Sosok Kek Abdul Wahab di Mata Mereka


Kek Abdul Wahab (Foto M Iqbal)KABAR duka yang lazim selalu kita dengar tidak pernah ada habisnya, terlahir dan pergi di dunia yang fana ini telah menjadi sebuah bukti bahwa kehidupan ini hanyalah sementara.

Di salah satu sudut kota, sesosok kakek tua dibalik hingar bingar suasana kuta para raja-raja, dulunya ada Kek Abdul Wahab yang setia menjajal dagangan sayur ala kadarnya kepada warga kota.

Tapi kini sosok kakek tua yang berumur lebih dari 82 tahun ini  tidak akan pernah kita  jumpai atau lihat lagi di pusat keramaian kota itu, melainkan kini beliau tenang disisi-NYA. (Amin)

Berita kepulangan kek Wahab kepangkuan Ilahi tersiar Sabtu (14/4) lalu, dan menurut berita serta kabar yang diturunkan oleh salah satu media di Aceh, kek Wahab menghembuskan nafas terakhir ba’da Maghrib di rumahnya Desa Li Eu, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar.

Saya, Mereka dan Kek Wahab

Saya mengenal sosok kek Wahab terbilang baru, baru dalam artian mengenalnya hanya lewat gambar atau lebih tepatnya lewat foto di atas itu.

Foto itu pun pertama dikenalkan oleh teman saya di komunitas @iloveaceh, Iqbal namanya. Konon cerita kek Wahab sebelum tsunami memang beraktivitas sehari-hari berjualan sayur di Pasar Peunayong. “Dulunya kakek itu berjualan di Peunayong, tapi pascatsunami 2004 si kakek lebih memilih lapaknya di depan Pizza Hut Simpang Lima,” ujar Iqbal pada saya saat pertama kali melihat foto si kakek.

Memang benar demikian, mungkin saya tidak pernah melihat si kakek ini pascatsunami berhubung saya tidak lagi merantau ke Banda Aceh waktu itu. Jadi, wajar saya tidak mengenal kek Wahab namun saya masih sempat mengenal walaupun lewat foto.

“Pas mau ngambil foto kakek ini dari depan, ternyata si kakek waktu dipotret malah senyum dan ketawa”, cerita Iqbal tentang fotonya itu.

Foto kek Wahab di atas memang menceritakan apa yang dialami dengan begitu tenang dan santai, terlepas dari banyak pengemis yang meminta-minta di pusat kota, tetapi kek Wahab tetap tegar dalam memberikan kisah inspirasi kepada orang sekitar tanpa harus berceramah di depan orang banyak.

Salah satu blogger wanita Aceh, Liza juga pernah menceritakan sosok kakek Wahab dalam tulisannya “Mengais Rezeki di Gerbong Kapitalis“.

Sangat banyak pesan moral dari seorang kakek yang memiliki postur tubuh kurus itu, “Saya udah tua, Nak! Mau ke sawah sudah tidak sanggup lagi. Dari pada hanya diam di rumah, mending saya mencari rezeki di sini. Yang jelas saya tidak mau mengemis. Hana guna nyan, Neuk!  Peumale droe mentong (tidak ada guna, Nak! cuma mempermalukan diri sendiri saja)“, tulis Liza dalam blognya.

Di linimasa, beberapa teman-teman juga ikut simpatik atas sosok kek Wahab ini, ”melihat Nek Wahab itu seperti tamparan dg kondisi pemuda sekarang yg manja sama kondisi.” ungkap @citrarahman.

Ada juga @NaJierLemon yang menulis, ”sungguh ironis, jika dgn kondisi beliau msih mencari nafkah.! Tpi sosok jiwa berani nya & iklas ;) “.

“Terharu” melihat & membaca alkisah beliau…(Satpol PP tidak pernah menggusur beliau) sosok kakek yg disegani ;(#selamat jalan,” ungkap lebih lanjut @NaJierLemon.

Tidak hanya itu, mereka yang sering melihat dan menyapa kek Wahab di trotoar Simpang Lima itu juga turut berduka terlepas dari beragam kesibukan sehari-hari. Seperti @nunuu244 misalnya yang merasa kehilangan sosok kek Wahab. ”Lewat simpang 5 tadi pagi, ada sosok yg hilang *tiba2 rindu kakek, alm kakek ikut mewarnai sudut kota Banda Acerh”, updatenya tadi sore.

