Belajar dari Sepak Terjang CEO HootSuite dan OWL


Belajar dari Sepak Terjang CEO dan HootSuite APLIKASI HootSuite memang sudah begitu familiar bagi saya, khususnya dalam kehidupan daring untuk berbagi informasi di kicauan Twitter. Anehnya, saya mungkin orang nomor kesekian yang baru untuk belajar sedikit banyak dari sepak terjang pendiri yang juga sekaligus CEO HootSuite, yakni Ryan Holmes serta rekan-rekannya.

Ryan pernah menceritakan kisah perjalanan Hootsuite lewat jejaring profesional LinkedIn, dimana mampu mendapatkan 5 juta pengguna tanpa harus melakukan iklan yang begitu heboh dan malah menerapkan strategi promosi tanpa anggaran khusus. Menarik bukan?

“Beberapa waktu yang lalu, saya menulis artikel tentang bagaimana startup baru sebaiknya tidak fokus pada buzz dan marketing, melainkan fokus pada kualitas produk dan membangun dukungan secara organik. Padahal, kita telah melihat banyak bisnis yang menjanjikan jatuh akhir-akhir ini, terutama di dunia teknologi,” tulisnya.

Ryan mengilustrasikan bahwa perusahaannya yang punya fokus pada freemium user alias bukan soal uang di depannya, tapi sebaliknya. “Berilah produk anda secara gratis: fokus pada freemium user; uangnya belakangan,” sebutnya.

Sejak didirikan pada tahun 2008, Ryan tidak sendiri dalam membangun HootSuite, dia dibantu juga oleh Dario Meli dan David Tedman. Pertumbuhan penggunanya pun naik begitu cepat dari ratusan ribu hingga jutaan dan itu masih dengan konsep freemium tadi.

Walaupun fokus mereka dalam memperkenalkan aplikasi ini tidak berbayar alias gratis, HootSuite juga menyediakan layanan peningkatkan fungsionalitas bagi perusahaan besar yang ingin menggunakan bantuan ekstra dari mereka dengan biaya bulanan, mulai dari yang paling kecil $10 (Rp 100rb), $1000 (Rp 10juta), dan seterusnya.

“Dan ini berhasil. Kami bisa memuaskan semua free user ini dan meningkatkan user base kami. Dengan memenuhi keinginan free user ini, produk anda menjadi gampang diakses, intuitif, dan berguna bagi mereka. Free user ini tidak terikat dengan anda, tidak ada kontrak jangka panjang. Jika anda tidak menyampaikan produk anda dengan segera, mereka akan pindah ke produk yang lain. Perlu anda ingat bahwa internet tidak mempunyai batasan pada aplikasi gratis lainnya yang mungkin lebih bagus dari aplikasi anda dan layanan cloud-based dengan harga dan kualitas bersaing di mata user,” tulis Holmes yang kini punya karyawan lebih dari 300 orang.

Ryan menyebutkan juga, freemium bukanlah konsep yang baru. Sejumlah perusahaan lain juga telah menerapkan hal yang sama dengan penghematan biaya yang lebih sedikit.

“Perusahaan seperti Skype, Spotify, Dropbox dan Evernote dibangun dengan konsep freemium. Sebagian besar dari perusahaan ini merupakan perusahaan cloud-based, SaaS model, jadi biaya mereka sedikit sekali, mungkin hampir tidak ada pada titik tertentu – untuk mendapatkan free users,” jelasnya lebih lanjut.

Saya pun sangat terkesan dengan konsep dasar dari ide dan apa yang telah dilakukan oleh Ryan ini, kenapa tidak? Semangat bisnisnya dibangun bukan berdasarkan fokus pada berapa besar uang yang akan didapatkan, melainkan kesetian dalam memberikan layanan kepada orang lain atau pengguna.

“Konsep dasarnya sangat sederhana, namun cukup menipu. Fokuskan energi anda untuk membangun produk yang sangat menarik dan user base yang setia. Jangan khawatirkan soal uang. Saya tidak bisa membayangkan melakukan bisnis dengan cara lain,” sebut pria asal Kanada ini.

Bicara soal kelebihan atau unggulan sebuah layanan atau produk, pastinya kita tidak akan lepas pula dengan yang namanya kekurangan (no body perfect–begitulah sebutan yang sering kita dengar dan lihat). Hal yang sama juga berlaku pada HootSuite tentunya, secara lebih panjang salah satu pengamat juga mengulasnya disini. Nyatanya, salah satu staf HootSuite juga memberikan apresiasi dari tulisan tersebut.

Intinya, mereka –pihak HootSuite– akan terus mendengar keluhan dan masukan dari pengguna atau siapapun itu, improvisasi pasti akan terus dilakukan oleh HootSuite, konsep freemium tadi memang serta merta hilang dimana mereka besar dari konsep sederhana itu.

Diantara dua OWL

Ada yang menarik setelah membaca kisah panjang HootSuite dari sejumlah tulisan di internet, tahukah Anda apa yang unik itu? Yup, istilah OWL yang dipakai HootSuite, yakni sebuah ikon burung hantu yang imut dengan bola matanya yang besar.

Ryan Holmes CEO Hootsuite OWL

Lalu apa hubungan burung hantu tersebut? Tentunya saya juga tidak begitu tahu kenapa ikon burung tersebut menjadi brand dari HootSuite dan tanpa sengaja pun blog saya ini juga disingkat OWL, yang tak lain singkatan dari Orekan Waktu Luang.

Ternyata diantara dua OWL yang mungkin saja tak sejodoh nama dan kisah ini, setidaknya saya mulai mengerti jodohnya itu adalah kesamaan istilah dan ikon itu baru ketahuannya sekarang diantara HootSuite dan blog ini.

Apa yang telah dijabarkan oleh Ryan bersama rekan-rekannya itu tentu menjadi pelajaran bagi kita dan tentunya bagi saya sendiri untuk mengerti akan ide-ide apa yang dikembangkan oleh para petinggi-petinggi atau CEO perusahaan dalam membangun dan mengembangkan bisnisnya, dengan konsep-konsep yang sangat sederhana.

Bagaimana dengan Anda, apakah ada cerita menarik yang bisa dibagi-bagi untuk belajar banyak hal?Banda Aceh

About these ads

45 Responses

  1. Istilah ini menarik —» membangun dukungan secara organik :) #dukungansecaraherbal

    • Pihak-pihak luar sering mengikat konsepnya secara gamblang, salah satunya istilah organik, sebuah konsep yang kini juga mulai tumbuh dibanyak startup di Indonesia, semoga di Aceh juga bisa banyak berkembang demikian :)

  2. Selamat Sore gan numpang promo ya gan :)
    Apakah anda seorang poker mania??
    Jika iya,buruan yuk gabung bersama kami di mentaripoker.c0m realmoney

  3. weh jadi inspirasi banget yah dengan ide jenius, dan unik yang bisa buat perubahan dan menarik pula..

    • Semoga gps juga bisa hadir lebih menarik kedepan ya mas :)

  4. Aplikasi Hootsuite ini memang keren, mudah banget penggunaannya pas buat saya yg perlu Hootsuite utk tools startup toko online gadget dan electronic dealharga.com

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,454 other followers

%d bloggers like this: