia87.wordpress.com/1985/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aulia87.wordpress.com/1985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aulia87.wordpress.com/1985/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aulia87.wordpress.com/1985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aulia87.wordpress.com/1985/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aulia87.wordpress.com/1985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aulia87.wordpress.com/1985/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aulia87.wordpress.com/1985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aulia87.wordpress.com/1985/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aulia87.wordpress.com&amp;blog=801980&amp;post=1985&amp;subd=aulia87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aulia87.wordpress.com/2011/12/16/diam-bukan-berarti-tidak-ada-jawaban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e58265e970169e7cc24f7a0a2a8c74f6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aulia87</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kingskennels.org/images/natlgeo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">singa vs anjing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diantara Keistimewaan dan 4 Desember</title>
		<link>http://aulia87.wordpress.com/2011/12/12/diantara-keistimewaan-dan-4-desember/</link>
		<comments>http://aulia87.wordpress.com/2011/12/12/diantara-keistimewaan-dan-4-desember/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 10:21:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh Hari Ini]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[4 Desember]]></category>
		<category><![CDATA[7 Desember]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah Istimewa Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[DI Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[GAM]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aulia87.wordpress.com/?p=1975</guid>
		<description><![CDATA[BANYAK dari kita yang kerap mengingat hari lahir, hari jadian, atau hari-hari yang memang begitu indah jika dilewatkan. Namun, salahkan kita jika melupakan hari jadi daerah? ya kalau boleh dibilang ini sesuatu yang berkaitan dengan kecintaan pada negeri yang sering dikenal nasionalisme. Jika merunut sejarah tempo dulu, Indonesia (NKRI, -red) mempunyai dua daerah istimewa dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aulia87.wordpress.com&amp;blog=801980&amp;post=1975&amp;subd=aulia87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://aulia87.files.wordpress.com/2011/12/daerahistimewa.jpg?w=227&#038;h=320" alt="Daerah Istimewa" width="227" height="320" /></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>BANYAK </strong>dari kita yang kerap mengingat hari lahir, hari jadian, atau hari-hari yang memang begitu indah jika dilewatkan. Namun, salahkan kita jika melupakan hari jadi daerah? ya kalau boleh dibilang ini sesuatu yang berkaitan dengan kecintaan pada negeri yang sering dikenal nasionalisme.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika merunut sejarah tempo dulu, Indonesia (NKRI, -red) mempunyai dua daerah istimewa dan salah satunya adalah DI (Daerah Istimewa) <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh" target="_blank">Aceh</a> yang hari jadinya jatuh pada tanggal 7 Desember 1956 atau setara 55 tahun Dista Aceh sebutan lazimnya telah diakui di Indonesia sejak kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejenak jika kita melihat kondisi Aceh pada bulan Desember 2011 ini, memang yang terbayang hanya sekilas miladnya Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang tidak lebih sudah berumur 35 tahun pada tanggal 4 Desember yang lalu.<span id="more-1975"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Lalu dimanakah ingatan masyarakat Aceh tentang sejarah 55 tahun yang silam itu? atau memang pemberian hak DI itu telah terkikis diantara momen konflik yang meletus pada 35 tahun yang lalu?</p>
<p style="text-align:justify;">Membiarkan tanda tanya ini memang bukan urusan sepele, toh buktinya ada media yang menurunkan tulisan terkait perihal momentum hari jadi DI Aceh yang mencuat atau lebih spesifiknya <em>poh sampeng</em> Pemerintah Aceh. Lagi-lagi itu menjadi urusan lain mungkin, karena media punya kuasa untuk menyentil, mengingat atau bahkan memprovokasi orang-orang penting di Aceh.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi kembali pada hakikat sejarah di atas, bukan sekedar tanggal-tanggal indah yang harus dirayakan. Melainkan ada hal lain yang memang masyarakat sendiri harus banyak berbenah. Seremonial kadang sering hanya menjadi ritual biasa, memaknai hari jadi juga menjadi bagian formalitas saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Jauh dari semua itu peran masyarakat sendiri dalam membangun atau mengembangkan sesuatu yang jadi istimewa pada dirinya untuk bangsanya sendiri, berkontribusi positif yang bisa melahirkan sesuatu berguna. Saya kadang sering merasa resah disaat berbagai tulisan mengecap sesuatu itu harus selalu dimulai dari atas (baca: pemerintah) lalu orang-orang di bawah hanya menunggu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Watak yang terlihat dari peristiwa keistimewaan di atas itu memang kini terkikis oleh rasa cinta dan bangga dengan &#8216;pemberian sendiri&#8217;, yah dalih-dalih DI untuk Aceh itu hanya pemberian dari Indonesia dengan sejarah panjang Presiden Soekarno bersama kisah klasiknya di Aceh pada waktu itu, lalu diberangus dengan deklarasi 4 Desember yang meluap olah hasil karya atau buah tangan sendiri yang berakhir kata dan suasana damai.</p>
<p style="text-align:justify;">Ah jika diingat ini memang sekelumit sejarah yang tidak pernah habis untuk diurai, hanya perlu memilah dan mempelajari dengan santun, tanpa harus memojok pihak-pihak yang kena getah. Namun, ada sesuatu yang paling bernilai adalah memberikan sebuah wawasan untuk merefleksikan sejarah bagi anak cucu kelak, dengan harapan mereka tidak buta atau bahkan lupa dengan identitas dimana tanah dia berpijak bagi negeri ini. Semoga![]</p>