Pelajaran berguna ini tentu menjadi pelajaran bagi semua kita untuk lebih bisa menghargai akan setiap waktu dan perjuangan serta menjadi diri sebenarnya. “Sungguh sangat menantang, penuh tangisan air mata melwati masa tau, nek wahab mencerita karekter aceh”  dan “kisah nek wahab sangat cocok di angkat tokoh y kokoh untuk jadi lasia y penuh pendirian,” balas @BahrifalUmar dalam linimasanya.

Selamat jalan Kek Abdul Wahab, kisah mu (akan) banyak menginspirasi warga kota para raja-raja ini. Semoga engkau tenang disana dan terima kasih atas setiap pelajaran hidup yang telah engkau berikan lewat ketegaran mu itu selama hidup ini untuk saya, dia, mereka dan kita semua.[]

ilustrasi foto dari @Iqbal_Mhd, Acehkita.com, dan Serambi Indonesia

About these ads

40 Responses

  1. Saya sering lihat Kakek Wahab ini. Tapi kekurangpekaan saya membiarkan saya tidak pernah berinteraksi dengan beliau. Ketika sudah tidak ada jadi nampak ruang kosong yang ditinggalkan :(

    • mungkin belum ada jodoh kita bertemu dengan kek Wahab ini

  2. Semoga diterima amal ibadahnya.. Dan diberi kelapangan jalan menuju sisiNya.

    Tapi betewe nih.. Ente tau warung umi dari mana yak? (‘.’ )?

    • terima kasih om atas doanya, semoga diijabah :)

      ~terkait warung umi, kebetulan saya blogger d(‘.’ )b #nah lho

  3. turut berduka gan,..

    mmg saya gx bgitu mengenal beliau,..
    di bgor jg bnyak org2 sperti beliau,.. tpi selama ini cukup terasingkan dari kesibukan kota,

    • tapi memang benar, walaupun Banda Aceh bukan salah satu kota penuh kebisingan orang-orang yang pernah melihat dan berinteraksi dengan Kek Wahab benar-benar merasa kehilangan

  4. Sampaikan pesan walau cuma satu ayat…dari perjalanan hidup kek wahab dapat ditarik makna menghargai hidup terhadap diri sendiri…”hargailah dirimu maka orang akan menghargaimu”…Tidak mengemis adalah artian dari makna itu…hebat, dikala yang muda malas usaha bahkan lebih baik mempermalu diri, kek wahab tetap memilih yang terbaik untuk dirinya…kisah yang bagus sebagai penggugah hati Bro’…Selamat jalan kek semoga Allah memberikan yang terbaik untukmu…amin.

    BTW, dimana sanak saudaranya…

    • sanak saudaranya juga tinggal di kampung yang sama, tapi beliau tetap kekeuh walaupun sudah dilarang berjualan. Namun dibalik itu semua beliau telah mengajari anak muda untuk mengerti akan sebuah harga diri :)

  5. innalillahiwainnailaihirojiun..

    turut berduka cita.. smoga kedepan, Negara sudi untuk merawat orang2 seperti Beliau..

    moga amal ibadanya diterima disisiNYA..

    amin

    • Amin, terima kasih Go atas doa dan harapannya

  6. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un…

    Pesan yang kuat dari kek wahab. beliau dikenang karna pesan perjuangan hidup yg ditunjukkan hingga akhir usianya.

    Disini juga banyak contoh seperti itu Bang,,,wanita lansia menjadi kuli panggul. perjuangan hidup memang tak mudah.

    • benar dek cerita tentang kehidupan seperti ini banyak sekali disekitar kita, walaupun kita luput dalam melihat dan belajar dari fenomena tersebut

      • Mudah2an kita bisa terus belajar dan peka melihat sekeliling kita Bang.

      • Amin ya rabb :)

  7. subhanallah…
    Kek Wahab benar2 menginspirasi neh…
    makasih banyak ya sob….

    • sama-sama ustadz, semoga sedikit pelajaran bisa membuahkan ibrah bagi kita

  8. semoga diterima di sisiNya.. Amiinnn

    • Amin ya rabbal’alamin, makasih Fi atas doanya :)

  9. innalillahi wa innailaihi rajiun..

    dari kisah Nek Wahab semoga kita “tertampar” sampai merah agar bisa membalas dengan semangat berjuang dan bersyukur untuk setiap nikmat dari-Nya

    • yup, jika kita sudah “tertampar” patutnya tamparan adalah pelajaran dan lekas menambah semangat diri untuk buktikan kita bisa :)

  10. selamat jalan kakek,semoga amal ibadah mu diterima oleh yang maha kuasa,,,thx nice share,,,,,sangat menyentuh hati…………

    • Amin, thanks sobat udah mendoakan kek wahab :)

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 972 other followers

%d bloggers like this: