Hari ini sejarah bagi parnas alias partai nasional kembali “merebutkan” nomor urut dalam acara pengundiaan yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di jalan Imam Bonjol, Jakarta hari ini (9/7).
Berbagai elit politik datang memenuhi undangan dari KPU dengan berambisi untuk bisa menjadi yang “terbaik” di pemilu 2009 nanti. Sampai-sampai ocehan “berebut” nomor urut menjadi berita yang menarik diberbagai media elektronik dan massa baik tv maupun internet.
Yang nomor urut 1 merasa hoki, ada juga yang nomor urut 13 merasa “hoki” juga ataupun yang didamba-dambakan nomor urut 9.
Entah kenapa harus nomor sembilan, dan kenapa juga bisa jadi kebanggaan bagi partai-partai itu. Sembilan jelas karena hari ini KPU mengadakan undian nomor dan jelas pula Pemilu akan diadakan tahun 2009 nanti.
Jadi begitulah, tak ada yang spesial di pengundian nomor urut tahun ini. Yang ada membuat orang pusing untuk memilih, banyak susah, sedikit juga susah yang ada cuma muka-muka itu saja. Belum lagi dengan parlok seperti jamur di musim hujan.
Filed under: Politisasi | Tagged: Nomor Urut, Parlok, Parpol, Partai, Pemilu, Presiden, Wapres











PoLitik ??
hemmm …. ga ikut-ikutan ah ….
Tapi tetep saya kaish suara kok nnati. ^_^
Ampun … kebolak balik deh tu coment ….
Gak apa-apa lagi om, suara anda untuk tahun 2009 nanti emang sangat perlu.
Aku suka nomor 8
karena bentuknya mirip ama jalan buat balap Tamiya
singgahi http://www.miejanda.co.cc/?page_id=6
hehe… jgn sampe kayak PKB deh… yenni (anak gusdur) ama muhaimin mosok rebutan no gitu… wong sama2 PKB…
Itulah om haris, “indahnya” berparty
makan di rebutin, emng tu nomor makanan kali ya…
Angka 13 lagi, jangan jangan deh…
nol tumpuk, tiga becermin, enambelas (th. 2004) berbagi dua, sungguh 8-enar nomor yang cantik, cantik selendang putri melayu menata bunga diatas nampan.
^^^
Indah nian kata mas marwoto handoyo dengan segenap asa menyapa di balik rumpum melayu jiwa