<p style="text-align:justify;"><em>~ Ditulis ditengah kegaulauan akan pertanyaan ada apa dengan 7 Desember dan 4 Desember. Ini bukan tulisan pencerahan, hanya orekan yang masih membutuhkan banyak asupan dari Anda semua.  </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ilustrasi oleh <a href="http://sejarahastrologimetafisika.blogspot.com/">http://sejarahastrologimetafisika.blogspot.com</a></em></p>
<br />Filed under: <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/aceh-hari-ini/'>Aceh Hari Ini</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/history/'>History</a> Tagged: <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/4-desember/'>4 Desember</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/7-desember/'>7 Desember</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/daerah-istimewa-aceh/'>Daerah Istimewa Aceh</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/di-aceh/'>DI Aceh</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/gam/'>GAM</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/sejarah/'>Sejarah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aulia87.wordpress.com/1975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aulia87.wordpress.com/1975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aulia87.wordpress.com/1975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aulia87.wordpress.com/1975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aulia87.wordpress.com/1975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aulia87.wordpress.com/1975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aulia87.wordpress.com/1975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aulia87.wordpress.com/1975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aulia87.wordpress.com/1975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aulia87.wordpress.com/1975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aulia87.wordpress.com/1975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aulia87.wordpress.com/1975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aulia87.wordpress.com/1975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aulia87.wordpress.com/1975/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aulia87.wordpress.com&amp;blog=801980&amp;post=1975&amp;subd=aulia87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aulia87.wordpress.com/2011/12/12/diantara-keistimewaan-dan-4-desember/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e58265e970169e7cc24f7a0a2a8c74f6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aulia87</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aulia87.files.wordpress.com/2011/12/daerahistimewa.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">Daerah Istimewa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demi Masa: Empat Kriteria Orang Yang Tidak Merugi</title>
		<link>http://aulia87.wordpress.com/2011/12/10/demi-masa-empat-kriteria-orang-yang-tidak-merugi/</link>
		<comments>http://aulia87.wordpress.com/2011/12/10/demi-masa-empat-kriteria-orang-yang-tidak-merugi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 03:21:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Instropeksi]]></category>
		<category><![CDATA[Khut'at Jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[Rugi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aulia87.wordpress.com/?p=1964</guid>
		<description><![CDATA[SEJENAK jika kita mengenang &#8216;Demi Masa&#8217; tentu akan terbesit dengan salah satu surat di Al-Qur&#8217;an yakni surat Al &#8216;Ashr (Wal Ashri). Betapa dahsyat surat tersebut jika dalam setiap waktu kita bisa merenungi dari 3 ayat pendek tersebut, mungkin dari sejak kecil kita pun sudah terbiasa untuk menghafalnya yang termasuk bagian dari surat-surat pendek. Pun demikian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aulia87.wordpress.com&amp;blog=801980&amp;post=1964&amp;subd=aulia87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img src="http://aulia87.files.wordpress.com/2011/12/demimasa.png?w=450" alt="Demi masa" width="450" /><strong>SEJENAK </strong>jika kita mengenang &#8216;Demi Masa&#8217; tentu akan terbesit dengan salah satu surat di Al-Qur&#8217;an yakni surat Al &#8216;Ashr (Wal Ashri).</p>
<p style="text-align:justify;">Betapa dahsyat surat tersebut jika dalam setiap waktu kita bisa merenungi dari 3 ayat pendek tersebut, mungkin dari sejak kecil kita pun sudah terbiasa untuk menghafalnya yang termasuk bagian dari surat-surat pendek.</p>
<p style="text-align:justify;">Pun demikian banyak dari kehidupan kita ini melewati yang namanya waktu (masa), seiring berganti <a title="Tahun Baru 1 Muharram 1433 H" href="http://aulia87.wordpress.com/2011/12/05/muharram-satu-dari-empat-bulan-haram/" target="_blank">tahun baru Hijriyah</a> beberapa waktu lalu kita pun banyak yang melewati untuk mensyukurinya terlebih pada momen 10 Muharram yang sangat sarat dengan sejarah.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bergantinya hari, bulan, dan tahun tentu membuat umur kita pun semakin berkurang serta ini menjadi pertanda bahwa alam dunia pun akan semakin dekat untuk kita tinggalkan dan kelak kita siap memasuki alam kubur,&#8221; begitulah seuntai kata dari sang khatib  saat khutbah Jum&#8217;at (9/12) kemarin.<span id="more-1964"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Banyak hal yang disampaikan khatib pada khutbah kali itu menjadi iktibar dan pelajaran, namun ada satu hal yang paling saya ingat yakni penuturan surat Al &#8216;Ashar di atas.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah arti dari surat Al ‘Ashr, namun mari kita lihat secara seksama terjemahan surat di atas karena jika benar apa yang kita lewati saat sia-sia sungguh kita benar-benar telah merugi dalam hidup ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, ada empat kriteria manusia yang tidak merugi dari penjelasan ayat tersebut dan ini secara garis besar terlihat pada ilustrasi/gambar di atas dimana tertulis; Beriman, Beramal Shaleh, Kebenaran, dan Kesabaran.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama</strong>, disebut dengan Beriman karena ini adalah hal pokok manusia hidup yang merupakan ciptaan Allah SWT, maka wajiblah baginya untuk beriman kepada Allah. Iman pun bukan datang begitu saja, melainkan dibarengi dengan ilmu. Seperti yang tersurat dalam hadis <em>&#8220;Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.&#8221;</em> (HR. Ibnu Majah)</p>
<p style="text-align:justify;">Maka dari itu sudah sepatutnya untuk setiap muslim menuntut ilmu, belajar tentang akidah, ibadah, muamalah dan lainnya. Dalam firman Allah SWT, <em>&#8220;Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Quran itu dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengannya siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami.&#8221;</em> (Asy Syuura: 52). Sehingga kita bisa menjadi orang yang tidak merugi selamanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua, </strong>Beramal shaleh ini adalah bagian yang dari mempelajari ilmu. Dimana ilmu yang ada diamalkan, sehingga menjadi amal shaleh dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Seorang hamba tidak akan beranjak dari tempatnya pada hari kiamat nanti hingga dia ditanya tentang ilmunya, apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu tersebut.&#8221;</em> (HR. Ad Darimi nomor 537 dengan sanad shahih).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ketiga<em>, </em></strong>Adapun kebenaran dalam hal ini adalah mengatakan yang hak (amar makruf nahi mungkar). Mungkin ini juga sering disebut dengan ajaran atau mengajarkan sesama dalam hal berdakwah. Menyampaikan setiap petunjuk dari apa yang telah Allah sampaikan kepada Malaikat lalu kepada Nabi dan Rasul-NYA.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah SWT berfirman dalam surat Fushshilat ayat 33 yang artinya <em>&#8220;Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dan Rasul pun pernah bersabda, <em>&#8220;Tidak sempurna keimanan salah seorang diantara kalian, hingga ia senang apabila saudaranya memperoleh sesuatu yang juga ia senangi.&#8221;</em> (HR. Bukhari). Maka, bukanlah hal sepele jika kita telah memiliki sedikit ilmu petunjuk yang benar dari Allah, dengan seyogyanya kita sampaikan pada saudara-saudara kita walaupun itu satu perumpaan satu huruf atau ayat yang kita tahu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keempat</strong>, Lalu yang terakhir adalah kesabaran dimana ini menjadi kata yang mudah diucapakan namun pada hakikatnya banyak orang yang mengatakan kesabaran mempunyai batas, sungguh menjadi miris saat kita lihat dewasa ini. Dimana sabar menjadi salah satu kriteria bahwa kita bisa menjadi orang-orang yang tidak merugi jika mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) para rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami terhadap mereka&#8221;.</em> (QS. Al-An’am : 34)</p>
<p style="text-align:justify;">Terakhir, mengutip dari Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah pernah berkata, <em>&#8220;Maka dengan dua hal yang pertama (ilmu dan amal), manusia dapat menyempurnakan dirinya sendiri. Sedangkan dengan dua hal yang terakhir (berdakwah dan bersabar), manusia dapat menyempurnakan orang lain. Dan dengan menyempurnakan keempat kriteria tersebut, manusia dapat selamat dari kerugian dan mendapatkan keuntungan yang besar”.</em> (Taisiir Karimir Rohmaan hal. 934)</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga petuah singkat untuk menjadi orang-orang beruntung di dunia dan akhirat ini menjadi bagian pengingat kita semua, kelak kita mohon taufiq dan hidayah-NYA agar terus membimbing kita menjadi hamba-hamba yang tidak merugi sepanjang massa. <em></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Disarikan dari berbagai sumber untuk hadist dan kutipan.</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/agama/'>Agama</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/renungan/'>Renungan</a> Tagged: <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/instropeksi/'>Instropeksi</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/khutat-jumat/'>Khut'at Jum'at</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/renungan/'>Renungan</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/rugi/'>Rugi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aulia87.wordpress.com/1964/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aulia87.wordpress.com/1964/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aulia87.wordpress.com/1964/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aulia87.wordpress.com/1964/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aulia87.wordpress.com/1964/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aulia87.wordpress.com/1964/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aulia87.wordpress.com/1964/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aulia87.wordpress.com/1964/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aulia87.wordpress.com/1964/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aulia87.wordpress.com/1964/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aulia87.wordpress.com/1964/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aulia87.wordpress.com/1964/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aulia87.wordpress.com/1964/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aulia87.wordpress.com/1964/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aulia87.wordpress.com&amp;blog=801980&amp;post=1964&amp;subd=aulia87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aulia87.wordpress.com/2011/12/10/demi-masa-empat-kriteria-orang-yang-tidak-merugi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e58265e970169e7cc24f7a0a2a8c74f6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aulia87</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aulia87.files.wordpress.com/2011/12/demimasa.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Demi masa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muharram, Satu dari Empat Bulan Haram</title>
		<link>http://aulia87.wordpress.com/2011/12/05/muharram-satu-dari-empat-bulan-haram/</link>
		<comments>http://aulia87.wordpress.com/2011/12/05/muharram-satu-dari-empat-bulan-haram/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 11:02:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Khutbah Jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[Muharram]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa Asyura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aulia87.wordpress.com/?p=1953</guid>
		<description><![CDATA[Muharram, Satu dari Empat Bulan Haram, Asyura, Puasa Asyura, Muharram<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aulia87.wordpress.com&amp;blog=801980&amp;post=1953&amp;subd=aulia87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><img src="http://aulia87.files.wordpress.com/2011/12/muharram.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Muharram" width="240" height="180" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi oleh iswandibanna.com</p></div>
<p style="text-align:justify;"><strong>TAK </strong>terasa seiring berputar waktu, bulan dilangit pun menuntun garis edarnya dengan segala kuasa dan karya Maha Agung, tepatnya Minggu (27/11) yang lalu kita pun memasuki tahun baru 1 Muharram 1433 H.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbicara masalah waktu, memang sering membuat kita tanpa sadar terlewatkan. Dan seiring waktu itu pula umurnya kita bertambah serta tak kurang jatah kita untuk berada di dunia yang serba fana ini pun makin mendekati ke alam berikutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada hari jum&#8217;at (25/11) beberapa waktu lalu sempat mengingat beberapa petikan dari isi khutbah, dimana sang khatib kembali memberikan sebuah nasehat yang tentunya menyambut tahun baru yang sarat kita peringati sesuai dengan ketentuan yang telah banyak dicontohkan dalam Al-Qur&#8217;an maupun sunnah.<span id="more-1953"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa fakta tercengang juga pada khutbah waktu itu, salah satu keistimewaan hari Senin bagi Nabi Muhammad SAW yang dijelaskan sang khatib, yakni kelahiran beliau pada hari Senin, diangkat menjadi rasul, menerima wahyu pertama kali serta sampai Rasulullah wafat untuk selamanya juga bertepatan pada hari senin.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentunya keistimewaan pada hari-hari tersebut tidak membuat Rasul berlebihan, namun sebaliknya Rasulullah telah memberikan teladan untuk kita semua lewat cara dan perbuatannya dalam mensyukuri setiap nikmat yang diberikan Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitupula dengan keistimewaan hari Asyura atau tepatnya dengan 10 Muharram, sejarah ini juga berawal dari bulan haram yang ada disisi Allah. <em>“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu…”</em> (QS. At-Taubah (9): 36).</p>
<p style="text-align:justify;">Kedudukan bulan Muharram pun dapat dilihat dari nama bulan itu sendiri serta julukan yang diberikan kepadanya. Nama Muharram merupakan sighat maf’ul dari kata Harrama-Yuharrimu, yang artinya diharamkan. Maka pada bulan-bulan yang telah mendapat julukan tersebut, terdapat pengharaman terhadap perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah SWT, sehingga memiliki tekanan khusus yang sangat kuat pada bulan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian dari sisi istilah, bulan ini disebut sebagai “Bulan Allah” (Syahrullah), sebagaimana terdapat riwayat yang akan disebutkan dalam pembahasan berikut. Berarti bulan ini disandingkan kepada Lafzul Jalalah (Lafaz Allah). Para ulama menyatakan bahwa penyandingan makhluk kepada Lafzul Jalalah, memiliki makna tasyrif (pemuliaan), sebagaiman istilah Baitullah, Rasulullah, Abdullah, dan sebagainya.</p>
<h3 style="text-align:justify;">Asal Usul Muharram</h3>
<p style="text-align:justify;">Banyak yang mengira bahwa penetapan bulan Muharram sebagai awal tahun Hijriah adalah karena peristiwa Hijrah Rasulullah SAW ke Madinah terjadi pada bulan itu. Perkiraan tersebut keliru, karena Rasulullah SAW memulai perjalanan Hijrahnya pada akhir bulan Shafar dan tiba di Madinah pada awal bulan Rabi’ul Awal.</p>
<p style="text-align:justify;">Benar bahwa peristiwa hijrah dijadikan sebagai patokan untuk memulai penanggalan Hijriah, dimana tahun kejadiannya dijadikan sebagai tahun pertama dalam penanggalan hijriah. Maka kalau sekarang dikatakan sebagai tahun 1427 H, hal itu berarti telah berlalu 1427 tahun sejak peristiwa hijrahnya Rasulullah ke Madinah. Namun penetapan Muharram sebagai awal tahun Hijriah adalah karena alasan lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan ketika dimusyawarahkan pada zaman Umar bin Khattab tentang bulan apa yang akan dijadikan sebagai bulan pertama dalam penanggalan Hijriah, pada awalnya diusulkan adalah bulan Rabi’ul Awal, ada pula yang mengusulkan bulan Ramadhan. Namun akhirnya yang disepakati adalah bulan Muharram, karena pada bulan ini kaum muslimin telah pulang dari melaksanakan ibadah haji yang merupakan akhir dari rukun Islam yang lima.</p>
<p style="text-align:justify;">Disamping itu &#8211;terkait dengan peristiwa hijrah&#8211; karena bulan Muharram dianggap sebagai awal dari keinginan Hijrah, mengingat peristiwa Bai’atul Aqabah kedua terjadi pada pertengahan bulan Dzulhijjah, dan karenanya diperkirakan bahwa pada bulan Muharram keinginan untuk melakukan hijrah sudah bulat.</p>
<h3>Puasa Asyura</h3>
<p style="text-align:justify;">Dibulan Muharram ini berdasarkan syariat Islam, terdapat sebuah hari yang dikenal dengan istilah Yaumu ‘Asyura atau dikenal dengan puasa Asyura, yaitu hari tanggal sepuluh bulan Muharram. Asyura berasal dari kata ‘asyarah’ yang artinya sepuluh.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada hari Asyura inilah terdapat sebuah sunnah yang telah diajarkan Rasulullah SAW kepada umatnya untuk dilaksanakan sebagai bentuk ibadah dan ketundukan kepada Allah SWT, yaitu ibadah puasa Asyura.</p>
<p style="text-align:justify;">Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata: Dahulu orang-orang Quraisy pada masa jahiliah berpuasa pada hari ‘Asyuro, maka ketika beliau (Rasulullah SAW) datang ke Madinah beliau berpuasa dan memerintahkannya, kemudian ketika telah ditetapkan kewajiban puasa bulan Ramadhan, beliau meninggalkan (perintah wajib) puasa ‘Asyuro, siapa yang berkehendak maka dia berpuasa, dan siapa yang tidak maka dia (boleh) meninggalkannya. (Muttafaq alaih)</p>
<h3 style="text-align:justify;">Fase Penetapan Puasa Asyura</h3>
<p style="text-align:justify;">Dari sejumlah riwayat yang ada, dapat disimpulkan bahwa pada masa Rasulullah SAW, ketetapan puasa Asyura memiliki beberapa fase penetapan, yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, Rasulullah SAW telah melakukan puasa Asyura sejak awal sebagaimana orang-orang Quraisy pada masa Jahiliah melakukannya, namun beliau tidak memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, Ketika beliau datang ke Madinah dan mengetahui orang-orang Yahudi juga berpuasa pada hari Asyura, beliau berpuasa dan memerintahkan para shahabatnya untuk berpuasa juga. Sebagian ulama berpendapat bahwa saat itu puasa Asyura wajib hukumnya, sebagian lagi menyatakan Sunnah Mu’akkadah (Sunnah yang sangat ditekankan).</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, Setelah diturunkan kewajiban puasa Ramadhan (tahun 2 H), maka setelah itu beliau beliau tidak memerintahkannya lagi namun juga tidak melarangnya dan membiarkannya sebagai perkara Sunnah. Kebanyakan para ulama menyatakan bahwa saat itu, puasa Asyura sebagai Sunnah ghairu mu’akkadah (sunnah yang tidak ditekankan).</p>
<p style="text-align:justify;">Keempat, Diakhir kehidupannya Rasulullah SAW bertekad untuk tidak hanya puasa pada hari Asyura saja, tetapi juga menyertakan hari lainnya (tangal sembilan), agar berbeda dengan ibadahnya orang Yahudi.</p>
<h3 style="text-align:justify;">Bagaimana Berpuasa Asyura?</h3>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Qoyim dalam kitabnya, Zaadul Ma’ad –Berdasarkan riwayat-riwayat yang ada- menjelaskan tentang urutan puasa ‘Asyuro: Yang paling sempurna adalah puasa tiga hari, yaitu puasa tanggal sepuluh dan sehari sebelum dan sesudahnya (9, 10, dan 11), urutan yang kedua adalah puasa tanggal sembilan dan sepuluhnya dan inilah yang banyak disebutkan dalam hadits, sedang urutan ketiga adalah puasa tanggal sepuluhnya saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Terkait dengan dalil yang memerintahkan puasa sebanyak tiga hari (9,10 dan 11) para ulama mengatakan bahwa riwayat Ibnu Abbas yang sering dijadikan landasannya adalah dha’if, dan karenanya tidak dapat dijadikan dalil. Akan tetapi pengamalannya tetap dibenarkan oleh para ulama dengan dua alasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai kehati-hatian, yaitu kemungkinan penetapan awal bulannya tidak tepat, maka puasa tanggal sebelasnya akan dapat memastikan bahwa seseorang mendapatkan puasa Tasu’a dan Asyura. Dimasukkan dalam puasa tiga hari pertengahan bulan (Ayyamul Bidh).</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun puasa tanggal sembilan dan sepuluh, dinyatakan jelas dalam hadits yang shahih, dimana Rasulullah SAW pada akhir kehidupannya sudah berencana untuk puasa pada tanggal sembilannya. Hanya saja beliau lebih dahulu meninggal. Beliau juga memerintahkan para shahabatnya untuk berpuasa pada tanggal sembilannya (bersama tanggal sepuluh) agar dapat membedakan diri dari perbuatan orang-orang Yahudi. Bahkan jika seseorang tidak sempat berpuasa tanggal sembilannya, maka setelah tanggal sepuluh, dia disunnahkan berpuasa pada tanggal sebelasnya untuk membedakan dirinya dari puasa orang Yahudi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan puasa tanggal sepuluhnya saja, sebagian ulama menyatakannya makruh, meskipun pendapat ini tidak dikuatkan sebagian ulama lainnya. Secara keseluruhan dan berdasarkan keumuman hadits-hadits yang ada, puasa Asyura adalah ibadah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Disadur dari berbagai sumber.</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/history/'>History</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/renungan/'>Renungan</a> Tagged: <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/hikmah/'>Hikmah</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/khutbah-jumat/'>Khutbah Jum'at</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/muharram/'>Muharram</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/puasa-asyura/'>Puasa Asyura</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/renungan/'>Renungan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aulia87.wordpress.com/1953/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aulia87.wordpress.com/1953/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aulia87.wordpress.com/1953/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aulia87.wordpress.com/1953/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aulia87.wordpress.com/1953/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aulia87.wordpress.com/1953/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aulia87.wordpress.com/1953/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aulia87.wordpress.com/1953/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aulia87.wordpress.com/1953/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aulia87.wordpress.com/1953/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aulia87.wordpress.com/1953/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aulia87.wordpress.com/1953/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aulia87.wordpress.com/1953/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aulia87.wordpress.com/1953/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aulia87.wordpress.com&amp;blog=801980&amp;post=1953&amp;subd=aulia87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aulia87.wordpress.com/2011/12/05/muharram-satu-dari-empat-bulan-haram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e58265e970169e7cc24f7a0a2a8c74f6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aulia87</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aulia87.files.wordpress.com/2011/12/muharram.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Muharram</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada Aceh Blogger di Festival Kopi 2011</title>
		<link>http://aulia87.wordpress.com/2011/11/22/ada-aceh-blogger-di-festival-kopi-2011/</link>
		<comments>http://aulia87.wordpress.com/2011/11/22/ada-aceh-blogger-di-festival-kopi-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 17:27:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh Hari Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Santai]]></category>
		<category><![CDATA[ABC]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Coffee Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Coffee Festival 2011]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Kopi Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Blogger Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi Aceh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aulia87.wordpress.com/?p=1933</guid>
		<description><![CDATA[Ada Aceh Blogger di Festival Kopi 2011, Kopi Aceh Untuk Dunia, Aceh Blogger Coffee Festival 2011, Aceh Coffee Festival, #AcehCoffeeFestival2011<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aulia87.wordpress.com&amp;blog=801980&amp;post=1933&amp;subd=aulia87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" title="Aceh Coffee Festival 2011/Brosur Kegiatan" src="http://www.acehkita.com/wp-content/uploads/2011/10/AcmLIRxCIAAtC5E-300x212.jpg" alt="Festival Kopi Aceh 2011" width="300" height="212" /><strong>SUKA </strong>minum kopi? atau melihat suasana orang ngopi di Aceh. Nah, Festival Kopi Aceh 2011 mendatang di Taman Sari, Banda Aceh dari tanggal 25-27 November sepertinya cocok untuk Anda kunjungi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kegiatan ini merupakan bagian dari program Visit Banda Aceh Year 2011 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banda Acen dan Pemerintah Kota Banda Aceh serta di dukung juga oleh <a title="Aceh Coffee Festival 2011: Kopi Aceh untuk Dunia  " href="http://indonesia.travel/id/event/detail/396" target="_blank">Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Acara yang akan berlangsung selama tiga hari penuh ini akan diusung dengan bentuk dan suasana ngopi pada lazimnya seperti di warung-warung kopi (warkop). Akan ada beberapa kegiatan menarik juga selama tiga hari berturut-turut dan salah satunya kopi darat (kopdar) bareng <a title="Grup Facebook ABC" href="www.facebook.com/groups/acehbloggercommunity" target="_blank">Komunitas Blogger Aceh</a>.<span id="more-1933"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kopdar bareng ABC (Aceh Blogger Community) jatuh pada hari kedua, <strong><a href="http://www.facebook.com/groups/acehbloggercommunity/10150383948866687/" target="_blank">Minggu (27/11) dari jam 14.00-15.30 WIB</a></strong> di <em>Main Stage</em>, Taman Sari. Apa yang akan dibahas disana? tentunya ngobrol ala kopdar tidak ada pembatasan serius dengan topik-topik terinci, siapa saja boleh gabung untuk bincang-bincang bersama alias bimbar umum, apalagi yang belum ngeblog bisa cari-cari ilmu tentang <em>blogging </em>bersama blogger Aceh yang sudah berpengalaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana mencari uang di internet? suka menulis dan berbagai tulisan serta foto tentang Aceh, maka jangan lupa untuk hadir di Festival Kopi Aceh bareng ABC. Barangkali ada yang ingin mendukung dan menyumbang <a title="Donasi 1 Dolar untuk Menulis Aceh di Internet" href="http://aulia87.wordpress.com/2011/11/04/1-dolar-untuk-menulis-aceh-di-internet-mau/" target="_blank">1 Dolar untuk Menulis</a>, pada hari itu bisa langsung mendonasikan ke pihak ABC.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain kopdar bareng ABC, pada hari kedua juga kita akan ditemani dengan teman-teman lainnya seperti Komunitas Android, Komunitas Fotografer, Model, Komunitas Scream (Magician), penampilan <em>live accoustic</em> serta game seru minum kopi dan tebak jenis kopi, pastinya ajib deh.</p>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kopi Aceh untuk Dunia</span></h3>
<p style="text-align:justify;">Dalam rangkaian acara <em>jep kupi </em>tersebut mengusung tema “<em><a title="Download brosur di http://bit.ly/AcehCoffeeFestival2011" href="http://bit.ly/AcehCoffeeFestival2011">Kopi Aceh untuk Dunia</a></em>”. Jadi, akan banyak wawasan dan infromasi baru yang akan Anda dapat tentang profil dan potensi Aceh sebagai salah satu penghasil biji kopi berkualitas di dunia, seperti kopi gayo jenis Arabica dan Robusta, kopi Lamno, dan kopi luwak serta berbagai produk unggulan kopi Aceh dari masa penjajahan kolonial Belanda sampai dengan perkembangan Warkop 2.0 di pusat ibukota.</p>
<p style="text-align:justify;">Oiya, sekedar info pada hari puncak festival kupi nanti bakal ada pemecehan rekor MURI untuk pertama kalinya lho? Mau tahu rekor apa itu, makanya agendakan saja untuk terbang dan berakhir pekan di Banda Aceh pada tanggal disebut tadi untuk melihat langsung aksi para penyaji kopi.[]</p>
<p><a href="http://aulia87.files.wordpress.com/2011/11/acehcoffeefest-2011.png"><img class="size-full wp-image-1938 alignleft" title="@AcehCoffeeFest 2011" src="http://aulia87.files.wordpress.com/2011/11/acehcoffeefest-2011.png?w=468&#038;h=309" alt="@AcehCoffeeFest 2011" width="468" height="309" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tulisan Terkait:</em></p>
<div><em>- <a title="Tulisan Blogger Aceh Liza Fathia" href="http://liza-fathia.com/2011/11/aceh-coffee-festival-2011-kopi-aceh-untuk-dunia.html" target="_blank">Aceh Coffee Festival 2011: Kopi Aceh untuk Dunia</a><br />
- <a title="Tulisan Blogger Aneuk" href="http://blog.adikcilak.com/2011/11/24/aceh-coffee-festival-2011-kopi-aceh-kopi-sedunia/" target="_blank">Aceh Coffee Festival 2011: Kopi Aceh Kopi Sedunia</a><br />
- <a title="Tulisan Blogger Aceh Munzir" href="http://love-bandaaceh.blogspot.com/2011/10/aceh-coffee-festival-2011.html" target="_blank">Aceh Coffee Festival 2011</a><br />
- <a title="Tulisan Blogger Aceh Rizal Muhammad" href="http://krung.wordpress.com/2011/11/24/festival-kopi-aceh-2011-banda-aceh" target="_blank">Festival Kopi Aceh 2011, Banda Aceh</a><br />
- <a title="Tulisan Blogger Aceh Fakhrul Ridha" href="http://fakhrulridha.blog.com/archives/100/" target="_blank">Aceh Coffee Festival 2011: Kopi Aceh untuk Dunia</a><br />
- <a title="Tulisan Blogger Aceh Nelva Amelia" href="http://nelva-amelia.blogspot.com/2011/11/aceh-coffe-festival.html" target="_blank">Aceh Coffee Festival</a><br />
</em></div>
<br />Filed under: <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/aceh-hari-ini/'>Aceh Hari Ini</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/ict/blogger/'>Blogger</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/ict/blogging-ict/'>Blogging</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/history/santai/'>Santai</a> Tagged: <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/abc/'>ABC</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/aceh-blogger/'>Aceh Blogger</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/aceh-coffee-festival/'>Aceh Coffee Festival</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/aceh-coffee-festival-2011/'>Aceh Coffee Festival 2011</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/blogger/'>Blogger</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/festival-kopi-aceh/'>Festival Kopi Aceh</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/komunitas-blogger-aceh/'>Komunitas Blogger Aceh</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/kopi-aceh/'>Kopi Aceh</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aulia87.wordpress.com/1933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aulia87.wordpress.com/1933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aulia87.wordpress.com/1933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aulia87.wordpress.com/1933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aulia87.wordpress.com/1933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aulia87.wordpress.com/1933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aulia87.wordpress.com/1933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aulia87.wordpress.com/1933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aulia87.wordpress.com/1933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aulia87.wordpress.com/1933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aulia87.wordpress.com/1933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aulia87.wordpress.com/1933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aulia87.wordpress.com/1933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aulia87.wordpress.com/1933/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aulia87.wordpress.com&amp;blog=801980&amp;post=1933&amp;subd=aulia87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aulia87.wordpress.com/2011/11/22/ada-aceh-blogger-di-festival-kopi-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>56</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e58265e970169e7cc24f7a0a2a8c74f6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aulia87</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.acehkita.com/wp-content/uploads/2011/10/AcmLIRxCIAAtC5E-300x212.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Aceh Coffee Festival 2011/Brosur Kegiatan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aulia87.files.wordpress.com/2011/11/acehcoffeefest-2011.png" medium="image">
			<media:title type="html">@AcehCoffeeFest 2011</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1 Dolar untuk Menulis Aceh di Internet, Mau?</title>
		<link>http://aulia87.wordpress.com/2011/11/04/1-dolar-untuk-menulis-aceh-di-internet-mau/</link>
		<comments>http://aulia87.wordpress.com/2011/11/04/1-dolar-untuk-menulis-aceh-di-internet-mau/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 17:01:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh Hari Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[ABC]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Blogger Community]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Blogger Day]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Blogger Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Blogger Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aulia87.wordpress.com/?p=1916</guid>
		<description><![CDATA[TIDAK ada sermonial yang wah dihari ulang tahun ke-4 Komunitas Aceh Bloger kali ini, hanya ada secuil tulisan sebagai bentuk dari kealpaan kalau tepat 1 November yang lalu, di Aceh baru saya diperingati sebagai Hari Blogger Aceh atau kami kenal dengan nama lain Aceh Blogger Day. Mengingat masa-masa yang sudah lewat, dari tahun pertama sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aulia87.wordpress.com&amp;blog=801980&amp;post=1916&amp;subd=aulia87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img class="   " src="http://aulia87.files.wordpress.com/2011/11/zimbabwe-money-bread-boy-kid.jpg?w=250" alt="one dollar" width="250" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi dari bumi-tuntungan.blogspot.com</p></div>
<p style="text-align:justify;"><strong>TIDAK</strong> ada sermonial yang <em>wah</em> dihari ulang tahun ke-4 Komunitas Aceh Bloger kali ini, hanya ada <a title="Komunitas Blogger Aceh Genap Berusia 4 Tahun " href="http://www.acehblogger.org/?p=136426" target="_blank">secuil tulisan</a> sebagai bentuk dari kealpaan kalau tepat 1 November yang lalu, di Aceh baru saya diperingati sebagai Hari Blogger Aceh atau kami kenal dengan nama lain Aceh Blogger Day.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengingat masa-masa yang sudah lewat, dari tahun pertama sampai tahun keempat ABC memang terbilang masih sangat muda. Berbagai cerita lama, cerita sosial, cerita komunitas dan masih banyak lainnya terus saja bergulir.</p>
<p style="text-align:justify;">Seiring pesatnya <em>social media</em> dua tahun terakhir ini pun membuat, banyak kalangan blogger khususnya di Aceh yang makin surut untuk menulis di blog. Entah apa gerangan, entah apa cerita ini bisa terjadi.<span id="more-1916"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin pengaruh waktu dan majunya teknologi sering membuat kita dikambinghitamkan, seperti apa yang pernah disebut oleh David Sarnoff McLuhan, <em>&#8220;kita bisa mudah mengambinghitamkan perangkat teknologi untuk dosa para pengguna,&#8221;</em> begitulah ujarnya.<!--Mari bantu--></p>
