Bukhari al-Jauhari: 10 Syarat Calon Pemimpin Negeri


Bustan as-salatin_Ar-Raniry_repro-owlNAMA sekelas Hamzah Fansuri memang sudah begitu terkenal, tidak saja di Aceh tapi juga dijajaran dunia luar sana.

Tidak akan habisnya jika kita ingin mengurai sosok ulama yang hidup dipertengahan abad ke-16 hingga awal abad ke-17 Masehi ini, karya-karyanya yang begitu masyhur hingga menjadi nilai sejarah yang begitu tinggi dalam peradaban Melayu.

Kali ini saya tidak berpanjang lebar soal Hamzah Fansuri, tapi dari sebuah literatur ilmiah ketika saya mulai membaca lembar per lembar ada yang menarik soal Bukhari al-Jauhari. Siapakah beliau? Begitu asing namanya ditelinga saya bahkan dimata saya.

Kita tahu, 9 Juli 2014 (katanya) sebagai penentu masa depan Indonesia. Kita memilih pemimpin lagi, pemimpin yang akan menjadi pejabat nomor 1 di negeri nan kaya dan elok ini. Lalu apa hubungan dengan Bukhari al-Jauhari tersebut.

Tentang Bukhari al-Jauhari

Tidak diketahui dengan jelas sampai sekarang bagaimana sosok dari Bukhari al-Jauhari ini, namun dikutip dari tulisan Abdul Hadi WM “Sumbangan Sastrawan Ulama Aceh dalam Penulisan Naskah Melayu” disebutkan bahwa secara samar-samar, Bukhari adalah penulis Melayu keturunan Persia, yang leluhurnya berasal dari Bukhara.

Taj al-Salatin atau yang diartikan dengan Mahkota Raja-raja merupakan satu-satunya karya Bukhari al-Jauhari yang dikenal sampai kini. Ketika buku ini ditulis dan rampung pada tahun 1603 M, yang memegang tampuk pemerintahan kesultanan Aceh ialah Sultan Alauddin Ri’ayat Syah gelar Sayyid al-Mukammil (1590-1604 M), kakeknya Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M).

Sebagai karya sastra kitab tersebut digolongkan ke dalam buku adab, yaitu buku yang membicarakan masalah etika, politik dan pemerintahan. Uraian tentang masalah-masalah tersebut dijelaskan melalui kisah-kisah yang menarik, diambil dari berbagai sumber dan kemudian digubah kembali oleh pengarangnya.

Ada begitu banyak karya (kitab) dari tangan Bukhari al-Jauhari ini yang menggunakan sejumlah rujukan dari kitab-kitab sebelumnya, termasuk Al-Qur’an dan hadist. Menariknya, pada salah satu fasal dari bab-bab kitab tersebut yang dirujuknya, Bukhari menjelaskan soal raja atau pemimpin yang menggunakan akal pikiran dengan baik dalam menjalakan segala perbuatan dan pekerjaan, beliau menyebutnya dengan seorang pemimpin ulil albab.

Syarat Calon Pemimpin Negeri

Dalam fasal ke-5, Bukhari al-Jauhari mengutip Kitab Adab al-Mulk, dan menyatakan bahwa ada beberapa syarat selain dari sejumlah tanda-tanda utama yang disebut dengan seorang pemimpin yang ulil albab.

Menurut Bukhari al-Jauhari, seorang calon pemimpin atau raja agar dapat memerintah negeri dengan adil dan benar, setidaknya harus memiliki 10 syarat, selain dia seorang yang hifz (memiliki ingatan yang baik), fahm (memiliki pemahaman yang bernar terhadap berbagai perkara), fikr (tajam pikiran dan luar wawasannya), iradat (menghendaki kesejahteraan, kemakmuran, dan kemajuan untuk seluruh golongan masyarakat), dan nur (menerangi negeri dengan cinta dan kasih sayang). Apakah itu?

Pertama. Seorang raja harus dewasa dan matang sehingga dapat membedakan yang baik dan yang buruk bagi dirinya, masyarakat banyak dan kemanusiaan;

Kedua. Seorang raja hendaknya memiliki ilmu pengetahuan yang memadai berkenaan dengan masalah etika, pemerintahan, politik dan agama. Dia hendaklah bersahabat dengan orang-orang berilmu dan cendekiawan, dan bersedia mendengarkan dari mereka berbagai perkara yang tidak diketahuinya. Penasihat raja seharusnya juga orang yang berilmu pengetahuan, di samping jujur dan mencintai rakyat.

Ketiga. Menteri-menteri yang diangkat mesti dewasa dan berilmu, serta menguasai bidang pekerjaannya.

Keempat. Mempunyai wajah yang baik dan menarik, sehingga orang mencintainya, tidak cacat mental dan fisik.

Kelima. Dermawan dan pemurah, tidak kikir dan bakhil. Sifat kikir dan bakhil adalah tanda orang yang syirik dan murtad.

Keenam. Raja atau pemimpin yang baik harus senantiasa ingat pada orang-orang yang berbuat baik dan membantu dia keluar dari kesukaran, membalas kebajikan dengan kebajikan.

Ketujuh. Raja yang baik mesti tegas dan berani. Jika rajanya penakut maka pegawai dan tentara juga akan menjadi penakut. Terutama dalam menghadapi orang jahat dan negara lain yang mengancam kedaulatan negara.

Kedelapan. Tidak suka makan dan tidur banyak, dan tidak gemar bersenang-senang dan berfoya-foya, karena semua itu akan membuat dia alpa dan lalai pada tugasnya sebagai kepala negara.

Kesembilan. Tidak senang bermain perempuan.

Kesepuluh. Sebaiknya seorang raja dipilih dari kalangan lelaki yang memenuhi syarat dalam memimpin negara. Kecuali dalam keadaan terpaksa.

Bagaimana Calon Pemimpin Indonesia

Begitulah sedikit rincian dari apa yang telah dikemukakan oleh Bukhari al-Jauhari ratusan tahun lalu, setidaknya sudahkah calon pemimpin yang akan kita pilih esok hari masuk dalam ciri-ciri tersebut. Jika ya, alhamdulillah sekali.

Namun, kalau belum semoga saja calon pemimpin dan juga pemimpin negeri ini pelan-pelan bisa belajar banyak dari sejummlah risalah-risalah para ulama dulu. Terlebih buat Aceh sendiri, saya yakin, kutipan singkat soal sosok Bukhari al-Jauhari ini juga masih begitu minim diangkat pada kalangan masyarakat.

Berhubung saya belum bisa memaparkan secara panjang, setidaknya apa yang telah disebutkan di atas. Bisa membuktikan lima tahun ke depan semangat “Selamatkan (Indonesia) Hebat” bisa segera terwujud, tidak saja secara lisan, melainkan juga secara perbuatan. Semoga mereka yang terpilih adalah seseorang yang mendekati pada ulil albab. InsyaAllah, selamat memilih, merenung dan berdo’a.[]Semarang

About these ads

31 Responses

  1. Selamat mlm gan, ini kunjungn pertama sy lho…

    • Hai Edri selamat datang di OWL ya :)

  2. seharusnya materi ini jadi acuan KPU untuk pendaftaran pilpres hahaha

    • KPU kan tidak punya asal untuk berpedoman pada kitab-kitab ulama :D

  3. #Jokowi for Presiden

    http://www.master138.com/

  4. yuk teman2 main yuk di http://www.royalflush99.com..asik lo main poker online

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,440 other followers

%d bloggers like this: