PUNYA aplikasi unik, tentu bisa sedikit berbangga hati dong ya. Jika sekilas beberapa waktu lalu kita sempat mendengar aplikas e-Meukat yang tidak lain merupakan karya dari mahasiswa Fakultas Teknik Elektro Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, namun apa yang terjadi saat ini dengan aplikasi tersebut.
Berita yang dilansir Serambi Indonesia (20 Januari 2012) beberapa lalu menyebutkan, perangkat lunak (Software) e-Meukat merupakan karya empat mahasiswa Fakultas Teknik Elektro Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, yakni Mulkan (23), Zefri (21), Harits (21), dan Teddy (22).
Aplikasi e-Meukat berhasil masuk final pada kompetisi School on Internet (SOI) Enterpreneurship yang diikuti 22 perguruan tinggi se-Asia Tenggara. Dan keempat mahasiswa dari FT Elektro Unsyiah tersebut beberapa waktu lalu (Maret 2012, -pen) berangkat ke Tokyo, Jepang untuk mempresentasikan e-Meukat bersama lima finalis lainnya.
Menurut salah satu pengembangnya Zefri, menyebutkan aplikasi e-Meukat merupakan aplikasi penjualan dan promosi kerajinan khas Aceh dengan memanfaatkan API Facebook. Adapun isi dari apikasi tersebut mempromosikan hasil-hasil produk seperti bumbu masakan, kue, souvenir, dan berbagai informasi tentang Aceh.
Bisa dikatakan e-Meukat lebih mirip sistem katalog yang berisi produk-produk Aceh yang tersimpan dalam basis data (database) yang kemudian menggunakan jejaring sosial Facebook sebagai bentuk promosi. Aplikasi ini akan memudahkan transaksi, membantu pengembangan pemasaran, dan mendukung penggunaan produk open source dalam pengembangan aplikasi industri kreatif untuk produk-produk khas Aceh.
Aplikasi e-Meukat Cilet-cilet
Apa itu cilet-cilet? kalau dalam bahasa Indonesia kurang lebih artinya ‘tidak karuan’. Nah begitulah salah satu kata yang disampaikan oleh Fadli Idris dalam status Facebooknya semalam.
“Cilet-cilet, peu cit dipeugah pakek API facebook, cuma dipeutameng aplikasi lam canvas apps facebook sagai (Tidak karuan, apa juga dibilang menggunakan API Facebook, hanya dimasukkan dalam aplikasi canvas apps Facebook saja”, ujar Fadli yang merupakan salah satu pendiri dari Komunitas Blogger Aceh tersebut.
Terlihat sekilas memang aplikasi tersebut terabaikan, sejak diluncurkan sekitar awal tahun 2012 sampai akhir Mei tidak ada perubahan yang mendominasi disana. Untuk Anda yang ingin mengakses aplikasi e-Meukat bisa di
http://apps.facebook.com/emeukat
atau
http://api-1-2.e-meukat.com
.
Apa mungkin aplikasi yang berhasil lolos dalam kompetisi tingkat Asia Tenggara tersebut hanya sekedar prototype saja? tentunya saya pribadi berharap tim pengembang dari aplikasi e-Meukat tidak lepas tangan begitu saja.
Kita tetap butuhkan pengembangan aplikasi tersebut agar bisa digunakan secara layak oleh massal, karena melihat tingkat perkembangan startup di Aceh tidak begitu signifikan dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia, terutama dalam sektor akademisi atau pendidikan.
Saat ini yang saya tahu hanya Virza Azzanur (@virzazanur) yang begitu bersemangat mengkampanyekan tentang startup di Aceh, sampai-sampai membuat akun di Twitter bernama @startup_aceh.
Bagaimanakah nasib e-Meukat? kita tunggu kabar dari para pengembangnya.[]
Filed under: Aceh Hari Ini, Aplikasi, ICT Tagged: | Aplikas e-Meukat, Fakultas Teknik Elektro Universitas Syiah Kuala, School on Internet Enterpreneurship










[...] Aplikasi e-Meukat Kok “Cilet-cilet”? [...]
nie artikel menjelekkan ap mmbangun mas??
kalo’ cuman mnjelekkan n lu bsa berkrya yg bgtuan..
knpa ga’ lo dluan??
nie ud ad brang@ malah lu jelek2an..
bngsa qt nie manq bngsa yg saling mnjatuhkan BUKAN membangun!!
toh jefry cs ud berbuat yg bsa org lain(JEPANG) bsa acungkan jempol@ n akan mmakai karya mereka..
ARTIKEL SAMPAH!!
kenapa terlalu emosi untuk berkomentar Ayriz, tulisan ini juga sudah dibaca oleh koordinator/pembimbing dari program tapi tidak emosi seperti ini, saya harap Anda lebih bijak untuk bicara di ranah daring seperti ini