<p style="text-align:justify;">Huft, sudahlah semoga penyakit itu tidak lama-lama ada dibenak blogger. Karena masih dalam suasana HUT ABC jadi ada sebuah agenda menarik dari Pase Blogger Community (ABC Reg. VI Pase) yang tergerak untuk membantu adik-adik untuk bisa mengakses internet dan berbagi tulisan lewat ngeblog tentang Aceh tentunya.</p>
<p>Berikut ini saya kutip dari blog PBC tentang gerakan yang berjudul <em>&#8220;Ayo sumbang, 1 Blogger 1 USD untuk Aceh&#8221;</em> berikut ini:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Tepatnya 1 November ABC merayakan umur yang ke-4. Umur 4 tahun masih terlalu muda untuk sebuah community, banyak kontribusi belum kita berikan untuk masyarakat di sekitar kita, terutama di Aceh. Selama ini kita sering berkontribusi memberikan tulisan-tulisan di blog masing-masing dan hanya dapat di lihat oleh orang-orang yg mengerti akan teknologi (pengguna internet).</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kebetulan ini waktu yang tepat untuk kita peduli dengan semakin bertambah umur ABC, untuk kita sumbangkan 1 Blogger 1 USD untuk anak-anak aceh agar dapat mengakses internet sehingga dapat menulis &#8220;Ayo menulis aceh di internet&#8221;. Mungkin ide ini sebagai awal proses berkembangnya anak-anak aceh agar mau menulis tentang aceh di internet. [Semoga] </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Untuk prosedur pengumpulan uang dapat disumbangkan langsung ke perwakilan ABC masing-masing kota (regional, -red). Untuk Pase dan Lhokseumawe, dapat CP <strong>Muhammad Rizal </strong>(Koordinator ABC VI/Pase dan Lhokseumawe) Mobile Phone<strong> 0813-6000-1516 | </strong>YM<strong>: miflinux</strong>.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sumbangan dapat disalurkan lewat <strong>No Rek : BANK BRI, 0043-01-000766-53-3 a.n Muhammad Rizal. Cabang Lhokseumawe </strong>(konfirmasi ke email <a href="mailto:mrizal82@gmail.com">mrizal82@gmail.com</a>)</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Selain itu sendiri, kali ini ABC Reg. III Bireuen juga akan merencakana memeriahkan rangkaian HUT ke-4 ABC dengan mengadakan “Ekspedisi Gabungan ABC Reg. III Bireuen dan PBC Reg. VI Pase). Acara yang direncanakan ini masih sama seperti sebelumnya, yakni bentuk ekspedisi untuk menelusuri tempat-tempat wisata dan sejarah yang berada di dua regional tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian tulisan singkat ini, semoga kita bisa ikut membantu dan memberikan hal yang bernilai positif bagi masyarakat sekitar khususnya dari blogger sendiri untuk sosial masyarakat dimana kita ada untuk berbagi baik lewat tulisan dan dikehidupan nyata.[]</p>
<p style="text-align:justify;"><em>~Selamat hari jadi Aceh Blogger dan marilah kita semua berkarya lewat menulis serta tetaplah menjadi bagian dari keluarga besar ABC yang telah merintis dari hal-hal kecil menjadi sesuatu yang berguna nanti bagi Aceh khususnya dan bangsa ini tentunya.</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/aceh-hari-ini/'>Aceh Hari Ini</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/ict/blogger/'>Blogger</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/ict/blogging-ict/'>Blogging</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/history/'>History</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/category/ict/internet-ict/'>Internet</a> Tagged: <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/abc/'>ABC</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/aceh/'>Aceh</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/aceh-blogger-community/'>Aceh Blogger Community</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/aceh-blogger-day/'>Aceh Blogger Day</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/blogger/'>Blogger</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/gerakan-sosial/'>Gerakan Sosial</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/hari-blogger-aceh/'>Hari Blogger Aceh</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/internet/'>Internet</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/komunitas-blogger-aceh/'>Komunitas Blogger Aceh</a>, <a href='http://aulia87.wordpress.com/tag/menulis/'>Menulis</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aulia87.wordpress.com/1916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aulia87.wordpress.com/1916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aulia87.wordpress.com/1916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aulia87.wordpress.com/1916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aulia87.wordpress.com/1916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aulia87.wordpress.com/1916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aulia87.wordpress.com/1916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aulia87.wordpress.com/1916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aulia87.wordpress.com/1916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aulia87.wordpress.com/1916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aulia87.wordpress.com/1916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aulia87.wordpress.com/1916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aulia87.wordpress.com/1916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aulia87.wordpress.com/1916/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aulia87.wordpress.com&amp;blog=801980&amp;post=1916&amp;subd=aulia87&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aulia87.wordpress.com/2011/11/04/1-dolar-untuk-menulis-aceh-di-internet-mau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e58265e970169e7cc24f7a0a2a8c74f6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aulia87</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aulia87.files.wordpress.com/2011/11/zimbabwe-money-bread-boy-kid.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">one dollar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
